Menggapai Angkasa

Jelajahi Indahnya Negeri Pecahan Surga

Monday, 13 November 2017

MENGENANG PERJUANGAN PANGERAN DIPONEGORO DI GOA SELARONG

Kebanyakan orang di Indonesia pastilah tahu mengenai Pangeran Diponegoro. Nama tersebut merupakan salah satu dari pahlawan pejuang kemerdekaan Indonesia sewaktu masa kolonial Belanda dulu. Perlawanan Pangeran Diponegoro kepada Belanda merupakan perang terbesar pada masa pemerintahan kolonial saat itu yang terjadi pada tahun 1825 hingga 1830. Perang yang juga menimbulkan korban jiwa terbesar pada masa kolonial ini disebut Perang Diponegoro atau Jawa. Kerugian yang dialami pihak Belanda pun pada perang ini cukup besar yaitu sekitar 15000 serdadu dan 20 juta gulden.

Patung Pangeran Diponegoro Mengendarai Kuda
Patung Pangeran Diponegoro Mengendarai Kuda
Goa Selarong, Saksi Bisu Perjuangan Pangeran Diponegoro

Akhir dari Perang Jawa sendiri adalah ditangkapnya Pangeran Diponegoro oleh pihak Belanda melalui perundingan tipu daya. Pangeran Diponegoro kemudian dibuang ke Makassar dan meninggal dunia di sana. Kini meski Perang Jawa sudah berlalu selama lebih dari 100 tahun, peninggalannya berupa jejak-jejak perjuangan Pangeran Diponegoro tersebut masih dapat ditemukan hingga kini. Salah satu peninggalan dari Perang Jawa adalah Goa Selarong yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Waktu tempuh menuju Goa Selarong adalah sekitar 30 menit dari pusat Kota Yogyakarta. Rute termudah adalah dengan melewati Jalan Bantul yang mengarah ke Pusat Kabupaten Bantul. Nantinya akan dijumpai plang penunjuk arah menuju Goa Selarong. Transportasi paling mudah dan efisien adalah menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil pribadi. Kondisi jalan juga sudah baik tanpa tanjakan dan turunan yang berarti. 

Goa Selarong, Markas Pertama Pangeran Diponegoro

Goa Selarong tepatnya terletak di Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Goa Selarong sendiri pada saat Perang Jawa, selain pernah menjadi markas pertama dari pasukan, juga merupakan tempat tinggal Pangeran Diponegoro setelah kediamannya di daerah Tegalrejo dibakar oleh Belanda. Di goa inilah Pangeran Diponegoro mengkoordinasi serangan-serangan ke berbagai wilayah yang dikuasai Belanda.
Pangeran Diponegoro
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Diponegoro
Goa Selarong tak cukup lama menjadi markas pasukan Pangeran Diponegoro. Saat Belanda mengerahkan pasukannya dalam jumlah yang besar untuk menyerang Goa Selarong, keadaan goa dan sekitarnya sudah sepi karena Pangeran Diponegoro beserta pasukannya telah berpindah ke tempat yang menjadi markas selanjutnya yaitu di Dekso.
Gerbang Masuk Kawasan Goa Selarong
Gerbang Masuk Kawasan Goa Selarong

Goa Selarong

Sesampainya di kawasan Goa Selarong, sudah tersedia ticket box untuk membeli tiket masuk sekaligus tiket parkir. Selanjutnya kendaraan bisa diparkir di area parkir yang telah disediakan. Area parkir yang ada cukup luas sehingga bisa menampung berbagai kendaraan mulai dari sepeda motor hingga  bus besar. Selanjutnya perjalanan dengan berjalan kaki harus dilakukan untuk sampai di Goa Selarong.
Kawasan Parkir Goa Selarong
Kawasan Parkir Goa Selarong
Sudah tersedia plang penunjuk jalan yang akan menuntun sampai ke Goa Selarong. Warung dan kios dapat ditemui di kanan-kiri jalan yang menjual aneka suvenir hingga makanan dan minuman. Nantinya di ujung jalan, akan terdapat pertigaan yang mana jika menaiki anak tangga ke arah kanan merupakan jalur menuju Goa Selarong, sementara jika ke kiri adalah menuju camping ground.
Tangga Menuju Goa Selarong
Tangga Menuju Goa Selarong
Perjalanan selanjutnya ditempuh dengan berjalan kaki menapaki anak tangga. Lokasi Goa Selarong memang sudah tidak jauh lagi, tetapi perjalanannya harus dilakukan dengan menapaki anak tangga. Sekilas memang perjalanan menapaki tangga ini cukup melelahkan, tetapi tenang saja karena jarak yang harus ditempuh tidaklah jauh. Hanya dalam waktu singkat, perjalanan sudah sampai di Goa Selarong.
Goa Kakung
Goa Kakung
Goa Selarong terdiri dari 2 bagian, yang pertama adalah Goa Kakung. Goa ini adalah tempat tinggal dari Pangeran Diponegoro. Mulut Goa tidak terlalu lebar dan juga tidak terlalu dalam. Sementara itu goa yang lain adalah Goa Putri. Goa ini merupakan tempat tinggal dari selir Pangeran Diponegoro yang paling setia menemaninya usai kedua istrinya wafat bernama Raden Ayu Retnaningsih.
Goa Putri
Goa Putri
Secara umum kondisi Goa Selarong berbeda dengan GOA GONG atau GOA SEPLAWAN yang memiliki pesona keindahan alamnya. Goa Selarong merupakan goa buatan yang memiliki nilai sejarah di dalamnya. Bisa dibilang Goa Selarong ini adalah monumen atau museum lapangan untuk mengenang peristiwa bersejarah mengenai perjuangan Pangeran Diponegoro di masa silam.
Bagian Dalam Goa Kakung
Bagian Dalam Goa Kakung
Meskipun merupakan goa buatan, bukan berarti panorama dan keadaan di Goa Selarong tidaklah bagus. Letak dari Goa Selarong yang berada di kawasan perbukitan membuat suasananya sangat asri dan teduh dengan pepohonan hijaunya. Sudah tersedia pula taman untuk duduk-duduk santai sambil menikmati kesunyian alam jika kunjungan dilakukan pada weekdays yang sepi.
Taman di Goa Selarong
Taman di Goa Selarong
Terdapat pula air terjun di kawasan Goa Selarong ini yang bisa digunakan sebagai sarana relaksasi dengan menikmati suara aliran airnya. Pengunjung pun bisa berjalan sampai ke dekat air terjun tersebut. Sudah ada jalan yang bisa digunakan untuk mendekat ke air terjun, akan tetapi kewaspadaan harus sedikit ditingkatkan karena jalannya cukup licin. Konon pula, air terjun dan Goa Selarong ini cukup mistis. Menurut masyarakat sekitar pada malam-malam tertentu terdengar alunan suara gamelan dari kawasan Goa Selarong ini.
Air Terjun di Kawasan Goa Selarong
Air Terjun di Kawasan Goa Selarong

Info

Waktu Buka
08.00 WIB – 16.00 WIB

Harga Tiket:
Rp5.000,00

Tarif Parkir:
Rp2.000,00 (motor)

Fasilitas:
Area parkir, toilet, mushalla, warung makan, warung suvenir, taman, camping ground.

Waktu kunjungan terbaik:
Siang hari saat tidak hujan

12 comments:

  1. Wah wah, masyaAllah indahnya ada air terjun mungilnya.
    Menyebut Pangeran Diponegoro membuat saya jadi flashback ke jaman SMP-SMA waktu pelajaran sejarah. Betapa dengan teknologi senjata seadanya, para pahlawan sampai titik darah penghabisan mempertahankan harga diri negara ini. Kita yang generasi muda jaman sekarang nggak dituntut utk perang fisik juga, tapi ada kewajiban utk menghargai perjuangan para pahlawan dengan melestarikan cagar budaya seperti ini contohnya.
    Semoga selalu terjaga, dan terawat ya bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Dengan mengunjungi situs sejarah perjuangan pahlawan bangsa seperti ini secara langsung bikin termotivasi untuk bisa mengisi kemerdekaan dengan baik..

      Delete
  2. Air terjunnya keren kang, suasananya juga sejuk dan sepertinya tempatnya juga sudah di kelola dengan baik..mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Tempatnya sendiri sudah cukup bagus..
      Kalo misal ditambah fasilitas pemutaran film dokumenter tentang Diponegoro pastilah lebih baik..

      Delete
  3. Pas ke sana lagi tidak mengalir curugnya.
    Kangen beli sawo di sepanjang area gua selarong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, baru tau malah kalau puncak kemarau air terjunnya gak ngalir...
      Iya, yang jual sawo banyak.. haha

      Delete
  4. Di kawasan ini belum ada pungli kan ya? *agak trauma sama pungli di sekitar lokasi wisata semacam ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas saia dateng kemaren sih g ada..
      HTM nya murah meriah..

      Ceritanya gimana mbak emang..?

      Delete
  5. Goa Kakung dan Goa Putri...berarti pangeran diponegoro dan istrinya tidur terpisah? Hmmm

    Btw...air terjunnya seger!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya begitu..
      Mengingat selain sebagai tempat tinggal, Goa Selarong juga berfungsi sebagai markas pasukan..

      Iya, tapi licin..

      Delete
  6. Pemilihan tempatnya kok bisa pas gitu ya? Ada air terjun mininya.
    Btw ini Bantul sebelah mana? Soalnya tiap kali main ke Bantul belum pernah ke Gua Selarong ini. Kalau dilihat dari foto udara dan nuansanya terasa sejuk gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lokasinya dulu cukup tersembunyi di tengah pegunungan, ditambah air terjun dan aliran sungai buat sumber air pasukan Diponegoro..

      Bantul sebelah barat kota..
      Wajar karena yang biasa banyak terekspos Bantul sebelah timur dan selatan yang searah dengan pantai...

      Delete

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda