Menggapai Angkasa

Jelajahi Indahnya Negeri Pecahan Surga

Friday, 26 October 2018

TOUR LEADER STORY PART 1: CANDI KALASAN

Tanggal 18 November 2017, pada Hari Sabtu itu saya mendapat tugas untuk menjadi tour leader dari biro perjalanan wisata teman saya bernama GEO TRANS WISATA. Tujuan tur kali ini tidaklah jauh, melainkan hanya dekat saja yakni ke Daerah Istimewa Yogyakarta dengan peserta mahasiswa/i jurusan PGSD UNS.

Field Trip PGSD UNS bersama Geo Trans Wisata ke Candi Kalsan, Sleman, Yogyakarta
Field Trip PGSD UNS bersama Geo Trans Wisata ke Candi Kalsan, Sleman, Yogyakarta
Perjalanan kami dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dari depan Solo Square yang terletak dekat dengan Kampus PGSD UNS. Total ada dua bus dengan peserta sekitar 100 orang saat itu. Tujuan pertama dari perjalanan kami di Hari Sabtu yang cerah itu adalah Candi Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Menuju Candi Kalasan
Candi Kalasan berada di kecamatan yang sama dengan namanya, yakni Kalasan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi candi ini berada di samping jalan utama Solo-Jogja, sekitar 2 kilometer dari Candi Prambanan. Jika dari arah Solo, maka candi ini berada di sisi kiri jalan.
Berangkat Menuju Candi Kalasan
Berangkat Menuju Candi Kalasan
Hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit bagi rombongan kami untuk sampai tujuan karena pagi itu kondisi jalan masih cukup lengang. Menjelang sampai, sebagai tour leader di bus 1, saya meminta rombongan untuk bersiap turun karena tujuan pertama yakni Candi Kalasan sudah dekat.
Kota Surakarta-Candi Kalasan

Biasanya jika menggunakan motor, mobil, atau elf, kendaraan bisa diparkir di area parkir Candi Kalasan. Akan tetapi bus besar tidak bisa mencapai area parkir sehingga lokasi parkirnya adalah di samping jalan utama Solo-Jogja. Begitu berhenti, saya langsung mengurus tiket masuk rombongan. 

Setelah urusan tiket; parkir bus dan tiket masuk beres, rombongan mulai memasuki pelataran candi. Tidak ada hal khusus yang dilakukan oleh rombongan di sini. Mereka bebas untuk melakukan aktivitas apa pun selama tidak melakukan vandalisme dan aksi tidak terpuji.
Foto Doloe
Tentu saja satu aktivitas yang tidak terlewati oleh rombongan adalah berfoto bersama. Sesampainya di Candi Kalasan, saya bertugas sebagai tukang foto yang menjepret mereka sebagai kenang-kenangan akan perjalanan kali ini.

Seputar Candi Kalasan
Candi Kalasan merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dan diperkirakan didirikan pada abad ke-8 masehi. Peninggalan Mataram Kuno memang banyak terdapat di Yogyakarta dan sekitarnya. Dua peninggaan lain yang paling terkenal ialah Candi Brorbudur di Magelang dan Candi Prambanan.
Candi Kalasan, Sleman, Yogyakarta
Candi Kalasan, Sleman, Yogyakarta
Kerajaan Mataram Kuno pada saat itu menganut Agama Hindu-Buddha. Peninggalannya pun turut memiliki corak Hindu-Buddha yang bisa dilihat di Candi Prambanan dan Borobudur. Corak Buddha terdapat di Candi Borobudur, sementara corak Hindu bisa dilihat di Candi Prambanan.
Bagian Depan Candi Kalasan
Bagian Depan Candi Kalasan
Untuk Candi Kalasan, corak yang ada di candi ini lebih tampak ke corak candi Buddha karena terdapat relief pahatan Sang Buddha di bagian atap candinya. Namun yang membuat candi ini berbeda dengan candi Buddha lainnya adalah arsitektunya candinya karena juga sedikit berbentuk candi Hindu.
Ukiran Patung Buddha di Candi Kalasan
Ukiran Patung Buddha di Candi Kalasan
Arsitektur candi Buddha secara umum bangunan dan stupa candi berbentuk melebar seperti Candi Borobudur. Sementara candi Hindu arsitekturnya bangunan dan stupanya berbentuk ramping seperti candi prambanan. Untuk Candi Kalasan, arsitektur bentuk candinya ramping seperti candi Hindu, tetapi bentuk stupa di atap candi melebar seperti Candi Buddha.
Stupa Lebar Khas Candi Buddha
Stupa Lebar Khas Candi Buddha
Kawasan Candi Kalasan dulunya didirikan sebagai bangunan suci untuk pemujaan Dewi Tara. Terdapat patung Dewi Tara di dalam Candi Kalasan ini dahulu kala, tetapi kini patung tersebut sudah tidak ada lagi di tempatnya. Hingga sekarang pun Candi Kalasan masih digunakan Umat Hindu dan pemuja Dewi Tara.

Perjalanan kami pun berlanjut sekitar pukul 08.50 WIB, alias hanya 50 menit kunjungan kami di Candi Kalasan ini. Hal itu karena hanya ada satu bangunan candi saja di sini sehingga spot foto dan obyek untuk dinikmati hanya di candi utama saja. Kami kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya.

Info
Jam buka:
08.00-17.00 WIB

Harga tiket:
Rp5.000,00

Tarif parkir:
Rp2.000,00 (motor)

Fasilitas:
Area parkir (mobil, motor, minibus, & elf), toilet, mushalla

Waktu kunjungan terbaik:
Pagi hari dan sore hari saat cerah

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda.
Silakan tinggalkan komentar, semoga yang komen rezekinya lancar dan berkah selalu.. Aamiin