Menggapai Angkasa

Jelajahi Indahnya Negeri Pecahan Surga

Friday, 22 February 2019

Jelajah Srambang Park Ngawi, Taman Instagramable di Timur Laut Lawu

Sebelum mulai membahas tentang destinasi ini, saya mohon maaf kepada rekan-rekan blogger di seluruh dunia karena jarang update selama beberapa bulan ini. InsyaAllah mulai sekarang Menggapaiangkasa.com akan kembali rutin update setiap Jumat.

Srambang Park, Ngawi
Srambang Park Ngawi yang Instagramable
Sekian lama tidak menulis bukan berarti saya tidak ke mana-mana. Justru penjelajahan saya malah semakin gencar karena kini juga menyangkut pekerjaan. Update pun seolah berpindah, dari blog Menggapaiangkasa.com ke SINI.

Kali ini penjelajahan saya sampai di sebuah destinasi wisata yang berada di sisi timur laut Gunung Lawu. Sudah lama pula perjalanan saya ke sini, yakni pada Hari Minggu 23 Desember 2018 silam.
Lokasi Srambang Park, Ngawi
Lokasi Srambang Park, Ngawi
Destinasi yang saya jelajahi kali ini adalah Srambang Park. Lokasinya tepatnya berada di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Jika dari Kota Solo, Srambang Park ada di balik Gunung Lawu.

Menuju Srambang Park Ngawi

Sebenarnya exploring ketika musim hujan selama Oktober sampai April bukanlah saat yang menyenangkan. Mendung dan hujan tentu menjadi teman setia selama musim penghujan. Namun pada Hari Minggu itu, perjalanan tetap saya lakukan.

Payahnya lagi, saya baru berangkat dari Kota Solo pada siang hari. Padahal kemungkinan hujan turun akan lebih besar di siang atau sore hari. Perjalanan saya menuju Srambang Park pun dipenuhi keraguan karena awan hujan sudah menyelimuti Gunung Lawu.

Karanganyar-Srambang Park, Ngawi

Saya pun beberapa kali berhenti untuk mencari alternatif destinasi lain. Namun entah mengapa rasa penasaran akhirnya mengalahkan keraguan itu. Dengan dituntun Google Maps, saya akhirnya dengan mengucap bismillah tetap menuju Srambang Park.

Rute yang saya gunakan adalah melalui Karanganyar-Mojogedang-Batujamus-Kerjo-Sine-Ngrambe dan Kecamatan Jogorogo. Pokoknya jalurnya mengitari Gunung Lawu di sisi utara. Saya tidak lewat rute Sragen-Ngawi karena akan memutar jauh dan jalannya ramai.

Jarak tempuh menuju Srambang Park dari Kota Surakarta adalah sekitar 2 jam. Jika naik motor dengan dituntun Google Maps, maka bersiaplah untuk dilewatkan jalan kampung yang sempit.


Destinasi Hitz Ngawi

Lokasi Srambang Park sebenarnya tidak jauh dari destinasi yang sudah pernah saya kunjungi sebelumnya, yakni AIR TERJUN PENGANTIN. Terus ke arah selatan, nanti akan ditemukan plang petunjuk arah menuju Srambang Park.
Air Terjun Pengantin, Ngawi
Air Terjun Pengantin, Ngawi
Sebelum berangkat, saya mengira jika Srambang Park akan cukup sepi karena belum banyak dikenal. Namun ternyata perkiraan saya salah. Menjelang sampai, lalu-lalang kendaraan mulai ramai, dari motor hingga mobil.

Puncak kemacetan ada tepat sebelum sampai kawasan Srambang Park. Bahkan saya sempat terjebak macet. Untunglah warga setempat menunjukkan saya jalan memutar di perkampungan sehingga roda dua bisa terus melaju.

Sesampainya di parkiran pun suasananya begitu ramai bagai pasar. Saat akan parkir, petugas meminta saya untuk terus melaju di parkiran dekat loket. Saya pun tetap melaju dengan pelan karena banyak orang yang berlalu-lalang ketika itu.

Akhirnya sampailah saya lokasi parkir paling dekat dengan pintu masuk. Sebelum masuk, saya terlebih dahulu membawa mantol batman dan celana ke dalam tas. Siapa tahu nanti hujan turun.


Keasrian dan Keindahan di Sisi Timur Laut Lawu

Tiket masuk ke Srambang Park adalah Rp15.000,00. Taman ini berdiri di atas lahan Perhutani seluas 11 hektar dan dikelola oleh CV Hargo Dumilah dengan sistem bagi hasil dengan pihak Perhutani.
Srambang Park Ngawi yang Ramai
Srambang Park Ngawi yang Ramai
Keindahan Srambang Park langsung bisa dirasakan usai loket. Pihak pengelola ternyata tidak main-main dalam menata destinasi ini. Berbagai ornamen seperti payung warna-warni sampai warna-warni bunga langsung tersaji di depan mata.

Saya pun langsung saja berjalan di jalan setapak yang sudah ditata dengan baik berbahan cor sehingga tidak licin. Jalan setapak nantinya mengarah ke utara. Jalan ini mengikuti aliran sungai yang bersumber dari sebuah air terjun, yakni Air Terjun Srambang.
Keindahan Srambang Park, Ngawi
Keindahan Srambang Park, Ngawi
Keindahan taman senantiasa menjadi menemani saya di sepanjang jalan setapak tepi sungai. Taman berwarna-warni ini begitu serasi dengan pepohonan pinus di sekitarnya. Tak hanya mata yang dimanjakan, suara aliran sungai pun terdengar sangat mendamaikan.
Jembatan Kayu yang Instagramable di Srambang Park
Jembatan Kayu yang Instagramable di Srambang Park
Aneka spot selfie pun tersaji di kanan-kiri jalan. Entah itu warna-warni bunga atau spot foto buatan. Beberapa jembatan kayu pun tak hanya berfungsi sebagai prasarana. Bentuknya yang unik juga cocok digunakan sebagai latar belakang berfoto


Hujan Lebat di Srambang Park Ngawi

Perlu sekitar 5 menit bagi saya untuk sampai di air terjun. Namun ternyata tiba-tiba hujan turun dengan begitu deras. Petugas pun melarang saya untuk mendekat ke air terjun karena derasnya hujan yang turun bisa menyebabkan banjir.
Air Terjun Srambang Ada di Celah Ini
Air Terjun Srambang Ada di Celah Ini
Benar saja, beberapa saat hujan mengguyur, air sungai yang semula jernih berubah cokelat. Debit airnya pun naik sehingga saya sempat khawatir akan terjadi banjir besar atau longsor. Namun petugas mengatakan jika kondisi itu sudah lumrah terjadi ketika hujan lebat.

Jadilah saya harus menunggu beberapa saat sampai hujan reda untuk bisa kembali menjepret. Ternyata hujan turun cukup lama. Satu jam lebih saya menunggu hujan reda. Namun untunglah, hujan akhirnya sehingga saya bisa kembali berkeliling.
Keindahan Taman Aneka Warna di Srambang Park
Keindahan Taman Aneka Warna di Srambang Park
Ternyata hujan deras yang turun membawa berkah. Berkat hujan ini, Srambang Park menjadi lengang. Mungkin pengunjung lain pulang karena hujan barusan. Saya pun bisa dengan leluasa berkeliling dan memotret dengan obyek yang bersih dari manusia.

Srambang Park setiap harinya buka mulai pukul 08.00 WIB sampai 17.30 WIB. Destinasi ini pun telah memperoleh penghargaan Canopy, Sabtu (08/12/2018) karena memang meyuguhkan keindahan pesona taman di tengah alam yang sangat menawan.
Kolam dan Ornamen Patung di Srambang Park, Ngawi
Kolam dan Ornamen Patung di Srambang Park, Ngawi
Air Terjun Srambang konon merupakan tempat pertemuan dan perpisahan Jaka Tarub dengan istrinya, Nawang Wulan. Dikisahkan Nawang Wulan adalah seorang bidadari dan ketika mereka berpisah, Jaka Tarub berpesan agar istrinya sering datang menyambangi.

Itulah asal muasal penamaan Srambang pada air terjun ini. Srambang berasal dari kata menyambangi. Konon di sini pula penguasa Gunung Lawu, Sunan Lawu kerap menampakkan diri sehingga pengunjung harus menjaga sikapnya saat berwisata ke Srambang Park.
Srambang Park, Ngawi; Perpaduan Keindahan dan Keasrian
Srambang Park, Ngawi; Perpaduan Keindahan dan Keasrian
Akhirnya penjelajahan saya di Srambang Park berakhir menjelang tutup. Memang lebih baik datang ke Srambang Park pagi hari, terutama bagi mereka yang rumahnya jauh agar tidak perlu melaju di tengah gelapnya malam seperti saya.

Mampir sini juga gan....

Informasi Srambang Park Ngawi

Jam buka
08.00 – 17.30 WIB

Tiket masuk
Rp15.000,00 per orang

Tarif parkir
Rp2.000,00 (sepeda motor)

Fasilitas
Area parkir, warung makan, toilet, mushalla, spot foto, taman bunga, spot selfie

Waktu kunjungan terbaik
Pagi hari ketika cuaca cerah

1 comment:

  1. wuih, nek nang Ngawi kudu mampir mrene
    segere ndak nguati
    wajar nek oleh penghargaan

    perasaan aku mbiyen tau komen ndek kene yo
    opo mek tak woco tok yo

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda.
Silakan tinggalkan komentar, semoga yang komen rezekinya lancar dan berkah selalu.. Aamiin