Laman

Friday, 31 March 2017

SERUNYA MENYUSURI SUNGAI BAWAH TANAH GOA SEPLAWAN

Melihat jauh ke arah ujung barat kaki langit dari Yogyakarta, maka akan terlihat rangkaian pegunungan yang memanjang dari arah selatan ke utara. Pegunungan bernama Menoreh tersebut seakan menjadi dinding raksasa yang memagari sisi barat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak hanya merupakan pegunungan biasa saja, namun Menoreh juga menyimpan berbagai pesona di sekitarnya. PESONA WISATA ALAM KALIBIRU mungkin sudah menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di lereng Pegunungan Menoreh, akan tetapi masih banyak destinasi-destinasi wisata lain yang tersebar di luasnya hamparan hijau Menoreh.


Salah satu destinasi wisata yang menarik di kawasan Pegunungan Menoreh kali ini berbeda dengan WISATA KALIBIRU yang menawarkan panorama alam dan Waduk Sermo dari ketinggian. Kali ini pesona keeksotisan tersebut berada puluhan meter di dalam bumi berupa lorong goa yang bernama Goa Seplawan. Lokasi Goa Seplawan masih berada di hamparan luasnya Pegunungan Menoreh tepat di perbatasan antara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.


MENUJU GOA SEPLAWAN

Goa Seplawan tepatnya berlokasi di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Waktu tempuh dari Kota Yogyakarta sekitar 60 menit melalui Jalan Godean (barat tugu Jogja) terus ke arah barat hingga Jalan Raya Kaligesing yang berada di kawasan Pegunungan Menoreh. 

Menuju Goa Seplawan

Cukup ikuti jalan utama tersebut hingga sampai ke Goa Kiskendo, maka akan terdapat petunjuk arah menuju Goa Seplawan. Perlu diperhatikan bahwa kondisi jalanan cukup menanjak sehingga dibutuhkan kondisi kendaraan yang cukup kuat melewati tanjakan. Kawasan Goa Seplawan sendiri terletak sekitar 700 meter di atas permukaan laut.


GARDU PANDANG DAN BUKIT LOKA

Tiket masuk ke kawasan Goa Seplawan sangatlah terjangkau. Hanya perlu membayar Rp4.000,00 untuk tiket masuk dan Rp2.000,00 saja untuk parkir motor tentu tidak akan terlalu membebani pengunjung. 

Gardu Pandang Kawasan Goa Seplawan

Kawasan Goa Seplawan tidak hanya menawarkan atraksi wisata goa saja karena terdapat sebuah gardu pandang yang menyajikan pemandangan hamparan luas Yogyakarta di sebelah Tenggara dan Selatan. Waduk Sermo tampak kecil dari gardu pandang ini, bahkan pemandangan pantai selatan juga turut terlihat dengan garis putih memanjang yang merupakan ombak pantai selatan.

Waduk Sermo dan Samudera Hindia

Terdapat pula sebuah bukit yang dapat didaki hingga puncaknya yaitu Bukit Loka. Hanya memerlukan waktu 5 menit saja untuk sampai ke puncaknya dan juga medannya yang mudah untuk dilalui sehingga pengunjung tidak perlu khawatir lagi.



Pemandangan menjadi lebih terbuka lagi setibanya di puncak bukit karena letaknya yang memang lebih tinggi daripada gardu pandang sebelumnya. Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang yang memesona di spot foto yang terdapat di puncak Bukit Loka.

Panorama dari Puncak Bukit Loka

GOA SEPLAWAN

Cukup berjalan lurus dari area parkir untuk sampai di Goa Seplawan. Nantinya akan ditemukan sebuah replika arca emas dan tulisan “Goa Seplawan”. Memang pada tanggal 15 Agustus 1979 telah ditemukan sepasang arca emas 22 karat setinggi 9 cm dan berat 1,5 kg di dalam Goa Seplawan. Arca emas tersebut adalah Dewa Siwa dan Dewi Parwati yang aslinya kini berada di Museum Nasional, sementara patung emas di kawasan Goa Seplawan adalah replikanya dengan ukuran lebih besar. Tentunya hal tersebut untuk menjadikannya sebagai spot foto yang bagus bagi para pengunjung.

Replika Arca Emas Goa Seplawan

Pintu masuk goa sudah mulai terlihat usai melewati replika patung emas tersebut. Ada 2 pintu masuk; yang paling mencolok adalah sebuah tangga melingkar berwarna hijau di tengah luasnya lembah taman. Tangga melingkar tersebut tidaklah terlalu dalam, hanya beberapa meter saja melangkah maka tibalah di mulut Goa Seplawan.

Tangga Melingkar ke Dalam Bumi

Terdapat 2 percabangan jalan setelah menuruni tangga melingkar; yang satu menuju kawasan wisata, sementara satu lagi menuju tempat bertapa. Jelas jalur wisata adalah untuk para wisatawan dan jalur pertapaan adalah untuk mereka yang ingin bersemedi di Goa Seplawan. Pada malam-malam tertentu seperti malam 1 suro banyak pengunjung yang datang untuk bermeditasi.

Dasar Tangga Melingkar

Perjalanan menyusuri lorong goa yang alami pun dimulai. Tidak perlu khawatir karena sarana penerangan sudah disediakan oleh pihak pengelola sehingga jalan cukup terang. Beberapa puluh meter melangkah, maka pengunjung yang mengenakan sepatu harus meninggalkan sepatunya di tempat penitipan karena selanjutnya perjalanan akan melalui sungai bawah tanah. Oleh karena itu akan sangat lebih baik apabila pengunjung Goa Seplawan mengenakan sandal gunung sehingga bisa tetap dikenakan meskipun harus melewati sungai bawah tanah.

Sungai Bawah Tanah Goa Seplawan

Perjalanan langsung dihadapkan dengan sungai bawah tanah setelah tempat penitipan sepatu. Tenang saja karena sungai bawah tanah tersebut tidaklah dalam; yang terdalam hanyalah sedalam 50 cm saja. Meskipun demikian, sensasi melewati sungai bawah tanah tetaplah terasa seru dengan suara gemericik dan juga aliran airnya yang mengalir perlahan. Perjalanan juga semakin seru karena pengunjung harus melewati celah yang langit-langitnya cukup rendah sehingga harus membungkuk dan tentunya juga harus berhati-hati agar kepala tidak terbentur stalaktit di langit-langit goa.

Awas Kepala

Sungai bawah tanah masih menjadi medan yang harus dilalui selanjutnya. Ukiran dinding goa yang dibentuk oleh alam merupakan karya agung Allah SWT yang bisa ditemui di sepanjang perjalanan di dalam bumi. 

Ukiran Alam

Terus berjalan maka akan ditemui sebuah plang penunjuk jalan yang mengarah ke “Sendang Wening”. Konon air Sendang Wening tersebut dapat membuat wajah orang yang mencuci muka dengan airnya menjadi awet muda. Entah percaya atau tidak, tetapi air yang digunakan untuk mencuci muka memang sangat menyegarkan.

Menuju Sendang Wening

Terus berjalan maka akan dijumpai semacam jeram mini yang aliran airnya lebih deras daripada sebelumnya. Meskipun deras, tetapi aliran tersebut masih aman untuk dilalui; yang jelas pengunjung tetap harus berhati-hati agar jangan sampai terpeleset. Selanjutnya perjalanan akan mulai meninggalkan sungai bawah tanah dan berbelok ke arah kiri. Tepat di belokan ini adalah tempat ditemukannya 2 arca emas pada tahun 1979 silam dan jika lurus maka ada lokasi bernama “Candi Sewu”. Memang namanya adalah candi, akan tetapi tempat tersebut bukanlah berisi candi pada umumnya, melainkan berisi ribuan stalaktit yang sejak dulu diciptakan oleh alam. Lokasi tersebut tidak dibuka untuk wisata untuk menjaga kelestarian stalaktit yang ada.

Jeram Mini Bawah Tanah

Perjalanan memang sudah tidak lagi melewati sungai bawah tanah, akan tetapi bukan berarti pesona eksotisme Goa Seplawan sudah berakhir. Rute selanjutnya melewati medan tanah berlumpur yang cukup licin jika harus dilalui dengan kaki. Kondisi semakin sulit dengan medan yang sedikit miring. Oleh karena itu alangkah beruntungnya pengunjung yang mengenakan sandal gunung karena membuat pijakan menjadi tidak licin.

Rute Tanah Berlumpur

Pesona keunikan Goa Seplawan setelah sungai bawah tanahnya dapat ditemukan beberapa puluh meter ke depan. Keunikan kali ini terletak di langit-langit goa setinggi puluhan meter. Terdapat ukiran berbentuk semacam telapak kaki di langit-langit tersebut. Entah apa atau siapa yang telah membuat ukiran tersebut terlebih letaknya di langit-langit yang sulit untuk dijangkau.

Ukiran Telapak Kaki

Ujung dari perjalanan sudah semakin dekat usai melewati ukiran berentuk tangan di langit-langit tadi. Rute masih sama seperti sebelumnya dengan dinding goa yang pesonanya tiada henti membuat kagum akan kekuatan alam di masa lampau sehingga terciptalah ukiran seperti itu.

Semakin Dalam

Akhirnya tibalah perjalanan di ujung jalan. Bukan ujung goa karena sebenarnya lorong Goa Seplawan masih sangat panjang, akan tetapi untuk mencapainya harus menuruni jurang yang sangat dalam dari ujung jalur wisata. 

Ujung Jalan

Plang bertuliskan “STOP” menjadi penanda akhir jalur wisata Goa Seplawan dan di belakangnya menganga jurang yang sangat dalam. Menurut petugas, terdapat sebuah danau bawah tanah jauh di dalam bumi dengan kondisi yang begitu sunyi. Diperkirakan Goa Seplawan terus berlanjut hingga ke laut selatan.

Jurang Menganga di Ujung Jalan

Tepat di atas ujung jalan ini terdapat tulisan Jawa yang konon merupakan asal-usul nama Seplawan. Jika dieja maka tulisan Jawa tersebut bertuliskan Bahasa Sansekerta "Saplu Wan" yang mana jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia berarti "Plu: Murni/Suci", sedangkan "Wan: orang". Arti lengkapnya Goa Seplawan adalah pertapaan orang suci. Kembali pertanyaan pastilah muncul bagaimana caranya tulisan Jawa tersebut ditulis di langit-langit goa yang sulit dijangkau.

Tulisan Jawa di Langit-langit Goa

Tidak ada jalan keluar lain selain jalan yang digunakan untuk masuk tadi sehingga pengunjung harus kembali lagi melewati rute sungai bawah tanah sebelumnya untuk kembali. Waktu tempuh dari pintu masuk goa hingga kembali lagi memakan waktu sekitar satu jam dengan berjalan kaki. Cahaya matahari akan bisa kembali dinikmati setelah sampai kembali di pintu masuk goa.



INFORMASI

Jam Buka:
08.00 WIB - 16.00 WIB

Tiket Masuk:
Rp4.000,00

Tiket Parkir:
Rp2.000,00

Fasilitas:
Tempat Parkir, Toilet, Mushalla, Gardu Pandang, Warung Makan, Toko Suvenir

Waktu kunjungan terbaik:
Siang hari atau pagi hari

Perhatian (WAJIB BACA..!!!) :


4 comments:

  1. Replies
    1. Iya.. Masih belum terlalu dikenal masyarakat luas soalnya..

      Delete
  2. wah indah banget ya dilihat dari fotonya juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Maka dari itu harus main ke sana bung..

      Delete