Laman

Thursday, 17 March 2016

ROMANTISME SENJA WADUK CENGKLIK, BOYOLALI

Keberadaan waduk memang sangat diperlukan oleh masyarakat terutama saat sektor agraris menjadi ujung tombak sendi perekonomian. Indonesia dengan tanah yang subur memang mengandalkan sektor pertanian sehingga waduk sangat berguna untuk terus mengaliri lahan-lahan subur tersebut terutama di musim kemarau dengan curah hujan sedikit. Waduk Cengklik; mungkin namanya tidak sebesar Waduk Jatiluhur atau Kedungombo, tetapi waduk ini mempunyai peranan besar dalam sektor pertanian dan wisata Kabupaten Boyolali.

Sore di Waduk Cengklik, Boyolali, Jawa Tengah
Sore di Waduk Cengklik, Boyolali, Jawa Tengah
Letak Waduk Cengklik

Waduk Cengklik secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Obyek wisata ini lebih tepatnya lagi terletak di Desa Ngargorejo dan Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, kurang lebih 20 km ke arah timur laut Kota Boyolali. Jika dari Bandara Adi Sumarmo kurang lebih 1 KM ke arah barat. Waduk dengan luas genangan 300 hektar ini dibangun pada zaman Belanda, tujuannya untuk mengairi lahan sawah seluas 1.578 hektar.


Solo-Cengklik
Solo-Cengklik
Letak waduk ini pun tidak terlalu jauh dari Kota Surakarta. Hanya sekitar setengah jam dengan ditempuh dengan sepeda motor untuk menuju waduk ini. Rutenya dari Kota Surakarta adalah; terus melaju ke arah barat melalui jalan utama Kota Surakarta arah Jogja dan Semarang. Setibanya di perempatan Kartasura, belok kanan atau ke arah utara yang juga merupakan rute utama menuju Bandara Adi Soemarmo. Sekitar 500 meter sebelum bandara, atau tepat sebelum jembatan akan ada pertigaan ke kiri atau ke arah barat dengan lampu lalu – lintas dan petunjuk arah ke Waduk Cengklik. Cukup ikuti jalan tersebut hingga nantinya kedua mata akan melihat tanggul yang memanjang bagaikan benteng di sebelah utara atau sisi kanan yang merupakan Waduk Cengklik.


Eksotisme Waduk Cengklik


Waduk Cengklik, Boyolali
Jalan di Atas Tanggul Waduk Cengklik
Pengunjung bisa menikmati suasana waduk ini dari tanggul yang membentang di sisi selatan setelah membayar biaya masuk yang tidak mahal yaitu 4000 rupiah saja. Biasanya pengunjung duduk – duduk di lereng tanggul untuk menikmati semilir angin yang berembus sekaligus pemandangan membentang luas ke arah utara dan Merapi - Merabu di ufuk barat daya. 


Tanggul Waduk Cengklik
Tanggul Waduk Cengklik
Selain hanya menikmati suasana, banyak juga pengunjung yang datang ke waduk ini untuk memancing ikan. Tidak jarang jika nantinya kedua mata melihat seorang pemancing yang pulang dengan menenteng ikan hasil pancingannya. 


Sewa Perahu Waduk Cengklik
Sewa Perahu Waduk Cengklik
Pengunjung juga bisa lebih menikmati Waduk Cengklik dengan naik perahu yang disediakan oleh masyarakat setempat ke tengah waduk dan mengunjungi keramba tempat masyarakat membudidayakan ikan.


Senja Romantis Waduk Cengklik

Romantisme Senja Waduk Cengklik
Waduk Cengklik hampir selalu dipadati pengunjung pada sore hari, tentunya jika tidak hujan. Hal yang wajar karena waduk ini adalah tempat terbaik untuk melihat matahari terbenam atau sunset di sekitar Kota Surakarta.
Senja Waduk Cengklik
Senja Waduk Cengklik
Suasana senja yang romantis bisa dinikmati di sini; saat matahari sore secara perlahan turun kembali ke peraduannya, ditambah dengan warna langit jingga kebiru – biruan yang semakin gelap menyambut senja. Angin yang berhembus perlahan seakan membuat jiwa terhanyut ke dalam romantisme senja menyambut sang malam tiba.

Senja Romantis Waduk Cengklik
Senja Romantis Waduk Cengklik
Tentu akan sangat disayangkan apabila berkunjung ke Kota Surakarta atau Boyolali tanpa mampir ke Waduk Cengklik. Sebenarnya ada kuliner yaitu pecel yang lapaknya ada di bawah pohon beringin sekitar pintu masuk. Jadi, kesimpulannya adalah; wajib hukumnya untuk berkunjung ke Waduk Cengklik.


Nelayan Sore
Nelayan Sore

No comments:

Post a Comment