Laman

Friday, 30 June 2017

SOKO GUNUNG; SAJIAN WONOGIRI DARI KETINGGIAN

Wonogiri merupakan sebuah kabupaten yang letaknya berada di pojok tenggara Provinsi Jawa Tengah. Nama Wonogiri sendiri berasal dari kata Wono/Wana yang berarti hutan dan Giri yang berarti gunung. Nama tersebut sangatlah pas disandang oleh Wonogiri karena daerahnya yang memiliki hutan hijau luas dan kontur tanah berupa perbukitan. Kabupaten Wonogiri berbatasan langsung dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah barat dan Provinsi Jawa Timur di sebelah timur dan tenggara.

Soko Gunung; 780 MDPL

Jika membicarakan mengenai Wonogiri, kemungkinan besar yang terbayang dalam benak adalah mie ayam dan baksonya yang enak dan Waduk Gajah Mungkur yang telah lama menjadi ikon dari Wonogiri. Akan tetapi sepertinya pembicaraan mengenai Wonogiri akan semakin meluas; tidak hanya melulu dua hal tersebut saja karena wisata Wonogiri yang juga mulai menggeliat. Salah satu obyek wisata baru yang ada di Wonogiri adalah Menara Pandang Soko Gunung. Disebut baru karena memang tempat ini baru dibuka tepat setahun yang lalu yaitu tanggal 29 Juni 2016.


Menuju Menara Pandang Soko Gunung

Alamat lengkap dari obyek wisata ini adalah di Desa Soko Gunung, Kelurahan Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Letaknya tidak jauh dari pusat Kota Wonogiri dengan jarak tempuh hanya sekitar 9 kilometer dan waktu tempuh sekitar 20 menit saja. Jika dari Kota Surakarta maka jarak tempuhnya adalah sekitar 42 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih selama 1 jam 15 menit. Disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi karena tidak tersedia kendaraan umum untuk mengantar sampai ke tujuan.

Solo-Soko Gunung

Menuju Menara Pandang Soko Gunung tidaklah sulit. Tempat ini searah dengan Gantole Wonogiri di Puncak Joglo yang terlebih dahulu dikenal. Jika perjalanan dimulai dari Kota Surakarta, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah:

  • Berkendara menuju Kota Wonogiri.
Gerbang Masuk Wonogiri

  • Usai sampai di Kota Wonogiri maka ambil jalan utama menuju Pracimantoro (bukan arah Ponorogo atau Pacitan).
  • Nantinya akan dijumpai sebuah jembatan besar yang mana pemandangan ke arah Waduk Gajah Mungkur akan terbentang luas di sebelah kiri.
Jembatannya
  • Kurangi kecepatan usai melewati jembatan karena sebentar lagi perjalanan akan dilanjutkan dengan berbelok masuk ke arah gang yang ada di kanan jalan sehingga harus menyeberang.
Gangnya

Selanjutnya untuk masalah mencari arah sudah tidak ada masalah lagi dan cukup mengikuti jalan aspal. Sudah tersedia banyak papan petunjuk arah untuk mencapai Menara Pandang Soko Gunung. Tidak lama kemudian akan ditemui pos registrasi yang berlaku untuk masuk ke 3 tempat sekaligus yaitu Watu Cenik, Puncak Joglo, dan Soko Gunung. Banyak juga petugas karang taruna di jalan yang akan memandu para pengunjung untuk sampai lokasi yang diinginkannya. Perlu diketahui bahwa Soko Gunung adalah spot tertinggi di antara ketiga spot yang ada.

Retribusi Masuk

Memang untuk masalah arah tidak lagi menyusahkan, akan tetapi bukan berarti perjalanan akan mudah. Tantangan selanjutnya adalah kondisi jalan yang menanjak; bukan tanjakan biasa, namun tanjakan yang cukup terjal. Bahkan usai pos registrasi terdapat beberapa titik tanjakan terjal yang hanya boleh dilalui oleh 1 kendaraan saja untuk meminimalkan resiko kecelakaan fatal apabila ada kendaraan yang tidak kuat menanjak.

Peringatan Tanjakan

Tentu kapasitas, jenis, dan kondisi kendaraan tidak boleh sembarangan jika ingin kuat melewati tanjakan terjal tersebut. Petugas karang taruna desa yang ada pun akan membantu dan melancarkan sistem buka-tutup jalur untuk meminimalkan resiko kecelakaan. Usai melalui perjalanan melintasi tanjakan terjal maka perjalanan akhirnya sampailah di lokasi parkir Menara Pandang Soko Gunung.


Masih Menuju Menara Pandang Soko Gunung

Perjalanan memang sudah sampai di tujuannya, tetapi sayangnya hanyalah perjalanan dengan menggunakan kendaraan saja sampai di area parkir. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang telah ditata dengan baik oleh pihak Desa Soko Gunung.

Jalan Setapak

Perjalanan dengan berjalan kaki tidaklah memakan waktu yang lama. Hanya membutuhkan sekitar 10 hingga 15 menit saja untuk sampai di Menara Pandang Soko Gunung. Jalan setapak kondisinya menanjak yang mana terkesan seperti melakukan pendakian gunung dan cukup membuat nafas ngos-ngosan saat melaluinya terutama bagi pengunjung yang jarang berolah raga.

RULES

Setelah melalui jalan setapak, akan dijumpai pertigaan yang mana jika berbelok ke arah kiri maka akan sampai di menara pandang 1 dan jika berbelok ke arah kanan akan sampai di menara pandang 2. Jarak tempuh menuju menara pandang 1 sedikit lebih jaluh daripada jarak menuju menara pandang 2 dari pertigaan ini. Setelah memilih tentunya perjalanan kembali dilanjutkan dengan berjalan kaki.


Menara Pandang Soko Gunung 1

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jika memilih arah kiri maka perjalanan akan sampai di menara pandang 1. Bangunan menara pandang 1 hanya terdiri dari bambu, akan tetapi cukup kokoh dan dapat menampung hingga 10 orang. Pemandangan yang tersaji di sekeliling menara pandang 1 begitu menakjubkan.

Selamat Datang di Soko Gunung

Mulai dari sisi timur pemandangan ke arah Gunung Lawu terlihat jelas jika cuaca cerah, tidak ketinggalan pula Kota Wonogiri pun juga ikut menampakkan dirinya. Menara pandang 2 juga bisa disaksikan di sebelah timur menara pandang 1 ini.

Timur

Selanjutnya bentang alam berupa dataran dengan warna hijaunya pepohonan yang luas tersaji di sisi utara dan terlihat pula Waduk Tandon/Waduk Krisak yang nampak bagaikan kolam kecil dari atas ketinggian.

Utara

Melihat ke arah barat maka akan tersaji panorama deretan pegunungan yang membentang luas, beberapa di antaranya lebih tinggi daripada Menara Pandang Soko Gunung. Akan tetapi meskipun terdapat bentang pegunungan, matahari terbenam tetap dapat dinikmati di sebelah barat karena ternyata tidak terhalang oleh deretan perbukitan.

Barat

Sisi selatan bisa dibilang adalah yang menyajikan panorama paling spektakuler. Adalah ikon Wonogiri yaitu waduk raksasa bernama Gajah Mungkur yang terlihat bagaikan lautan luas dengan latar belakang pegunungan selatan. Sebelumnya pastilah tidak menyangka bahwa Waduk Gajah Mungkur ternyata begitu luas.

Selatan

Atraksi lain berupa gantole atau parasut yang sedang mengudara tentunya semakin menghiasi pemandangan di sisi selatan. Terdapat bangunan berwarna biru di bukit seberang sisi selatan, yang mana itu adalah Puncak Joglo atau tempat di mana gantole tersebut mulai mengudara. Jika membawa lensa tele, maka akan terlihat tulisan “Puncak Joglo”.

Gantole

Terapat sebuah spot berfoto yang menjorok ke arah selatan di menara pandang 1 ini. Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang Waduk Gajah Mungkur yang menakjubkan. Tidak ketinggalan pula plang-plang artistik bertuliskan “Soko Gunung” dengan ketinggian 780 meter di atas permukaan laut akan menjadikan foto menjadi lebih berkesan.

Spot Foto


Menara Pandang Soko Gunung 2

Setelah puas menikmati bentang alam dari menara pandang 1, saatnya untuk gantian mengunjungi menara pandang 2. Tentu berjalan kaki harus dilakukan lagi untuk mencapai menara pandang 2. Tentunya bukanlah perjalanan yang jauh karena hanya dalam waktu singkat perjalanan akan sampai di menara pandang 2.

Panorama Khas dari Menara Pandang 2

Sebenarnya pemandangan secara umum tidaklah terlau berbeda jauh karena memang letak kedua gardu pandang ini tidak terlalu jauh. Akan tetapi jika ingin menikmati indahnya matahari terbenam, menara pandang 2 merupakan tempat yang lebih bagus sementara menara pandang 1 lebih bagus untuk lebih menikmati pemandangan ke arah Waduk Gajah Mungkur.

Sunset

Sesuatu yang menarik di menara pandang 2 adalah spot fotonya. Pengelola membuat arsitektur spot foto yang ada di menara pandang 2 menjadi seperti perahu sehingga saat berfoto nanti pengunjung terlihat seakan seperti menaiki perahu yang sedang terbang. Tidak perlu cemas soal plang tulisan “Soko Gunung” karena di menara pandang 2 ini juga tersedia. Kapasitas menara pandang 2 lebih sedikit daripada menara pandang 1 yaitu hanya muat menampung 6 orang saja.

Kapal Terbang


Penutup

Menjelang malam, atau usai matahari terbenam maka jam kunjung ke Soko Gunung pun berakhir. Pukul 17.30 WIB pengunjung sudah tidak diperkenankan untuk naik dan pengunjung yang masih berada di atas sudah diimbau untuk turun oleh petugas yang ada. Semua itu demi keselamatan pengunjung sendiri karena memang belum tersedia penerangan di sepanjang jalan setapak hingga menara pandang.


Informasi

Jam Buka:
05.00WIB - 17.30 WIB

Tiket Masuk:
Rp5.000,00 per orang

Tarif Parkir
Rp2.000,00 (sepeda motor)

Fasilitas
Area parkir, warung makan, spot selfie

Waktu Kunjungan Terbaik
Pagi hari sewaktu baru buka (jika ingin menikmati sunrise) dan sore hari (jika ingin menikmati sunset)

Bonus:


6 comments:

  1. Wahh jos mas. Catatannya komplit sekali. Pas kesini dulu tangganya belum jadi, terus itu tulisan slamat datang n spot kapal juga belum ada. Waah. Mesti kesini lagi ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyo mbak.. Pas ku baca punyamu tu waktu beberapa bulan dibuka..
      Sekarang udah ada beberapa perbaikan..

      Coba main ke sini lagi besok.. hehe

      Delete
  2. Foto ceweke kuwi sopo mas,,pacarmu ya :D...cantik tenan....pemandangane :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udu bang.. Mung pengunjung takjaluki fotone...
      Kan lumayan, ben postingane menarik.. Timbang masang fotoku.. haha

      Monggo dolan rene ms...

      Delete
  3. Baru liat jalan setapak itu uda ngos2an dl. Wkwkwk Keren yak, WNG banyak tempat kece di ketinggian. Aku baru ke Gn Gandul aja. Hiks.

    Oya mas, btw logo Pesona Indonesia yang di header itu salah lho, itu yg lama. Hehe ngingetin aja sih, mungkin bs diganti sm yg baru. Salam pesona indonesia. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyo bang.. Pengen explore ke banyak tempat di Wonogiri..
      Ak malah belum pernah ke Gn.Gandul.. Mesti mau ke sana batal terus.. haha

      Oiya ya.. Udah direposisi tahun 2016...
      Hatur nuhun informasinya..

      Delete