Menggapai Angkasa

Jelajahi Indahnya Negeri Pecahan Surga

Wednesday, 15 November 2017

PRASASTI UGM; SERUKAN PESAN PERDAMAIAN DAN DOA UNTUK INDONESIA LEWAT GAMELAN

Selama ini jika berbicara tentang alunan gendhing (musik) gamelan, yang terbayang di dalam benak pasti adalah alunan musik pembuat kantuk. Kesenian gamelan selama ini memang identik dengan kata-kata ini; “kuno”, “ngantuk”, “bosan”, nggak asik”. Akan tetapi ternyata hal tersebut tidaklah benar karena sekarang banyak bermunculan karya-karya komposisi kesenian gamelan bernuansa anak muda yang merupakan hasil karya para komposer/seniman. Kini juga banyak bermunculan tim-tim gamelan yang membawakan karya-karya gamelan kontemporer; salah satunya adalah tim Prasasti UGM.

Pembentangan Bendera Merah Putih oleh Prasasti UGM
Pembentangan Bendera Merah Putih oleh Prasasti UGM
Tentang Prasasti UGM

Nama Prasasti UGM sebenarnya merupakan sebuah singkatan. Nama lengkap dari Prasasti UGM ialah Pradangga Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada. Pradangga di sini mempunyai arti gamelan. Banyak orang mungkin memiliki pendapat bahwa mereka yang bermain gamelan pasti adalah seorang seniman yang lama menimba ilmu di sekolah/universitas seni seperti Institut Seni Indonesia (ISI). Akan tetapi fakta yang ada pada Prasasti UGM tidaklah sesuai dari anggapan kebanyakan orang.
Sesuai dengan namanya, Prasasti UGM merupakan tim gamelan dari Prodi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Anggota dari tim Prasasti UGM pun bisa dibilang bukanlah seniman, melainkan mahasiswa-mahasiswi dari prodi Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada yang mana baik dari prodi hingga universitasnya bukan merupakan lembaga pendidikan kesenian. Hanya ada seorang seniman di tubuh Prasasti UGM yang berposisi sebagai pelatih bernama Nanang Karbito, M.Sn. Beliau merupakan seniman yang telah menyelesaikan pendidikan di SMK 8 Surakarta, S1 dan S2 di ISI Yogyakarta.
Pelatih Prasasti UGM; Nanang Karbito, M.Sn
Pelatih Prasasti UGM; Nanang Karbito, M.Sn
Sumber: 
https://www.facebook.com/nanang.karbito?ref=br_rs
Tim Prasasti UGM kini telah berusia 6 tahun pada 2017 ini usai secara resmi didirikan pada tanggal 18 Mei 2011 silam. Berdirinya Prasasti UGM diinisiasi oleh mahasiswa-mahasiswi Sastra Inggris sendiri pada saat itu yang ingin lebih banyak mempelajari dan mendapatkan pengalaman di bidang seni gamelan. Selama 6 tahun ini pula Prasasti UGM sudah mendapat banyak kesempatan pentas; salah satunya adalah pada event Yogyakarta Gamelan Festival yang merupakan event tingkat internasional. Prasasti UGM juga pernah pentas hingga ke Negeri Jiran (Malaysia) pada acara Ensemble of Gamelan di Universiti Teknologi Petronas.
Prasasti UGM pada Acara Ensemble of Gamelan
Prasasti UGM pada Acara Ensemble of Gamelan

Rahayu Indonesiaku

Sudah banyak karya-karya komposisi kesenian gamelan yang diciptakan oleh pelatih Prasasti UGM yaitu Mas Nanang Karbito, M. Sn. Prasasti UGM pun dalam setiap kesempatan tampilnya hampir selalu menampilkan karya-karya beliau. Jika ingin menyaksikan pementasan-pementasan Prasasti UGM beserta karya-karya dari Mas Nanang Karbito, M.Sn, maka bisa dilihat di link berikut:


Salah satu karya dari Mas Nanang Karbito, M.Sn yang spesial dari karya-karya lainnya adalah karya berjudul “Rahayu Indonesiaku”. Kata “rahayu” memiliki arti “selamat” sehingga arti keseluruhan dari karya “Rahayu Indonesiaku” adalah “Selamat Indonesiaku. Meski karya ini menurut penulis blog adalah karya paling spesial, tetapi keseluruhan karya Mas Nanang Karbito, M.Sn tetap merupakan karya-karya yang luar biasa. Sesuai dengan namanya, isi dari karya Rahayu Indonesiaku ini berisi tentang pesan persatuan dan doa kepada Negara Indonesia tercinta. Jika kebanyakan suatu karya dimainkan dengan salah satu laras (tangga nada) gamelan, maka pada karya Rahayu Indonesiaku ini sajiannya menggunakan kedua laras gamelan yaitu slendro dan pelog.


Penyajian karya ini juga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Selain seruan persatuan dan doa, karya Rahayu Indonesiaku ini juga menunjukkan betapa beragamnya dan kayanya budaya di Indonesia yang salah satunya ditunjukan melalui doa keselamatan Indonesia dengan berbagai bahasa daerah seperti Jawa, Batak, Sunda, dan sebagainya di akhir karya. Video di atas merupakan pementasan karya Rahayu Indonesiaku dalam acara ISI 24 Jam Menabuh yang diadakan di kampus ISI Yogyakarta pada tanggal 6 September 2017.

18 comments:

  1. Wah, selamat!
    Begitupun di UIN Malang sih, di sini tidak ada fakultas atau jurusan seni....namun salah satu fakultas yang melestarikan seni gamelan di universitas adalah Humaniora (BSA dan BSI)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baguslah kalau begitu.. Berarti masih ada benteng budaya di UIN Malang..
      Semoga kegiatannya akan terus ada,, Aamiin

      Boleh hlo kapan-kapan kolaborasi.. hehe

      Delete
  2. Keren, suka banget dengak aktivitas yang masih mempertahankan kebudayaan Indonesia, di kampus saya dulu ada seni tari tapinya, dan paling senang kalau sedang pertunjukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup.. Sama..
      Ak juga seneng nonton acara-acara kesenian..

      Btw, di Jogja ada banyak hlo event-event kesenian..

      Delete
  3. Oooh kukira prasastinya UGM gituuu, yang kayak batu gede atau semacam monumen
    Eh ternyata semacam UKM atau komunitas di kampus ya 😆😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Btw, lagunya keren banget ��

      Delete
    2. Emang agak ambigu ya namanya.. hehe

      Makasih..
      Nonton lagu-lagu yang lain juga ya.. Kalau bisa ke Jogja buat nonton pertunjukan live nya Prasasti UGM.. hehe

      Delete
  4. Replies
    1. Hatur Nuhun agan pemilik Adipraa yang keren..

      Delete
  5. Mantap mas terus lestarikan budaya bangsa ini yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Sudah kewajiban kita semua untuk melestarikan kebudayaan Indonesia..

      Delete
  6. lain kali klo mau pesen gamelan bisa ke saya mas hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doain bisa pentas di Solo bang..
      Saia orang Solo tapi belum pernah tampil sama sekali di Solo..

      Misal pas nampil di Solo butuh gamelan, nanti kan bisa komunikasi.. hehe

      Delete
  7. Wah baru tau kalo ada prasasti UGM. Nice sharing Mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks..
      Semoga postingan yang saia share ini bermanfaat juga..

      Delete
  8. Sebelum baca postingan secara keseluruhan, aku pikir prasasti UGM ini semacam penghargaan yang diberikan UGM untuk khalayak tertentu, ternyata salah besar, hahaha..
    Nggak nyangka, mahasiswa sastra inggris yang notabene mempelajari kebudayaan negeri seberang, masih senantiasa mengingat budaya sendiri, apapun yang terjadi, tetep ya budaya kita harus dilestarikan, sembari menambah wawasan lain, supaya semakin luas.
    Kalau dikampus dulu, karena lokasinya di jawa barat, kami diajari gamelan sunda dan beberapa tarian kayak sisingaan. Biasanya dipentaskan waktu ada acara-acara besar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga ambigu ya.. hehe

      Saia pun sebagai alumni Sastra Inggris UGM dulu juga g nyangka hlo kalau bakal bisa main gamelan.. Alhamdulillah dapet teman-teman yang sama-sama peduli akan kelestarian kesenian/budaya bangsa..

      Gamelan Sunda keren juga hlo.. Selalu suka sama teknik kendhangan gamelan Sunda yang khas..
      Tari khas Sunda juga memukau dengan gerakannya yang lebih enerjik..

      Delete
  9. Sebelum baca tulisannya aku pikir prasasti ini tulisan yang dipahat di atas batu..hahaha

    Musti belajar menikmati gamelan. Meski ini budaya asli indonesia, ternyata saya blum mampu menikmati keindahannya

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda