Laman

Sunday, 17 September 2017

MENIKMATI INDAHNYA SORE DI CANDI TERTINGGI SE-YOGYAKARTA

Sore kembali tiba, memang suatu keharusan di alam semesta yang harus mematuhi perputaran waktu setiap harinya atas perintah Allah SWT; Tuhan Semesta Alam. Tentu saja sore hari kembali tiba dengan pesonanya, terlebih di langit musim kemarau yang cukup cerah dan Yogyakarta pun masih memiliki spot-spot menawan untuk menikmati pesona sore. Kali ini setelah menikmati indahnya SUNSET DI PUNCAK PEGUNUNGAN MENOREH, pesona sunset masih berada di ketinggian yaitu di Candi Ijo.

Candi Ijo, Prambanan, Yogyakarta
Sore di Candi Ijo

Menuju Candi Ijo

Candi Ijo secara administratif terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Menuju ke Candi Ijo merupakan hal yang mudah sekali karena Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah memperbaiki sarana dan prasarana yang ada. Kondisi jalan sudah begitu mulus, namun cukup menanjak mengingat Candi Ijo merupakan candi tertinggi di kawasan DIY yang memiliki ketinggian sekitar 425 meter di atas permukaan laut.

Menuju Candi Ijo dari Candi Prambanan
Menuju Candi Ijo dari Candi Prambanan
Lokasi Candi Ijo juga sangat mudah ditemukan. Pertama-tama perjalanan dimulai dari Jalan Raya Solo-Jogja di depan Candi Prambanan. Terdapat pertigaan besar ke arah selatan menuju Piyungan, maka itulah rute awal yang harus ditempuh. Awalnya rute menuju Candi Ijo sama dengan rute menuju SPOT RIYADI, namun perjalanan masih berlanjut ke arah selatan mengikuti jalan utama menuju Piyungan. Nantinya saat dijumpai plang penunjuk arah bertuliskan “Candi Ijo”, perjalanan pun berbelok ke arah kiri (timur). Cukup ikuti jalan utama tersebut sekitar 3,5 kilometer memasuki kawasan perbukitan. Perjalanan pun akhirnya sampai di Candi Ijo. Sarana transportasi terbaik untuk menuju Candi Ijo adalah menggunakan kendaraan pribadi baik itu sepeda motor, mobil, hingga bus besar.


Candi Ijo

Candi Ijo, Yogyakarta
Candi Ijo, Yogyakarta
Predikat Candi Ijo sebagai candi tertinggi di kawasan DIY membuat namanya kian terkenal; tidak kalah dengan Candi Prambanan dan Ratu Boko yang letaknya cukup berdekatan. Candi Ijo ditemukan pertama kali pada tahun 1886 oleh H.E. Doorepaal secara tidak sengaja saat mencari lokasi untuk menanam tebu. Candi ini dinamai Ijo salah satunya karena lokasi candi ini berada ada di Bukit Ijo. Candi Ijo diperkirakan merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dan sudah berusia 1100 tahun pada tahun 2016.

Wisatawan Asing di Candi Ijo
Wisatawan Asing di Candi Ijo
Candi Ijo selalu dikunjungi banyak wisatawan setiap harinya seakan sudah menjadi salah satu rangkaian paket perjalanan wisata bagi mereka yang bepergian ke Yogyakarta. Kunjungan paling ramai tentu saja adalah pada saat akhir pekan di mana banyak masyarakat yang bepergian setelah 5 hari sebelumnya bekerja. Wisatawan yang datang berkunjung ke Candi Ijo juga bukan hanya dari kalangan wisatawan domestik, tetapi wisatawan asing juga tertarik untuk mengunjunginya.


Pesona Sore di Candi Ijo

Menuju Senja di Candi Ijo
Menuju Senja di Candi Ijo
Candi Ijo hampir selalu dipadati oleh wisatawan saat sore hari dengan catatan tidak hujan. Kunjungan pun sudah termasuk ramai bahkan di hari-hari biasa. Kunjungan banyak wisatawan pada sore hari tidak lain adalah untuk menikmati indahnya sore. Candi Ijo sendiri menghadap ke arah medan terbuka di sebelah barat sehingga pemandangan bebas ke arah matahari terbenam dan juga kawasan Yogyakarta. Bandara besar yang menjadi salah satu gerbang keluar-masuk Yogyakarta pun turut terlihat dari Candi Ijo berikut dengan lalu-lalang pesawatnya.

Pemandangan Terbuka Sebelah Barat Candi Ijo
Pemandangan Terbuka Sebelah Barat Candi Ijo
Wisatawan biasanya menikmati sore dengan duduk-duduk sambil bercengkerama di tepi teras utama, maupun dari latar candi. Banyak sekali spot-spot foto di kawasan Candi Ijo, baik untuk memfoto langsung medan terbuka di sisi barat dari tepi latar candi, maupun memfoto candi dengan latar belakang sunset plus wisatawan yang sedang menikmati sunset.

Para Penikmat Senja
Para Penikmat Senja
Semakin sore matahari pun semakin turun ke ufuk barat. Jika cuaca sangat cerah, maka Pegunungan Menoreh di ujung barat akan terlihat menyambut terbenamnya matahari sore. Usai matahari tenggelam sepenuhnya, cahaya lampu kota akan segera menyala dan berkerlap-kerlip di bawah. Terdapat pula spot foto di dekat parkiran dengan berlatar belakang pemandangan hijaunya pegunungan yang hanya bertarif Rp3.000,00 bagi yang ingin berfoto di sana.

Nglanggeran dari Candi Ijo
Nglanggeran dari Candi Ijo
Gunung Merapi dari Candi Ijo
Gunung Merapi dari Candi Ijo


Info

Jam Buka
06.00 WIB – 18.00 WIB

Tiket Masuk
Rp5.000,00 (Domestik) / Rp10.000,00 (Asing)

Tarif Parkir
Rp2.000,00 (motor)

Fasilitas
Area parkir, warung makan, mushalla, toilet, spot foto


Bonus:



6 comments:

  1. waow keren ya sunsetnya jika dilihat dari candi ijo ini

    ReplyDelete
  2. Alternatif yg sangat diburu, mengingay ratu boko yg udah dimahalin๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Keterlaluan emang ngemahalinnya kalo di Ratu Boko..

      Delete
  3. kok murah gak semahal ratu boko..hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ratu Boko sudah dikuasai perusahaan ms, jadi mereka narik keuntungan sebesar-besarnya..

      Delete