Menggapai Angkasa

Jelajahi Indahnya Negeri Pecahan Surga

Friday, 19 January 2018

KESEJUKAN TELAGA WAHYU DI LERENG TIMUR SANG LAWU

Destinasi kali ini masih merupakan rangkaian dari rangkaian perjalanan panjang saya sejauh 290 kilometer yang juga mampir di MARKAS TERAKHIR JENDERAL SUDIRMAN pada postingan sebelumnya. Namun destinasi kali ini bukanlah lanjutan dari postingan sebelumnya itu, melainkan destinasi pertama yang saya kunjungi pada rangkaian perjalanan tersebut.

Telaga Wahyu, Magetan, Jawa Timur
Telaga Wahyu, Magetan, Jawa Timur
Saya memulai perjalanan melintasi jalan utama Karanganyar-Magetan yang membentang melintasi lereng Gunung Lawu. Cerahnya cuaca saat itu membuat perjalanan menjadi begitu menyenangkan di bawah langit biru dan sejuknya udara Lawu. Terus berjalan ke arah timur usai melewati Telaga Sarangan, terlihat sebuah telaga lain yang lebih kecil. Karena penasaran saya kemudian mengunjungi telaga tersebut.

Telaga Wahyu

Pintu masuk menuju telaga kecil itu berada tepat di sisi kanan jalan jika berjalan ke arah Kota Magetan. Sebuah gerbang masuk sekalin menyambut saya memasuki kawasan telaga itu, juga menghilangkan rasa penasaran saya mengenai namanya. Nama telaga itu adalah Telaga Wahyu. Sama seperti Telaga Sarangan yang begitu terkenal, Telaga Wahyu juga terletak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Gerbang Masuk Telaga Wahyu
Gerbang Masuk Telaga Wahyu
Akses jalan menuju Telaga Wahyu sangatlah mudah. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, letak pintu masuk kawasan telaga ini tepat berada di sisi jalan utama Karanganyar-Magetan. Menemukannya pun gampang sekali karena jika tidak berkabut maka telaga ini akan terlihat dari ketinggian.
Solo-Telaga Wahyu

Mitos Telaga Wurung

Meski tak seluas Telaga Sarangan, panorama Telaga Wahyu tak kalah indah. Akan tetapi masih sedikit wisatawan yang berkunjung ke Telaga Wahyu ini. Sangat disayangkan terdapat sebuah mitos kurang baik yang ada di telaga ini. Mitos tersebut adalah jika sepasang kekasih pergi ke sini, maka cepat atau lambat hubungan mereka akan berakhir.
Telaga Wahyu yang Sejuk
Telaga Wahyu yang Sejuk
Agaknya mitos tersebut cukup dipercaya oleh masyarakat sekitar. Dahulu nama telaga ini adalah Telaga Wurung. Kata Wurung sendiri dalam bahasa Indonesia berarti “urung” atau tidak jadi. Akibatnya potensi keindahan Telaga Wahyu menjadi sulit berkembang karena kekhawatiran akan mitos tersebut. Padahal sebenarnya mitos tersebut hanya bohong belaka dan mungkin saja hanya sebagai alasan bagi sepasang kekasih yang memang sudah ingin untuk mengakhiri hubungan.


Keindahan Telaga Wahyu

Terlepas dari mitos yang ada, Telaga Wahyu sebenarnya menyimpan potensi yang besar. Guna semaki menarik minat wisatawan, telah tersedia becak air yang bisa dipakai pengunjung untuk berkeliling danau. Harganya pun sangat terjangkau yaitu hanya Rp40.000,00 saja untuk kapasitas dua orang dewasa.
Becak Air di Telaga Wahyu
Becak Air di Telaga Wahyu
Pemandangan lereng Lawu di sebelah timur yang menghujau juga akan memanjakan mata pengunjungnya. Selain itu, fasilitas pendukung pariwisata yang ada di sini juga kian lengkap. Warung-warung makan sudah tersedia jika tiba-tiba lapar menyerang, juga fasilitas penunjang lain seperti toilet dan mushalla.
Kompleks Warung Makan dan Suvenir di Telaga Wahyu
Kompleks Warung Makan dan Suvenir di Telaga Wahyu
Bagi mereka yang gemar memancing, Telaga Wahyu juga bisa menjadi pilihan spot memancing ikan yang pas. Duduk-duduk di pinggir telaga sambil memancing ditemani dengan sejuknya udara pegunungan tentunya sangat menyenangkan. Jika hanya ingin duduk-duduk, di pinggir telaga juga sudah tersedia tempat untuk berlindung dari panasnya matahari. Sebagai info tambahan, tahun 2018 akan diadakan perbaikan untuk semakin mempercantik Telaga Wahyu ini.


Info

Jam buka tiket:
06.00 WIB-18.00 WIB

Tiket masuk:
Rp5.000,00

Tarif parkir:
Rp2.000,00 (motor)

Tarif sewa becak air:
Rp40.000,00

Fasilitas:
Area parkir, warung makan, mushalla, toilet, sewa becak air

Waktu kunjungan terbaik:
Pagi hari menjelang siang saat cuaca cerah

30 comments:

  1. Duhh...
    Pengen kesitu tp kok ada mitos yang ga enak.. hmmm...

    ReplyDelete
  2. aaah sumpah ya negri ini tempat wisatanya banyak banget. Adem deh mata liat yg ijo2. Duuuuuuuuh aku mau banget ke situ!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain ke sini kalo begitu.. Rasakan sendiri kesejukan semilir angin gunung.. hehe

      Delete
  3. Viewnya itu lo yang nyenengin. Pegunungan hijau. Wahhh paling demen 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Favorit emang kalo pas liburan ke tempat yang ijo-ijo plus sejuk udaranya..

      Delete
  4. Lumayanlah dengan harga tiket segitu, bisa ngemper lihat danau. Trus ada payungnya, bisa untuk tempat piknik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu termasuk murah hlo..
      Denger" juga ke depannya bakal ditambah banyak "payung teduh"nya.. hehe

      Delete
  5. Kl aku bakal milih mancingnya mas, duduk didekat telaga sambil mancing nikmatin udara dingin lawu, uwwww syahduuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu pas ke sini jangan lupa bawa alat pancing ya..
      Sama berdoa biar cuacanya bagus...

      Delete
  6. uhhh kalau lihat tempat wisata gini, bawaannya kudu ninggal kerjaan aja terus kabur, nyari udara sejuk di sana. :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oleh karena itu manfaatkan liburan sebaik mungkin, biar pas kerja semangat.. hehe

      Delete
  7. Karena mitos tersebut mungkin juga kurang diminati para muda-mudi ya? :D
    Tp mungkin saja mitos sengaja dibuat masyarakat setempat agar tempat tersebut tidak disalahgunakan para muda-mudi (baca: mojok)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm.. Seharusnya untuk menangkal kejadian mesum bisa dilakukan oleh pihak terkait yang secara rutin melakukan patroli..

      Delete
  8. telaganya aja udah cakep, apalagi Gunung Lawunya, belum mendaki ke sana nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain ndaki Lawu mbak.. Bagus hlo pemandangannya.. hehe

      Delete
  9. Ini dekat sama Telaga Sarangan kah? Kalau dilihat kok kayaknya tidak berjauhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Deket banget..
      Paling cuma lima menit perjalanan..

      Delete
  10. Sayang banget ya sama mitosnya. Dampaknya segitu besar.
    Berarti ini tugasnya dispar dan anak2 muda pegiat konten kreatif, untuk mengubah mindset. Promonya harus dibikin oleh anak muda, untuk anak muda. Inshaa Allah rame deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Tapi dengan pembenahan dari dinas terkait InsyaAllah mitosnya perlahan akan hilang...

      Btw..
      Coba mbak besok habis tunangan ke sini trs buktikan bahwa mitosnya salah.. hehe

      Delete
  11. Baru asyik2 mainan becak air, terus selang beberapa hari putus. Duuh, sayang banget kalau sampai terjadi ya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan cuma mitos..
      Siapa tau emang udah ada niat putus sejak awal.. hehe

      Delete
  12. Hampir tiap tempat wisata alam punya mitos sendiri2 yah hahahha, tapi sumpah ini tempatnya bagus banget, adem, seger, betah untuk berlama2 di sana sepertinya hahah

    ursulametarosarini.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Tapi justru itu yang membuatnya semakin menarik...
      Sayangnya kalo mitosnya kurang bagus juga dampaknya g baik juga bagi suatu destinasi..

      Betu mbak.. Hawanya adem di sini...

      Delete
  13. Wah sayang sekali, mitosnya malah jadi batu sandungan ya. Padahal telaganya cantik gitu kok. Salam kenal, mas Angga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Cukup disayangkan...
      Tapi semoga ke depannya orang" yg memercayai mitos semacam ini semakin berkurang...

      Delete
  14. terlepas dari mitos yang sebenarnya patut dijaga. sebenarnya harus ada pengecualian tentang mitos seperti itu, tergantung kita menyikapinya dengan baik.
    keindahan telaga wahyu tak kalah dengan telaga yang lain, apalagi bisa menikmati keindahan lereng bagian timur gunung Lawu yang membuat rindu akan pendakian yang dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo mitos itu tetap ada g masalah ms..
      Cuma tinggal orang yg terlalu memercayainya aja masalahnya...

      Betul.. Salah satu destinasi potensial yg sedang dikembangkan...

      Delete
  15. di magetan ada tempat kaya gini ya? padahal sering lewat tai baru tahu. Biasanya sarangan lagi sarangan lagi hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin pernah lihat, kan telaganya tepat di pinggir jalan.. Telaga yang lebih kecil di bawah Sarangan...

      Delete

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Jika bermanfaat, mohon kesediaannya untuk menshare postingan yang ada.