Menggapai Angkasa

Jelajahi Indahnya Negeri Pecahan Surga

Friday, 3 August 2018

MEMOTRET GERHANA BULAN TOTAL 2018 DI GUNUNG ANDONG VIA SAWIT

Dini hari waktu Indonesia barat pada Hari Sabtu tanggal 28 Juli 2018 merupakan momen yang bersejarah bagi masyarakat Indonesia. Pada waktu itu, terjadi gerhana bulan total (GBT) dengan durasi terpanjang di abad ke-21 ini di atas langit dini hari Indonesia. Tentu momen tersebut tidak dilewatkan oleh banyak orang termasuk saya.

Gerhana Bulan Total 2018 di Gunung Andong, Magelang
Gerhana Bulan Total 2018 di Gunung Andong, Magelang (zoom out)
25 detik f / 3.5 / ISO 1600 / 18mm

Beberapa hari menjelang terjadinya GBT 2018, saya berpikir mengenai tempat yang cocok untuk menyaksikan fenomena alam langka tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk menuju Gunung Andong saja dengan pertimbangan kondisi langit di sana cukup jauh dari polusi cahaya dan lokasinya akan cukup ramai karena Andong memang tidak pernah sepi.

Menuju Andong
Saya memulai keberangkatan menuju Andong pada Jumat malam tanggal 27 Juli 2018 sepulang kerja sekitar pukul 20.30 WIB. Dengan dituntun oleh Google Maps, saya memulai perjalanan menembus dingin dan gelapnya malam menuju Base Camp Andong via Sawit di Kecamatan Ngablak, Magelang.

Solo-Base Camp Andong

Sebenarnya ini adalah kedua kalinya saya mengunjungi Gunung Andong di tahun 2018 ini. Pendakian saya ke Gunung Andong sebelumnya adalah pada Hari Selasa tanggal 17 Juli 2018. Bisa dibilang pendakian pertama saya adalah sebagai survei sehingga akhirnya memutuskan untuk kembali lagi saat momen GBT 2018.
Gunung Andong, 17 Juli 2018
Gunung Andong, 17 Juli 2018
Sekitar pukul 21.30 WIB saya akhirnya tiba di Base Camp Gunung Andong via Sawit usai kedinginan di jalan. Saya tidak langsung naik melainkan tidur terlebih dahulu karena gerhana menurut jadwal BMKG akan terjadi mulai pukul 01.00 WIB. Saya juga tidak berniat berkemah saat itu karena selain ramai, berkemah juga cukup ribet.

Menapaki Gelapnya Andong
Sekitar pukul 01.15 WIB saya mulai melangkah mendaki Andong. Sabtu dini hari itu pendaki Andong sudah cukup banyak. Menurut petugas jaga, sudah ada sekitar 200 pendaki yang mendaki Andong saat itu. Ketika saya berangkat, gerhana bulan sudah dimulai, sementara GBT baru akan mulai sekitar pukul 02.30 WIB.

Memang hanya ada waktu sekitar satu jam 15 menit bagi saya untuk segera mulai membidik fase GBT. Akan tetapi memang waktu perjalanan untuk sampai ke kawasan puncak Gunung Andong relatif singkat. Hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam bagi saya untuk sampai area makam.
Tempat Njepret Gerhana
Tempat Njepret Gerhana
Malam itu saya tidak mendaki sampai puncak karena di sana ramai dan kondisinya cukup terang karena warung buka sampai malam sehingga menimbulkan polusi cahaya. Saya pun memutuskan untuk menjepret gerhana di area sekitar makam saja yang lebih minim cahaya. Malam itu juga ada beberapa pendaki yang berkemah di tempat saya memotret.

Pesona GBT 2018
Tripod pun segera saya keluarkan dari wadahnya dan mulai berdiri untuk menopang kamera. Untuk perangkat memotret, saya menggunakan kamera Canon EOS M yang merupakan kamera mirrorless seri pertama Canon (paling elek) dengan lensa sapu jagat EF-S 15-135 mm.
Senjata: Canon EOS M & Lensa Sapu Jagat Canon 18-135 mm
Senjata: Canon EOS M & Lensa Sapu Jagat Canon 18-135 mm
Saat saya siap memotret, bulan sudah memasuki fase gerhana total yang mana seluruh permukaannya tidak lagi terang, melainkan memerah seperti darah sehingga mendapat julukan bloodmoon. Kondisi langit malam itu begitu terang di sebelah barat sehingga Gunung Sumbing-Sindoro, dan Prau turut terlihat di ujung cakrawala.
Sisi Barat Andong yang Cerah
Sisi Barat Andong yang Cerah
20 detik / f/3.5 / ISO 800 / 18 mm
Cukup sulit untuk membidik gerhana, terlebih lensa saya kurang panjang. Membidik gerhana akan lebih bagus jika menggunakan lensa tele dengan panjang lebih dari 250 mm. Memfokuskan obyek pun cukup sulit di malam hari sehingga saya harus melakukan beberapa kali percobaan untuk mendapatkan fokus maksimal.
Bloodmoon 2018 (zoom)
Bloodmoon 2018 (zoom)
2,5 detik / f/5.6 / ISO 800 / 135 mm (cropped with Adobe Photoshop)
Syukur Alhamdulillah saya berhasil menjepret momen langka gerhana bulan total 2018 ini. Ada dua versi pemotretan yang saya gunakan, yakni mode landscape dan zoom. Selain fokus, pengaturan lain yang saya lakukan di kedua versi itu adalah di exposure time dan ISO.
Mars di Kiri dan Bulan di Kanan
Mars di Kiri dan Bulan di Kanan (zoom)
2,5 detik / f/5.6 / ISO 800 / 135 mm
Salah satu hal paling spesial pada GBT 2018 ini adalah adanya Planet Mars yang mendampingi bulan. Cahaya Mars yang lebih terang dari bintang-bintang membuatnya turut bisa dijepret dengan cukup jelas dari lensa kamera.

Sayangnya satu hal yang saya inginkan terjepret di kamera saya pada malam hari itu tidak terwujud. Tidak ada satu pun bintang jatuh yang saya dapatkan malam hari itu. Padahal jika terjepret, maka hasil foto akan menjadi lebih menakjubkan. Namun tetap saja, malam itu Alhamdulillah keindahan GBT 2018 tetap terdokumentasikan dengan baik.

26 comments:

  1. Jadi ini perjalanan mendaki gunung sembari malam harinya usaha menjepret bulan dilangit? Ckck bagus bangetttt angkasanyaaa. Cantik tenan bulannya benar-benar oren warnanya. Memang bintang-bintang paling indah banget buat dilihat kalau keadaan malam hari diatas gunung.

    Duh itu bener gunung prau? Tinggi juga ya ternyata pantas kalau malam hari keadaan di prau selalu dingin bener tak tertahan hueheheeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beruntung malam itu pas cerah, jadi langitnya bagus banget...

      Di gunung mah emang dingin.. hehe

      Delete
  2. Jangan bilang mau beli lensa tele lagi? Sementara duitnya buat modal nikah atau rumah dulu baaang~~~
    Kasihan ntar calon istrinya 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yo tukune sukmben.. hehe
      Tele kan iso nyilih seg.. Bukan lensa primer soale..

      Delete
  3. Jangan bilang mau beli lensa tele lagi? Sementara duitnya buat modal nikah atau rumah dulu baaang~~~
    Kasihan ntar calon istrinya 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, nganti komenne ping pindo og.. haha

      Delete
  4. Waah...fotonya keren mas.
    Pas gerhana bulan aku sedang berada di bekasi. Yaa tentu saja banyak polusi cahaya dan debu :D

    Gunung Andong memang ga pernah sepi mas :D

    ReplyDelete
  5. Sebelum hari H di survey dulu ternyata, terus lensa kameranya juga masih kurang pancang gitu. Tapi hasilnya sudah bagus bangat loh. Bulannya bisa utuh begitu dengan warna yang memikat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya sekalian pas yang pertama itu.. Jadi punya referensi tempat buat lihat gerhana..

      Iya, betul.. Kurang panjang, jadi mode zoomnya kurang maksimal...
      Cuman berat juga lensanya kalau lebih dari 135...

      Delete
  6. Wahh keren!! Kemaren saya juga motret dari teras rumah dengan lensa sapu jagad, tapi tanoa tripod krn emg gak punya sih.. yaa gitu deh hasilnya.. hahahaa..
    Tp emang paling mantap motret hintang dan bulan dr gunung yaa. Gak ada polusi cahaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, pakai tripod aja kalau kena getaran orang jalan dikit aja hasilnya jadi kurang bagus, apalagi kalau g pake.. hehe

      Betul.. Itu tujuan ke gunung..

      Delete
  7. indahnya ciptaan Allah, gak bisa diucapkan dg kata2

    ReplyDelete
  8. gila pemandangannya bagus, fotonya juga keren-keren.

    ReplyDelete
  9. Pengen motret juga waktu gerhana itu terjadi, sayang masih belum punya alat tempur 😥 lahirnya hanya bantu proses videografi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga di momen gerhana selanjutnya sudah punya alat tempur.. Aamiin

      Delete
  10. Keren banget..hehehe meskipun pake mirrorless canon generasi pertama tapi fotonya masih manteb tuh mas..hehe
    btw diandong polusi cahayanya masih sedikit ya....mungkin bisa jadi alternatif buat berburu milkyway hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti butuh kamera yang lebih bagus lagi ya.. hehe

      Bisa ms cari milky way di Andong.. Dulu juga pernah cari milky way di sini..

      Delete
  11. demi nonton bulan, dibelain teko Andong berangkat malam, pulang pagi-pagi? Joss. Tampaknya kau kalau sudah punya kemauan bakalan dikejar terus ya? Sip lah. Hasile jepretane yo apik tenan e

    ReplyDelete
    Replies
    1. La piye meneh.. Momen iki dalam sisa umur ora bakal terulang meneh eh.. hoho
      Gerhana berikutnya mungkin ws ora ditemani "Mars"..

      Delete
  12. Rajinnya mas, sampai naik gunung buat motret bulan.
    Tapi hasilnya kece, sih, parah...

    Dan, pengen banget ke andong, huhu. Sekian curhatan saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. La kesempatannya cuman itu.. Kapan lagi bisa motret gerhana bulan yang berdampingan dengan Mars..? hehe

      Wah, tinggal berangkat aja mbak..
      Enak kok jalurnya.. Tapi mending pas nggak weekend..

      Delete
  13. Keren Mas.......bisa berkesempatan mengambil foto gerhana dari atas gunung....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesempatan langka soalnya..
      Kapan lagi kalau bukan kemarin itu.. hehe

      Delete

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda.
Silakan tinggalkan komentar, semoga yang komen rezekinya lancar dan berkah selalu.. Aamiin