Menggapai Angkasa

Jelajahi Indahnya Negeri Pecahan Surga

Friday, 8 June 2018

MENJELAJAH NUANSA ZAMAN KOLONIAL BELANDA DI FORT WILLEM I, AMBARAWA

Kecamatan Ambarawa memang menyimpan pesonanya tersendiri, mulai dari Rawa Pening hingga kisah mengenai pertempuran sengit pascakemerdekaan Republik Indonesia; Palagan Ambarawa 12-15 Desember 1945. Kali ini pesona Ambarawa ada di sebuah benteng peninggalan belanda yang bernama Fort Willem I atau Benteng Pendem Ambarawa.

Fort Willem I atau Benteng Pendem Ambarawa
Fort Willem I atau Benteng Pendem Ambarawa
Menuju Fort Willem I
Jarak tempuh menuju Fort Willem I dari Kota Salatiga adalah sekitar 18 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. Jika mengikuti Goolge Maps, nantinya perjalanan akan melewati jalan sempit, atau malah akan dilewatkan di jalan yang tidak boleh dilewati atau tertutup untuk umum.
Jalan Masuk Benteng Pendem Ambarawa di Timur RSUD Ambarawa
Jalan Masuk Benteng Pendem Ambarawa di Timur RSUD Ambarawa
Oleh karena itu lebih baik sebelum berangkat terlebih dahulu menentukan tujuan awal di Goolge Maps yaitu RSUD Ambarawa. Pintu masuk gerbang nantinya akan terlihat dari depan RSUD Ambarawa berupa sebuah gerbang di ujung timur jalan berwarna oranye, bertuliskan Beteng, serta terdapat logo PM dan Lapas Ambarawa.
Kondisi Jalan Menjelang Fort Willem I
Kondisi Jalan Menjelang Fort Willem I
Jalan yang akan dilalui usai gerbang tersebut cukup sempit dan hanya bisa dilewati oleh sepeda motor. Tidak lama kemudian perjalanan pun akan sampai di area parkir sepeda motor untuk wisatawan Fort Willem I. Sementara untuk mobil, pintu masuknya adalah melalui Jalan Pemuda.

Benteng Pendem Ambarawa
Bangunan benteng yang sudah tua dan terkesan angker tampak mencolok dibandingkan bangunan lainnya. Bangunan benteng pun tampak berbeda dengan arsitektur khas Belandanya. Belum ada retribusi khusus untuk masuk ke dalam benteng ini, hanya perlu membayar Rp5.000,00 sebagai tarif parkir.
Pintu Masuk Benteng Pendem Ambarawa
Pintu Masuk Benteng Pendem Ambarawa
Pintu masuk yang melalui sebelah timur RSUD Ambarawa ini menghadap ke arah timur laut. Ternyata Fort Willem I setengahnya masih difungsikan sebagi lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA dan barak militer. Tidak hanya itu, meski termasuk bangunan tua, lantai dua benteng ini masih digunakan sebagai tempat tinggal pegawai lapas.
Masih Berfungsi Sebagai Tempat Tinggal
Karena masih difungsikan sebagai lapas dan juga sebagai tempat tinggal petugas lapas, maka kunjungan di Fort Willem I juga dibatasi. Pengunjung tidak bisa mengunjungi kawasan lapas dan barak militer, juga tidak bisa memotret di sana. Selain itu pengunjung juga tidak diperkenankan naik ke lantai dua karena dapat mengganggu penghuninya.
Model Foto Berpose di Benteng Pendem Ambarawa
Meski area kunjungan terbatas, pesona masa lalu yang bisa didapatkan di Benteng Pendem Ambarawa tetap bisa diperoleh. Banyak spot-spot foto yang menawarkan suasana otentik masa lalu sehingga dengan berfoto di sana, rasanya seakan kembali ke masa lalu. Hal itu membuat beberapa spot di benteng ini digunakan untuk seni fotografi.

Sejarah Fort Willem I Ambarawa
Pembangunan Fort Willem I Ambarawa dimulai pada tahun 1834 dan selesai pada 1845 pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Waktu itu banyak benteng-benteng yang didirikan untuk memperkuat kedudukan pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Terlebih lokasi Ambarawa strategis karena merupakan penghubung Semarang dan Surakarta.
Arsitektur Lawas Fort Willem I Ambarawa
Arsitektur Lawas Fort Willem I Ambarawa
Tahun 1927 benteng ini disesuaikan dari penjara tahanan anak-anak menjadi penjara tahanan dewasa dan tahanan politik. Saat pendudukan Jepang di tahun 1942 hingga 1945, benteng ini difungsikan sebagai kamp militer tentara Jepang. Usai kemerdekaan Indonesia, markas besar TKR (Tentara Keamanan Rakyat) berada di sini.
Bekas Ruang Penjara Benteng Pendem Ambarawa
Bekas Ruang Penjara Benteng Pendem Ambarawa
Fungsi Fort Willem I ini sebagai lapas dan barak militer dimulai pada tahun 1950 hingga sekarang. Sementara kunjungan untuk wisata baru ramai semenjak tiga tahun terakhir ini yang juga disebabkan oleh perkembangan internet dan media sosial sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengetahui keberadaan benteng ini.
Arsitektur Khas Eropa
Arsitektur Khas Eropa
Sekarang pun pengelolaan Fort Willem I belumlah dikhususkan untuk bidang pariwisata sehingga sarana penunjang wisata belum banyak ada di sini. Rencananya dinas pariwisata terkait akan turut serta untuk mengelola benteng ini khusus sebagai salah satu destinasi wisata di Ambarawa.

Info
Jam buka
08.00 WIB - 17.30 WIB

Tiket masuk
-

Tarif parkir
Rp2.000,00 (sepeda motor)

Fasilitas:
Area parkir motor, toilet, masjid

Waktu kunjungan terbaik
Pagi hari saat cuaca cerah

34 comments:

  1. Aku tu seneng kl main ke museum atau tempat bersejarah kaya benteng ini.. Pertama bisa tahu sejarahnya, kedua bisa foto sepuasnya dg view zaman dulu, ketiga tiketnya murah. Hahaha
    Itu sengaja ke sana sama model kah? Aku mau juga dong jadi modelnya😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya benteng ini belum difungsikan sebagai obyek wisata sejarah secara resmi..
      Jadi infonya masih minim di sini..

      Itu modelnya orang lain aja.. Nunut foto.. hehe
      Yo dolan mrene.. haha

      Delete
  2. tempatnya keren banget nih, lumayan jadi tempat hunting foto atau ngabisin waktu di sore hari.

    ReplyDelete
  3. Lihat foto pertamanya, malah jadi teirngat Colosseum di Roma.

    Sayang sekali ga bisa foto bagian bangunan yang masih dijadikan lapas yah. Tapi itu yang jadi tempat tinggal penghuni lapas, miris banget :( bangunannya kayak udah doyong.

    Dan, satu lagi........sayang sekali gak ada revitalisasi ya. Kalau dipermak kan lumayan bisa jadi destinasi wisata, apalagi gaya bangunannya 'Belanda' banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya.. Jendela-jendelanya mirip..

      Sepintas kemaren ngeri juga pas liat kondisi tempat tinggal mereka.. Kayak mau rubuh.. Wajar karena udah berabad-abad usianya benteng ini..

      Rencananya ke depan dinas pariwisata mau masuk buat mengelola..
      Semoga bisa segera direvitalisasi/renovasi dah..

      Delete
  4. rada2, benteng pendem dulunya lapas ya. sha pernah ke benteng pendem yang di ngawi. Tapi yang ini agak kurang terawat kayaknya. Petugasnya gak serem apa ya tinggal di situ? :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya karena belum resmi jadi destinasi wisata.. Mangkannya belum ada upaya renovasi..
      Hmm.. Sebenernya udah cukup sering rencana mau ke Benteng Pendem Ngawi.. Tapi g jadi teruss.. hehe

      Delete
  5. Duh nyesel pas ke Salatiga nggak mampir ke sini. Malah melipirnya ke Rawa Pening :')

    Jadi pembatasan pengunjung itu sebatas tempat, atau jumlah pengunjungnya juga mas?
    Waaa bersyukur sekali ke sana pas sepi begitu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal jarak rawa pening ke benteng pendem Fort Willem I ini terbilang deket banget,kak Dwi.
      Terutama lewat jalur pintas arah ke Kopeng.

      Delete
    2. Belum tau mungkin.. Aku taunya juga baru-baru aja..
      Dulu kalau pas ke Salatiga taunya juga cuma Rawa Pening..

      Yang dibatasi kawasan pengunjungnya mbak..
      Kemaren sepi karena hujan.. Itu pas reda sebentar fotonya.. hehe

      Delete
  6. keren tempatnya, bangunannya penuh sejarah kolonial belanda.

    perlu dirawat dan dilestarikan nih oleh dinas pariwisata setempat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul.. Mestinya direnovasi dan dijadiin tujuan wisata daerah seperti benteng-benteng di daerah lainnya..

      Delete
  7. Kadang suka ngeselin emang GPS, suka disasarin ke jalan antah berantah yang susah bgt dilewatin..

    keren tempatnya, tapi kayanya horror kalau datang sendiri..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya tujuannya udah betul.. Tapi GPS suka nggak tau kondisi jalannya kayak gimana,.. hehe

      Terkesan horor sih, tapi sebenernya rame kok sama masyarakatnya..

      Delete
  8. Cuma lewat doang tapi nggak mampir ke tempat ini karena tujuannya ke RSUD Ambarawa (iyalah org kerja kok dan lagi nawarin pegawai RSUD biar jadi nasabah wkwk)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, padahal dueket banget..
      Paling 5 menit nggak ada dari RSUD..

      Delete
  9. Keren sekali! Baru tau di Ambarawa ada wisata benteng sejarah ini, selain museum kereta api yg terkenal itu tentunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya benteng ini belum resmi jadi tujuan wisata daerah..

      Delete
  10. Bangunan lantai dua itu mengkhawatirkan sekali, kayaknya rawan roboh. Iya, sayang banget kenapa gak revitalisasi, potensinya bagus padahal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yak, kemarin juga berpikiran seperti itu.. Udah berabad-abad soalnya..

      Mungkin karena belum resmi jadi obyek wisata benteng ini..

      Delete
  11. Itu tampak depannya kayak ruko-ruko Tionghoa gitu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, itu sebenernya pintu samping bang.. hehe

      Delete
  12. Keren dan serem pastinya, salah satu peninggalan sejarah namun kalau melihat dari foto2 sepertinya kurang terurus ya mas? Eman2 kalau peninggalan sejarah dibiarkan seperti, banyak ilalang dan rumput liar diatas benteng dan tembok. Kalau terlalu banyak tanaman liar akan membuat tembok semakin rapuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya karena statusnya belum menjadi obyek wisata sejarah..
      Fungsinya kan masih sebagai lapas sama tempat tinggal pegawai lapasnya...

      Semoga segera bisa diperbaiki/direnovasi..

      Delete
  13. wah jalan-jalan yang bermanfaat nich, selain buat hiburan namun juga menambah wawasan tentang sejarah indonesia

    ReplyDelete
  14. Pegawai lapasnya tinggal disana, apa ngk kepikiran bakal liat banyak penampakan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin udah jadi persyaratan mereka buat jadi pegawai lapas.. Supaya jadi latihan mental.. hehe

      Delete
  15. waw, bangunannya serem-serem eksotis

    ya semoga segera dilirik oleh dispar, supaya bangunannya diberdayakan lebih intens
    daripada nganggur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malah suasananya terkesan masih terjaha hlo keeksotisannya..

      Aamiin..
      Semoga aja nggak menghilangkan keasliannya misal udah dipugar..

      Delete
  16. Kelihatan angker ya, tapi ternyata sebagian bangunannya masih berfungsi untuk aktifitas lapas dan barak militer :D

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    ReplyDelete
  17. hmmm... menarik sekali.. berhubng sering ke ambarawa tapi lom pernah tau sama sekali dengan sosok benteng bekas kolonial belanda.

    thanks infonya dari post ini jadi ngerti hahaha

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda.
Silakan tinggalkan komentar, semoga yang komen rezekinya lancar dan berkah selalu.. Aamiin