-->

Anggara W Prasetya

I am a Writer

Anggara W Prasetya

Seorang laki-laki yang senang berpetualang. Mengabadikan setiap perjalanannya dalam bentuk tulisan dan video. Saat ini sedang semangat-semangatnya mendokumentasikan perjalanan di channel Youtube. Suka main ke gunung, ke air terjun, ke pantai, ke mana saja kaki melangkah.

  • Surakarta
  • anggarawepe@yahoo.co.id
  • www.menggapaiangkasa.com
Me

My Professional Skills

The future belongs to those who learn more skills and combine them in creative ways

Writing 90%
Editing Video 85%
Photography 80%
Translator 75%

Awesome features

Aliquam commodo arcu vel ante volutpat tempus. Praesent pulvinar velit at posuere mollis. Quisque libero sapien.

Animated elements

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sed tempus cursus lectus vel pellentesque. Etiam tincidunt.

Responsive Design

Pellentesque ultricies ligula a libero porta, ut venenatis orci molestie. Vivamus vitae aliquet tellus, sed mollis libero.

Modern design

Duis ut ultricies nisi. Nulla risus odio, dictum vitae purus malesuada, cursus convallis justo. Sed a mi massa dolor.

Retina ready

Vivamus quis tempor purus, a eleifend purus. Ut sodales vel tellus vel vulputate. Fusce rhoncus semper magna.

Fast support

Suspendisse convallis sem eu ligula porta gravida. Suspendisse potenti. Lorem ipsum dolor sit amet, duis omis unde elit.

0
mountain
0
blog post
0
video project
0
city tour
  • Bukit Candi Tawangmangu, Pas untuk Pendaki Pemula

    Musim hujan tidak menyurutkan niat saya untuk mendaki. Namun tentu saja saya absen dari pendakian gunung tinggi. Cukup berkunjung ke puncak perbukitan di sekitar rumah untuk melepas kerinduan akan mendaki.

    Hari pertama bulan Februari 2020, saya berangkat ke Karanganyar. Hendak mendaki Bukit Mongkrang di Tawangmangu. Saya tidak sendiri. Melainkan ditemani oleh seorang kawan dari Solo. Deki namanya.

    Jalur pendakian Bukit Mongkrang dapat dicapai melalui kawasan Tlogo Dringo yang ada dekat Cemara Kandang, perbatasan dengan Cemara Sewu, Magetan, Jawa Timur.

    Bukit Mongkrang Tawangmangu, Cocok untuk Pemula

    Bukit Mongkrang adalah salah satu dari perbukitan yang berada di selatan Gunung Lawu. Alasan saya memilih Bukit Mongkrang untuk perjalanan kali ini adalah bukitnya tidak terlalu tinggi.

    Namun, lokasi yang akan saya tuju saat itu bukanlah Puncak Bukit Mongkrang, melainkan Puncak Bukit Candi yang merupakan puncak pertama dari deretan Pegunungan Lawu Selatan.

    Jalur pendakian menuju Bukit Candi sendiri cukup mudah dilalui, sehingga aman didaki saat musim hujan seperti sekarang ini.

    Dari kota Solo, menuju Pintu Gerbang Pendakian Bukit Mongkrang hanya memerlukan waktu sekitar satu jam. Setelahnya, para pengunjung harus berjalan kaki menuju puncak Bukit Mongkrang. 

    HTM Bukit Mongkrang Tawangmangu

    HTM Bukit Mongkrang Tawangmangu cukup ramah di kantong. Pendaki hanya perlu merogoh kocek Rp 10.000, yaitu Rp 5.000 untuk retribusi dan Rp 5.000 untuk biaya parkir. 

    Masing-masing pos pembayaran ada tujuannya. Tiket retribusi untuk pengelolaan kawasan wisata, sedangkan biaya parkir akan masuk ke kas karang taruna setempat.

    Apabila para pendaki ingin berkemah, maka dikenakan tarif tambahan sebesar Rp 7.500 per orang. Harga tersebut tidak terlalu berat bila dibandingkan dengan puasnya menikmati keindahan alam Bukit Mongkrang selama seharian penuh.

    Padang Ilalang Bukit Mongkrang yang Viral

    Bukit Mongkrang ini sempat viral awal tahun 2019 lalu. Hal ini disebabkan oleh bunga ilalangnya yang tumbuh lebat, sehingga amat cantik dijadikan spot foto. 

    Maka tidak heran bila banyak pengunjung berbondong-bondong datang ke Bukit Mongkrang untuk berfoto di tengah-tengah bunga ilalang.

    Sayangnya, saat saya ke sini bunga ilalang tidak selebat dulu. Itu karena bunga ilalang hanya mekar sekali. Seperti diketahui, Bukit Mongkrang sempat kebakaran hebat menjelang akhir 2018 silam.

    Setelah itu, ilalang pun kembali tumbuh dan sekitar Maret-April 2019, bunganya bermekaran. Usai mekar, maka bunga berubah menjadi rumput ilalang. 

    Kalau tidak dapat ilalang di Bukit Mongkrang, jangan berkecil hati. Ilalang di sini hanyalah 1 dari beragam keindahan ciptaan Tuhan. Masih banyak obyek-obyek lain yang tak kalah indah dan pantas untuk dikagumi.

    Tiba di Puncak Bukit Candi

    Ketika puncak semakin dekat, saya semakin menggebu untuk bergegas menuju tujuan. Ingin melihat indahnya panorama pegunungan Lawu. Diperlukan kurang lebih 1 jam perjalanan untuk mencapai puncak.

    Hingga akhirnya saya dan Deky tiba di Puncak Bukit Mongkrang. Alhamdulillah… Merupakan kepuasan tersendiri karena bisa menaklukkan di sendiri. Juga memuaskan rasa rindu untuk mendaki.

    Sebenarnya, saya penasaran dengan penamaan Bukit Candi. Entah apa alasan penamaannya, saya tidak tahu. Apakah mungkin ada candi yang terkubur di bawah bukit ini?

    Sejatinya Bukit Mongkrang ini amat luas. Kita bisa melanjutkan perjalanan ke bukit yang satunya, yaitu Puncak Bukit Candi 2. 

    Hanya butuh sekitar 5 menit untuk sampai ke sana. Puncak Bukit Candi biasanya dijadikan tempat berkemah para pendaki. 

    Meski tempat ini adalah puncak bukit, nyatanya ini bukan titik tertinggi di kawasan perbukitan selatan Gunung Lawu. Masih ada puncak bukit yang lebih tinggi lagi. Yaitu Puncak Mongkrang dan Jobolarangan

    Panorama Terbaik di Puncak Bukit Mongkrang

    Rupanya, panorama alam yang tersaji di Puncak Bukit Mongkrang tidak main-main. Ada hamparan awan putih yang mewarnai langit. Perbukitan hijau milik Lawu yang memanjakan mata. Juga ada Puncak Mongkrang dan Jobolorangan di sisi selatan yang menggoda saya untuk segera menggapainya.

    Memang pemandangan di perbukitan tidak lengkap bila tak mendapati gunung. Andai cuaca cerah, Gunung Lawu akan terlihat megah dan gagah, menghiasi pemandangan sisi utara di bukit Mongkrang.


    Usai puas menikmati keindahan panorama Puncak Bukit Mongkrang, akhirnya kami memutuskan untuk turun. Sudah terlampiaskan rasa rindu untuk mendaki.

    Terakhir, menurut saya: Puncak Bukit Mongkrang cocok untuk para pendaki pemula, atau sekadar melepas kerinduan mendaki di musim hujan seperti ini. 

    Perjalanan kali ini saya lengkapi dengan sebuah video yang sudah tayang di Youtube channel saya. Silakan dinikmati…

  • Bukit Paralayang Watugupit, Spot Terbaik Melihat Sunset di Jogja

    MENGGAPAIANGKASA.com - Minggu (19/1/2020), cerahnya cuaca membuat saya bersemangat untuk menjelajah kembali. Walaupun badan kelelahan karena baru saja berkunjung ke Curug Silawe, rasa penasaran ingin mengejar sunset seolah tak terbendung.

    Bukit Paralayang Watugupit, Gunungkidul, Yogyakarta
    Bukit Paralayang Watugupit, Gunungkidul, Yogyakarta

    Sore itu, saya bergegas pergi ke Gunungkidul. Tujuan saya saat itu ada di dekat Pantai Parangtritis. Tujuannya jelas, yakni untuk melihat matahari terbenam dari ketinggian. Nama tempat itu adalah Bukit Paralayang Watugupit.

    Tiba di lokasi, rupanya kondisi sudah cukup ramai. Wajar saja, hari itu merupakan akhir pekan: waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga, kawan maupun pasangan. Juga, obyek wisata ini sedang viral kala itu.

    Sebenarnya saya malas datang berkunjung ke tempat seramai ini. Namun kapan lagi saya bisa menyaksikan sunset dalam keadaan cuaca secerah ini saat musim hujan? Bagi saya, keberuntungan kali ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

    Rute Menuju Bukit Paralayang Watugupit Jogja

    Bukit Paralayang Watugupit berada di Dusun Watugupit, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul. Bukit ini merupakan bagian dari perbukitan yang berada di sebelah timur Pantai Parangtritis.

    Obyek wisata ini berjarak sekitar 32 km dari pusat Kota Jogja. Waktu tempuh yang dibutuhkan kurang lebih 1 jam.

    HTM Bukit Paralayang Watugupit Jogja

    Apabila wisatawan hendak berkunjung ke Bukit Paralayang Watugupit Jogja, akan ada 2 pos retribusi yang harus dilalui. Pos pertama adalah saat memasuki kawasan Pantai Parangtritis. Di sana pengunjung harus membayar retribusi sebesar Rp 10.000.

    Bukit Paralayang Watugupit, Gunungkidul, Yogyakarta
    Sore di Bukit Paralayang Watugupit, Gunungkidul, Yogyakarta

    Pos kedua berada di kawasan perbukitan yang masuk ke wilayah Kabupaten Gunungkidul. Di sana pengunjung harus membayar retribusi sebesar Rp 5.000

    Sesampainya di Bukit Paralayang Watugupit, tidak ada tiket masuk yang harus dibayarkan lagi. Namun apabila pengunjung membawa motor, cukup bayar Rp 3.000 untuk membayar parkir.

    Sunset di Bukit Paralayang Watugupit Jogja

    Sudut terbaik untuk menyaksikan sunset dari ketinggian adalah di Bukit Paralayang Watugupit Jogja. Kita dapat melihat detik-detik matahari terbenam seolah ditelan lautan. Tak hanya itu, suasana juga amat romantis dengan cakrawala sore berwarna oranye yang mendamaikan hati.


    Di sini, pengunjung bisa memandang laut lepas yang begitu indah. Garis pantai selatan yang memanjang seolah menyatukan keindahan antara daratan dan lautan. Ombak yang berkejaran membuat pantai terasa lebih hidup. Semua itu kian nikmat ditemani hangatnya mentari sore.

    Panorama seindah ini tak boleh disia-siakan. Saya segera mengambil seperangkat alat perekam gambar untuk melakukan timelapse dan mengambil potret senja. Saya tidak boleh membuang kesempatan seindah ini.

    Menyaksikan Mentari yang Ditelan Lautan

    Hari pun makin sore. Sunset kian dekat. Dari atas bukit, orang-orang mulai menghitung detik demi detik terbenamnya matahari. Sembari bersyukur atas indahnya karunia-Nya yang satu ini. Sulit digambarkan dengan kata-kata. Saya hanya mampu terpana melihat kemegahannya.

    Bukit Paralayang Watugupit, Gunungkidul, Yogyakarta
    Sunset di Bukit Paralayang Watugupit, Gunungkidul, Yogyakarta

    Dan menghilangnya mentari yang ditelan lautan di ufuk berat, menandakan bahwa akhir pekan yang cerah itu telah usai. Malam mulai gelap, saya segera pulang ditemani hangatnya angin malam.

    Tidak ada yang lebih menyenangkan dari akhir pekan yang begitu cerah. Kira-kira kapan lagi ya saya menemukan momen seindah ini?

  • Curug Silawe Magelang yang Sejuk, Indah, dan Menyegarkan

    MENGGAPAIANGKASA.com - Rupanya Magelang masih punya obyek wisata yang sangat indah, tetapi masih tersembunyi. 

    Selain Silancur Highland, ada satu air terjun di lereng Gunung Sumbing yang sangat elok, tetapi masih jarang dijamah para wisatawan, sehingga membuat keasrian alamnya terjaga dengan baik. Ia adalah Curug Silawe.

    Usai mendapatkan momen sunrise yang epik di Silancur Highland, Minggu (19/01/2020), saya melanjutkan perjalanan ke arah barat daya Magelang. Sengaja datang ke Curug Silawe untuk menyaksikan keindahannya.

    Rute Menuju Air Terjun Curug Silawe Magelang

    Curug Silawe ini terletak di Dusun Kopeng Kulon, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

    Jarak tempuh dari Kota Magelang adalah sekitar 20 km. Waktu tempuh yang dibutuhkan kira-kira 45 menit dari pusat kota.

    Perjalanan menuju Air Terjun Curug Silawe melewati jalan utama menuju wisata Candi Borobudur. Kemudian berlanjut menuju jalan penghubung Salam-Purworejo.

    Berkendaralah terus hingga menemukan sebuah persimpangan yang mengarah ke Kecamatan Kajoran. Dari daerah Kajoran, lanjutkan dengan menyusuri jalan kecil berupa jalan cor khas desa hingga berujung ke jalan berbatu.

    Di ujung jalan dari area permukiman warga, tiba-tiba jalan berubah menjadi menanjak. Iya, jalanan berbatu dan menanjak. Perpaduan yang amat komplet. 

    Apabila kamu hendak datang ke Curug Silawe, pastikan kendaraan sudah diservis dan siap untuk diajak menanjak.

    Harga Tiket Masuk Curug Silawe

    HTM yang dikenakan untuk masuk ke Air Terjun Curug Silawe cukup terjangkau. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp4.000. 

    Kemudian untuk parkir sepeda motor,  pengunjung cukup memberikan uang sebesar Rp 2.000. Jika ingin membeli makanan dan minuman di warung, maka harganya bervariasi.

    Kesegaran Curug Silawe

    Curug Silawe ini berada di lereng Gunung Sumbing tepatnya pada ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ia tersembunyi di balik hijaunya pepohonan yang rindang dan bambu-bambu rimbun.

    Dari sisi atas, kita telah mendapati pemandangan air terjun yang sungguh indah. Cahaya matahari membuat aliran airnya tampak berkilau bagai tirai vertikan yang menjulang tinggi.

    Tak sabar rasanya saya ingin segera menuju dasar air terjun. Meski harus melewati tangga semen yang terjal, jalan tetap aman karena ada pegangan besi di kanan kiri.

    Ketika sampai di bawah, rupanya kesegaran Air Terjun Curug Silawe tiada tandingannya. Bagai menemukan oase segar di sudut Kabupaten Magelang.

    Pelangi di Curug Silawe

    Aliran air Curug Silawe yang membentur bebatuan menimbulkan percikan air yang mampu membiaskan cahaya matahari pagi hingga membentuk pelangi. Saya bagai mendapat hadiah alami dari Sang Pencipta.

    Keindahan pelangi di Curug Silawe seolah membuat siapa pun ingin mendokumentasikannya melalui lensa kamera. Pelangi di air terjun merupakan sebuah momen langka yang harus diabadikan.

    Air terjun dengan ketinggian 50-60 meter ini sungguh indah. Saya begitu kagum dengan Curug Silawe. Bisa dibilang, ini adalah air terjun paling indah yang pernah saya saksikan saat itu.

    Main Air di Curug Silawe

    Aliran air Curug Silawe saat itu cukup deras. Merupakan sebuah keberuntungan karena saya datang pada musim hujan dengan keadaan cuaca yang amat cerah.

    Meski alirannya deras, arus sungai di bawahnya cukup bersahabat, sehingga tidak berbahaya. Kolam air di bawah air terjun juga tidak terlalu dalam. Saya yang tidak bisa berenang pun bisa bermain air sambil melihat gagahnya air terjun.

    Pada hari itu, saya menjadi satu-satunya pengunjung yang datang. Seolah saya memiliki air terjun pribadi. Entah kenapa tidak banyak orang yang datang ke sini. 

    Mungkin karena lokasinya yang cukup jauh dan masih tersembunyi. Tapi itu merupakan kabar baik. Dengan begitu, Curug Silawe tetap terjaga keasriannya dan menjadi tempat terbaik bagi para pencinta kedamaian.

    Sungguh Air Terjun Curug Silawe begitu indah. Di mana lagi bisa menemukan perpaduan antara keindahan alam, ketenangan, kesegaran air dan sejuknya udara. Semua itu tersaji di sini. Di Curug Silawe.

    Keindahan Air Terjun Curug Silawe telah saya abadikan dalam bentuk video. Kamu bisa saksikan di video Youtube berikut ini. Dan jangan lupa untuk subscribe channel Youtube saya ya... 

  • Pemandian Jarit Tirtowono Lumajang yang Asri

    MENGGAPAIANGKASA.com - Pemandian merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Ia menjadi pilihan banyak orang sebab menyajikan sensasi kesegaran dan cukup berbeda dari jenis destinasi wisata lainnya. 

    Dengan berlibur ke pemandian, maka pengunjung bisa berenang, berendam atau sekadar bermain air dengan sanak saudara atau kawan sebaya. Cocok untuk anak-anak, remaja maupun orang dewasa.

    Pemandian Jarit Tirtowono, Favorit Warga Lumajang

    Di Lumajang, ada salah satu pemandian yang terkenal sejak dahulu kala. Dulunya, pemandian ini bernama umbulan Tirto Wono. Disebut umbulan karena dulu masih berbentuk kolam air alami yang tidak diberi batas dinding. 

    Seiring perkembangan zaman, pemandian ini mulai dibenahi dan direnovasi. Kini orang-orang menyebutnya pemandian Tirtowono Jarit. Namun masyarakat lokal kerapkali menyebutnya dengan Pemandian Jarit.

    pemandian-jarit-tirtowono
    Kolam dewasa pemandian Jarit yang sudah ada sejak dulu

    Lokasi dan HTM Pemandian Tirtowono Jarit

    Pemandian ini terletak di Desa Jarit Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. Lokasinya persis di pinggir jalan raya Kecamatan Pasirian. Harga tiket masuk per orang adalah 5.000 rupiah. 

    Apabila datang saat musim liburan seperti perayaan hari natal dan menjelang tahun baru, maka harga tiket masuk naik menjadi 10.000 rupiah per orang. Lain halnya dengan tiket parkir, yaitu 5.000/sepeda motor dan 10.000/mobil.

    Sumber Air Berasal dari Pepohonan Sekitar

    Lumajang berada di kaki Gunung Semeru. Begitu pula letak pemandian ini. Namun air yang ada di pemandian Tirtowono Jarit ini bukan berasal dari sumber mata air Gunung Semeru. Melainkan bersumber dari pohon-pohon besar yang mengelilinginya.

    Pohon yang besar-besar tersebut menyimpan air dalam jumlah banyak sehingga mampu mengalirkan air ke pemandian. Apabila pohon tersebut ditebang, maka niscaya tidak ada air lagi di pemandian tersebut. 

    Maka, kita sebagai masyarakat juga harus mengawal supaya pohon-pohon tersebut tidak ditebang. Harus tetap ada, lestari sebagaimana mestinya.

    pemandian-jarit-lumajang
    Pemandian Jarit yang juga tersedia panggung hiburan

    Tersedia 3 Kolam Sesuai Spesifikasi dan Kebutuhan

    Dulunya, pemandian ini hanya memiliki 1 kolam besar. Kedalamannya mencapai 3 meter. Tidak ada sisi yang landai atau dangkal di kolam ini. Semua sudut di kolam ini kedalamannya sama. Biasanya digunakan untuk orang dewasa atau anak muda yang pandai berenang.

    Namun kini pemandian tersebut telah direnovasi dan diperbaharui dengan menambah 2 kolam. Kolam untuk anak-anak dengan kedalaman 50 cm, serta untuk remaja dengan kedalaman 150 cm. 

    Di kolam anak-anak terdapat mainan yang mampu membuat anak-anak semakin ceria dan bersemangat saat bermain di pemandian.

    pemandian-jarit-lumajang
    Kolam anak-anak yang sangat ramai

    Pemandian yang Teduh, Asri, dan Rindang

    Para pengunjung yang tidak berenang, biasanya akan menunggu di sekitar kolam. Ada banyak tempat yang bisa digunakan untuk berteduh. Boleh bila menggelar tikar ala piknik di bawah pepohonan yang rindang. 

    Boleh juga bila berjalan-jalan ke taman bunga untuk menikmati indahnya bunga yang berwarna-warni. Bila merasa haus atau lapar karena tidak membawa  bekal dari rumah, pengunjung bisa membeli makan di warung sekitar yang tak jauh dari pemandian.

    pemandian-jarit-lumajang

    Itulah beragam fasilitas seru yang ada di Pemandian Jarit Tirtowono. Sudah banyak orang yang kesana. Menikmati kesegaran airnya. Lalu, kamu kapan main ke sana?

  • Silancur Highland Magelang, Tempat Terindah di Lereng Gunung Sumbing

    MENGGAPAIANGKASA.com - Magelang selalu memikat dengan perbukitannya. Panorama pegunungan yang dimiliki Kota Sejuta Bunga (julukan Magelang) ini menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu tempat indah yang sedang ramai diperbincangkan adalah Silancur Highland.

    wisata-silancur-highland-magelang

    Alhamdulillah pada Minggu 19 Januari 2020, saya berkesempatan mengunjunginya. Demi mendapatkan sajian pemandangan sunrise yang indah, saya rela menembus dinginnya Magelang dini hari seorang diri. 

    Rute Menuju Silancur Highland

    Silancur Highland berada di Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berada di tenggara kaki Gunung Sumbing dan terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

    Tempat wisata ini berjarak sekitar 15 km dari Kota Magelang. Waktu tempuh yang dibutuhkan kira-kira  35 menit.

    Menikmati Sunrise dalam Timelapse

    Pukul 5 pagi, saya tiba di Silancur Highland. Cuaca yang cukup cerah saat itu, mengajak saya untuk berburu sunrise di Silancur Highland.


    Cerah di musim hujan merupakan suatu keberuntungan. Saya pun tidak membuang waktu dan segera memasang smartphone untuk melakukan timelapse. Selanjutnya saya hanya bisa menunggu sampai matahari keluar, sambil menjaga smartphone agar tidak goyang, supaya timelapse bisa maksimal.

    Pemandangan Indah di Sisi Timur dan Barat

    Bentang alam di Silancur Highland sangat indah. Para pengunjung dapat melihat deretan pegunungan di sisi timur dan barat. 

    Di sisi timur, tersaji pemandangan cantik mulai gari Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo dan Ungaran. Sementara di sisi barat, pemandangan Gunung Sumbing berdiri dengan megah.

    taman-silancur-highland-magelang
    Keindahan panorama di Silancur Highland Magelang

    Sementara itu di sisi barat, Gunung Sumbing dengan ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut (mdpl) akan tampak menjulang tinggi di angkasa.

    Saat musim pendakian tiba, kita akan bertemu para pendaki yang hendak menuju Gunung Sumbing via Magelang.

    Pesona Sunrise di Silancur Highland

    Dini hari menjadi waktu yang pas untuk berkunjung ke Silancur Highland. Saat langit masih gelap, gemerlap lampu Kota Magelang menjadi obyek foto yang yang sangat indah untuk dibingkai oleh para fotografer malam.

    pemandangan-silancur-highland-magelang
    Panorama alam di Silancur Highland Magelang


    Saat sunrise tiba, para pengunjung jangan sampai terlewat menyaksikan momen matahari terbit. Proses kemunculan sunrise juga sangat pas diabadikan menjadi timelapse.

    Pada pagi yang cerah di musim hujan, timelapse semakin menawan dengan pergerakan awan dan kabut yang menghiasi panorama langit sisi timur.

    Makin Siang, Makin Menawan

    Waktu sudah menunjukkan pukul 5.40. Semakin lama, langit semakin terang. Pertanda sunrise akan segera terbang.

    Ketika momen sunrise berlalu, bukan berarti keindahan Silancur Highland sirna begitu saja. Sebaliknya panorma yang sebelumnya tidak terlihat karena gelap, kini menunjukkan keelokannya. Keindahannya sangat memanjakan mata.

    Keindahan Silancur Highland Menarik Minat Wisatawan

    Saya tidak sendiri di sini. Banyak juga orang yang menanti sunrise, terlebih pada hari Minggu.

    Di Silancur Highland terdapat taman bunga yang diatur sedemikian rupa untuk menambah keindahan alam. Bunga-bunganya begitu cerah sehingga membuat obyek wisata ini tampak semakin menawan.

    Tentu saja keindahan yang tersaji di Silancur Highland, membuat siapapun seolah gatal untuk berfoto. Pengunjung bisa berfoto di spot foto yang tersedia dengan latar belakang pemandangan yang memesona.

    Menikmati Silancur Highland dengan Camping Ceria

    Segala keindahan di Silancur Highland sudah bisa didapat hanya dengan 10.000 rupiah saja. Cukup terjangkau untuk menikmati panorama alam yang sangat komplit.

    Di sini juga tersedia jasa foto sehingga para pengunjung yang tidak membawa perlengkapan fotografi, bisa menggunakan jasa tersebut. Tarifnya cukup terjangkau. Hanya 2.000 rupiah per file foto yang dibawa pulang.

    Tempat ini juga cocok bagi mereka yang sekadar ingin camping ceria. Bagaimana tidak, di pagi hari, para wisatawan yang bermalam akan disuguhkan dengan keindahan bintang-bintang dan panorama sunrise yang begitu indah. 

    Bermalam di Silancur Highland, merupakan sebuah paket komplit untuk menikmati keindahan Magelang dari sisi tertinggi.

    Keindahan Silancur Highland di Magelang telah saya abadikan dalam bentuk video. Kamu bisa saksikan di video Youtube berikut ini. Dan jangan lupa untuk subscribe channel Youtube saya ya... 

    --

    Info Lengkap Silancur Highland

    Tiket masuk: Rp 10.000/orang

    Tiket camping: Rp 15.000/orang

    Sewa tenda kap 4-5 orang: Rp 40.000

    Sewa sleeping bag: Rp 10.000

    Sewa matras: Rp 5.000

    Kayu bakar: Rp 15.000

    Paket komplit (1 tenda, 4 matras, 4 sleeping bag, dan bongkar pasang) = Rp 150.000

  • Perjalanan Paling Berkesan 2019: Dieng, Negeri di Atas Awan Bagian III

    Menggapaiangkasa.com – Usai maghrib, Sabtu (3/8/2019), udara Dieng kembali makin dingin. Wajar saja, di sana hanya matahari siang yang mampu menghangatkan udara. Usai ia menghilang di ufuk barat, suhu udara akan menurun dengan begitu cepat.

    Gelaran Dieng Culture Festival 2019
    Gelaran Dieng Culture Festival 2019
  • Selamat Jalan Didi Kempot; Pengalaman Tak Terlupakan Bertemu Sang Legenda

    MENGGAPAIANGKASA.com – Siapa yang tidak kenal Didi Kempot? Musisis campur sari dengan julukan The Godfather of Broken Heart itu namanya kian moncer setahun belakangan.


    Foto Didi Kempot
    Foto Didi Kempot
  • Perjalanan Paling Berkesan 2019: Dieng, Negeri di Atas Awan Bagian II

    Menggapaiangkasa.com – Sabtu (3/8/2019). Pagi itu rasanya mata, fisik, dan dinginnya udara seolah berkolaborasi untuk mengalahkan niatan saya datang ke Dieng Culture Festival (DCF) hari ke-2.


    Penampilan Kubro Siswo pada Dieng Culture Festival 2019
    Penampilan Kubro Siswo pada Dieng Culture Festival 2019
  • Perjalanan Paling Berkesan 2019: Dieng, Negeri di Atas Awan Bagian I

    Menggapaiangkasa.com - Assalamualaikum Wr.WB. Setelah sekian lama vakum menulis dari dunia blog, entah mengapa saya kembali mendapat semangat untuk menulis di awal 2020 ini. Syukur Alhamdulillah, setidaknya saya masih ingat kalau punya blog.. hehe


    Dataran Tinggi Dieng
    Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara
  • Insto Dry Eyes: Teman Kecil yang Tak Boleh Ketinggalan saat Travelling

    Mata sepet, pegel, dan perih tentunya akrab dengan mereka yang punya hobi travelling dan menjelajah tempat-tempat baru. Terlebih jika perjalanan dilakukan dengan mengendarai motor seperti saya. Untunglah saat ini saya menemukan solusinya, yakni teman kecil bernama Insto Dry Eyes.

    Insto Dry Eyes, Teman Travelling yang Tidak Boleh Sampai Ketinggalan
    Insto Dry Eyes, Teman Travelling yang Tidak Boleh Sampai Ketinggalan
  • Gunung Kunir; Menanti “Sunset” di Salah Satu Atap Purworejo

    Kembali saya mohon maaf karena beberapa purnama tidak kunjung merilis postingan blog terbaru. Itu karena kesibukan yang harus saya jalani sehingga belum sempat menulis. Namun, Alhamdulillah saya akhirnya bisa kembali menulis di blog ini sebelum penuh debu dan sarang laba-laba.

    Momen Matahari Terbenam di Gunung Kunir Purworejo
    Momen Matahari Terbenam di Gunung Kunir Purworejo
  • Content Placement

    Bersedia dititipi link produk/jasa

    Review

    Siap terima sesuatu untuk direview

    Speaker

    Berbagi ilmu dan pengalaman nggak ada salahnya

    Collaboration

    Kuy kerjasama bareng dan saling support