Menggapai Angkasa

Jelajahi Indahnya Negeri Pecahan Surga

Wednesday, 22 February 2017

GANCIK HILL TOP; PESONA BARU DI ANTARA MERAPI-MERBABU

Gancik Hill Top


Postingan kali ini agaknya masih berhubungan dengan dua postingan saya sebelumnya; pertama yaitu menggambarkan mengenai keindahan rute antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali yang berada di antara Merapi dan Merbabu. Postingan kedua berisi laporan saya mengenai keadaan jalan tembus tersebut yang rusak parah karena aktivitas penambangan pasir ilegal di tahun 2016 silam. Selengkapnya silakan klik link berikut:





Bulan Februari 2017 ini saya kembali untuk sekian kalinya melalui jalan tembus tersebut saat akan kembali ke Kota Solo. Tentu harapan tinggi ada dalam benak saya agar kali ini jalan yang dilalui sudah jauh lebih baik daripada saat terakhir kali melewatinya. Kali ini pula rute yang saya ambil sedikit berbeda, meski pun tetap melewati jalan penghubung antara Kabupaten Magelang dengan Kabupaten Boyolali tersebut.

Kali ini Tidak Lewat Ketep Pass


Dari Muntilan

Pagi itu di hari Sabtu tanggal 18 Februari 2017, cuaca tidak terlalu cerah. Sebuah sesuatu yang wajar karena memang langit pada musim hujan tentu saja akrab dengan awan dan mendung. Pagi yang cukup berawan, akan tetapi Alhamdulillah pagi itu tidak turun hujan saat saya mulai memacu motor Fit-S tua kesayangan melintasi Jalan Magelang menuju utara. Tujuan pertama saya bukanlah langsung menuju jalan lintas Magelang-Boyolali, melainkan Kota Muntilan. Menuju jalan tembus tersebut memang melewati Kota Muntilan, akan tetapi saat itu memang saya sedang ada urusan dengan calon istri.. hehe Aaamiiin…

Calon Istri saia:
"Masih Rahasia.. hehe"

Waktu menunjukkan sekitar pukul 07.00 WIB saat saya mulai memacu motor saya melintasi Jalan Talun yang berada di utara BKK Muntilan. Cukup turus mengikuti jalan tersebut seperti rute yang saya ambil sebelumnya, hanya saja kali ini saya tetap mengambil arah timur dan bukan melewati sebuah jembatan baja yang mana nantinya akan melalui Ketep Pass. Saat itu bisa dibilang saya melakukan spekulasi karena sebelumnya belum pernah melalui jalan tersebut. Hanya ada plang kecil di pinggir jalan yang bertuliskan bahwa jalur tersebut adalah jalan tembus Magelang-Boyolali.

Jembatan Menuju Merapi-Merbabu

Beruntung karena jalan tersebut tidaklah membingungkan meskipun berkelok. Hanya ada satu jalan utama yang cukup jelas untuk diikuti. Plang penunjuk jalan pun senantiasa terpasang di pinggir jalan jika ada persimpangan. Kondisi jalan juga cukup baik, meskipun ada juga yang keadaannya sudah lumayan rusak, dan tanjakan yang ada tidak setinggi jika melewati Ketep Pass. 

Melewati Tanggul

Keadaan alam sekitar jalan juga begitu asri dengan pemandangan yang indah. Berkendara di jalur ini sempat melewati sebuah tanggul yang melintasi sebuah sungai yang berbatu dari hulunya di Merapi.

Melewati Tanggul

Akhirnya jalan ini akan sampai di jalur utama yaitu Jalan Boyolali-Magelang yang ada di Jrakah dengan keadaan jalan yang tidak terlalu parah. Ternyata tidak terasa perjalanan sudah memasuki Kabupaten Boyolali, cukup cepat tentunya, atau mungkin perjalanan menjadi tidak terasa jauh karena melewati jalan yang baru. Saya terus saja melaju ke arah timur yang nantinya akan melewati Kecamatan Selo-Cepogo-Kota Boyolali-Kota Solo.

Kembali ke Jalan Utama


Tanjakan Terjal Menuju Gancik

Rencana manusia memang tidak selalu berjalan lancar, termasuk rencana saya tadi karena Allah SWT berkehendak lain. Saat perjalanan saya sampai di Kecamatan Selo tepatnya sebelah barat SMP Negeri 1 Selo, terdapat sebuah gapura unik yang menarik perhatian dan juga tulisan “Gancik” di sekitarnya. Tentu hal tersebut menimbulkan rasa penasaran dari lubuk hati sehingga laju Fit-S milik sayapun berbelok memasuki gapura tersebut.

Gapura Menuju Gancik

Jalan yang saya lalui usai memasuki gapura tersebut searah dengan jalan menuju base camp Gunung Merbabu via Selo. Tanjakan cukup terjal harus saya lalui yang membuat motor Fit-S agak kepayahan karena memang setelannya bukan untuk dataran tinggi. Cukup mengikuti jalan menanjak tersebut maka akan dijumpai loket retribusi. Tarif untuk hanya menikmati Puncak Bukit Gancik hanya Rp7.000,00 saja. Perjalanan masih berlanjut usai loket retribusi, selanjutnya akan dijumpai sebuah pertigaan yang mana jika belok kanan adalah arah menuju base camp Selo, maka arah yang diambil adalah kiri. Sudah banyak tersedia plang penunjuk arah bertuliskan “Gancik”.

Jalur Selebar 1 Meter

Rute selanjutnya semakin menyusahkan terutama setelah meninggalkan perkampungan penduduk dan memasuki area perkebunan. Jalur tidak hanya menjadi sempit dengan lebar satu meter saja, akan tetapi tanjakan juga semakin menjadi-jadi. Kondisi kendaraan haruslah prima untuk melaluinya. Tidak jarang pengunjung gagal mencapai Gancik karena kendaraan yang tidak kuat melewati tanjakan. Jika masih kurang parah, pengunjung masih harus bersimpangan dengan pengguna jalan lainnya di jalan selebar satu meter tersebut, yang paling parah adalah saat bersimpangan dengan motor warga setempat bermuatan rumput sehingga memakan jalan.

Jalur yang Lumayan Ngeri

Menjelang puncak Bukit Gancik, tanjakan semakin menjadi-jadi. Bahkan saya harus menggunakan kaki untuk membantu motor Fit-S tetap melaju melewati tanjakan tersebut. Akhirnya setelah melewati tanjakan terjal tibalah saya di puncak Bukit Gancik. Deretan bangunan dan gardu pandang yang terbuat dari kayu dan bambu tampak bagaikan sebuah taman bermain di ketinggian. Sebuah tulisan besar “Gancik Hill Top” akan menyambut pengunjung maupun pendaki usai melewati tanjakan yang melelahkan sekaligus menyeramkan. Pendaki..? Iya benar karena puncak Bukit Gancik juga merupakan jalur pendakian ke Merbabu yang nanti akan bertemu di pos III jalur Selo.

Gancik Hill Top

Pemandangan alam dari puncak Bukit Gancik begitu menawan. Hamparan hijau hutan dan perkebunan penduduk seakan menyatu serasi dengan rumah-rumah yang terlihat kecil bagaikan mainan.

What an Epic View

Sementara itu pemandangan di sisi utara juga begitu memesona yaitu Gunung Merapi yang terlihat begitu dekat. Apabila cuaca cerah, maka pemandangan tentu akan semakin cantik tanpa terhalang oleh awan atau pun kabut. Tempat ini sangat cocok untuk menjadi spot berburu matahari terbit.

Merapi yang Berselimut Kenangan.. Eh.., Awan..


Kembali Pulang

Usai puas menjelajah puncak Bukit Gancik maka saatnya perjalanan kembali dilanjutkan untuk kembali pulang. Jika saat berangkat perjalanan melewati tanjakan yang begitu terjal, maka saat kembali otomatis akan melewati turunan yang curam. Oleh karena itu peran rem sangatlah vital saat melalui turunan curam tersebut. Jika rem sampai blong, maka bisa-bisa perjalanan akan berakhir dengan terperosok jatuh ke jurang.

Jalan Selo-Boyolali yang Sudah Muluss

Syukur Alhamdulillah karena akhirnya saya bisa sampai kembali ke jalan utama Boyolali-Magelang kembali. Motor Fit-S yang saya kendarai pun kembali melaju melintasi jalan tersebut ke arah timut menuju Kota Surakarta. Kondisi jalan dari Kecamatan Selo hingga Cepogo kini sudah mulus dengan cor. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah; H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah yang telah memperbaiki jalur wisata tersebut. JATENG GAYENG...!


Info

Tarif masuk:
Rp7.000,00

Parkir:
-

Fasilitas:
Warung makan

Jam buka:
-

Waktu kunjungan terbaik:
Pagi hari

Bonus:


2 comments:

  1. Pemandangan gancik memang top, deket kampung halaman juga :D
    Alhamdulillah udah lebih dari sekali main kesini..

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda