Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Liburan di Bali Usai Pandemi, Ini Wishlist Kami

Pandemi entah kapan usai. Kabar duka entah kapan berhenti terdengar di kuping. Rakyat menjerit, butuh ekonomi segera pulih. Para nakes sudah lelah dan butuh istirahat setelah bekerja tak kenal pagi. Dan kami para keluarga yang hobi berkelana, sangat butuh healing. Kami semua, rindu piknik.


Berdiam diri di rumah selama 1,5 tahun bukanlah hal yang menyenangkan. Aktivitas berpergian terbatas. Tak bisa ke mall, ke tempat wisata, atau bahkan melayat ke rumah saudara pun harus direlakan. Inshaa Allah kami ikhlas...

Padahal dulu... sebelum covid-19 menyerang, hampir tiap bulan keluarga kami melakukan perjalanan. Mulai dari mencoba wisata-wisata baru di Lumajang. Berkeliling mencicipi wisata edukasi di kota tetangga. Hingga berpergian ke luar kota sembari menjalin silaturahim dengan saudara.

Bali Masih Berkesan Hingga Sekarang

Hingga saat ini, kisah travelling saya bersama keluarga yang paling berkesan adalah liburan ke Bali. Terakhir kali kami pergi ke Bali adalah 10 tahun yang lalu, saat saya masih SMA. Rombongan 2 keluarga naik 1 mobil. Iya, total pasukan kami adalah 7 orang. Sungguh perjalanan kami seru dan riuh!

Sepanjang perjalanan mengitari Bali, saya pantang tidur di dalam mobil. Pokoknya harus tetap melek karena suasana di Bali cukup berbeda. Rumah-rumahnya, arsitektur bangunannya, busana orang-orangnya, keindahan tempat wisatanya, dan lainnya. Ah, jadi rindu Bali. 


Kapan ya kira-kira kami mengulang kisah di Bali? Liburan bersama keluarga di Pulau Dewata. Semoga lekas-lekas yaaa...

Kalau sudah 10 tahun seperti ini, pastinya ada penambahan jumlah personil. Kira-kira bertambah 6 orang. Wuah, tak terbayang betapa seru dan heboh liburan kami.

Sayangnya, saat pandemi seperti ini, kami tidak boleh ke Bali. Pergerakan masih dibatasi. Virus Corona masih bisa menempel dan hinggap di siapa saja. Tanpa kenal siapa yang sudah vaksin, tanpa kenal siapa yang sudah terjangkit. Semua orang punya kerentanan yang sama, termasuk keluarga kami. 

Kalau sudah seperti ini, apalagi yang bisa kami perbuat? Hanya bisa membatasi pergerakan diri, saling melindungi anggota keluarga, dan saling mendoakan satu sama lain.

Namun, tidak ada yang salah bukan... bila kami mencoba menyusun wishlist rencana perjalanan kami ke Bali bila pandemi usai?

Ini Wishlist Kami Saat Berlibur ke Bali

Ada puluhan tempat wisata indah yang ada di Bali. Saya ingin, kami sekeluarga menikmati ragam tempat wisata di Bali supaya wawasan kami bertambah. Mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata religi, wisata belanja, dan lainnya. 

Liburan ke Bali ini lebih spesial. Karena saya ingin eksplore Nusa Penida, hoho. Banyak tempat wisata yang hits dan instagramable di sana. Pasti saudara-saudara antusias dengan wajah wisata Bali yang baru.

...dan... inilah wishlist kamiii...


Rencananya, saya pengennya menginap 3 hari 2 malam. Tentu saja sudah termasuk perjalanan pulang pergi. Dari Lumajang ke Bali, butuh waktu 9 jam. Kalau kami berangkat usai sholat Subuh, maka kami bisa sampai di Bali pukul 2 siang. 

Waktunya pas banget untuk check in hotel di Bali. Rencananya, kami akan mencari RedDoorz di Sanur saja sebagai tempat istirahat kami. Leyeh-leyeh dulu. Mandi dan bersih-bersih dulu. Kemudian, sore harinya... perjalanan keliling Bali... dimulaaaai!


Uluwatu sengaja saya pilih untuk menjadi destinasi wisata pertama kami di Bali. Sebab, saya ingin mengajak keluarga menonton tari kecak. Supaya atmosfer liburan di Bali itu terasa lebih semangat. 

Apalagi lokasinya di atas tebing pinggir pantai. Sore-sore terkena semilir angin itu rasanya wuuuush~~~


Puas di Uluwatu, rencananya saya mengajak keluarga untuk makan malam di Sanur. Ada banyak warung seafood di pinggir pantai yang siap menyediakan hidangan lezat untuk kami.

Kalaupun nggak dapat sunset, ya marilah nikmati makan malam di pantai pasir putih yang bersih. Paling enak kalau makan seafood di sini sambil dengerin live music. Uwaaah, betapa indah malam pertama di Baliii...


Yakin deh, perjalanan seharian dari Lumajang yang lanjut keliling Bali ini cukup melelahkan. Maka saya sengaja memilih tempat istirahat yang nyaman supaya keluarga bisa tidur lelap. Untuk malam pertama kami di Bali, saya memilih Reddoorz Near Pantai Sanur Bali

Mengapa saya memilih di Sanur? Sebab, dekat dengan Nusa Penida yang menjadi tujuan destinasi wisata esok hari. Selain itu, mungkin saja ada sanak saudara yang ingin pulang larut malam sehingga bisa menyusul sendiri ke penginapan yang lokasinya tak terlalu jauh. 

Tenang saja, harganya terjangkau kok. Hanya 125.000 per malam untuk twin room. Kan murah banget. Apalagi fasilitasnya lengkap. Pokoknya bisa bikin tidur pulas supaya esok pagi bangun dengan segar bugar.


Kalau sudah di Bali, saya nggak mau melewatkan untuk makan makanan khas Bali. Pengennya cari sarapan yang sederhana tapi khas Bali. Di pintu masuk Pelabuhan Sanur, ada sebuah warung legendaris, namanya Sambal Mak Beng. 

Dari namanya saja kita tahu kalau warung ini terkenal dengan sambalnya yang pedas. Sambalnya ini dikombinasikan dengan satu-satunya makanan yang ada di warung ini, yaitu sup ikan dengan ikan gorengnya. Wuah gimana ya rasanya? Nggak sabar pengen coba!


Pagi yang cerah, kami memulai perjalanan menuju Pulau Nusa Penida. Tentu saja kami harus menyeberang dengan naik fast boat. 

Kurang lebih perjalanan menuju Nusa Penida membutuhkan waktu 1 jam. Ya marilah kita nikmati pagi yang cerah di tengah laut.


Tentu saja, destinasi pertama kami di Nusa Penida adalah Pantai Kelingking. Sebuah tempat wisata yang sedang hits akhir-akhir ini. Cakep banget kalau foto dari atas sini.

Tenang saja, pagi-pagi kami semua kuat untuk tracking naik ke atas tebing demi mendapatkan momen yang sempurna. Ya kapan lagi?


Ingin mendapatkan momen yang berbeda, maka saya sengaja mengajak keluarga untuk main ke Angels Billabong. Sekalian saja, saya ajak ke Broken Beach. Melihat tebing cantik yang membentuk gua.

Menikmati semilir angin dari ketinggian. Sambil nyemil jajanan yang masih tersisa di tas, hoho. 


Setelah puas di Nusa Penida, rencananya saya mau mengajak keluarga balik ke Sanur. Sekitar jam 4 sore, kami balik dengan menggunakan fast boat lagi. Jadi, kami akan menikmati senja di tengah deburan ombak.

Kalau sudah memilih Kuta sebagai tempat wisata malam di Bali, mau ke mana pun kaki melangkah, maka semuanya telah tersedia dengan indah. 

Pengennya sih, kami makan malam dengan beralaskan pasir pantai dan beratapkan langit biru. Akan sangat cantik bila ditemani rembulan dan gemerlap bintang. Sungguh kami tak akan berhenti bersyukur mengagumi keindahan-Nya.


Untuk malam terakhir di Bali, saya memilih RedDoorz yang tak jauh dari Kuta yaitu RedDoorz Plus near Discovery Shopping Mall Bali. Harga per malamnya cuma Rp 376.200. Sudah termasuk sarapan loh!

Mungkin Ayah, Ibu, Pakde, dan Bude butuh istirahat lebih awal, jadi biarkan mereka balik ke hotel terlebih dahulu. Sedangkan yang muda-muda, biarlah menikmati malam hingga larut di Pantai Kuta. Toh, hotelnya juga nggak jauh dari pantai. 

Untuk malam terakhir di Bali, saya sengaja memilih RedDoorz lagi dan tak berpindah ke lain hati. Mengapa lagi-lagi saya memilih RedDoorz? Jawabannya sudah saya rangkum di infografis berikut ya!


Menginap di RedDoorz itu nyaman dimanfaatkan untuk bermalam dan dinikmati pagi hari. Saat malam hari, tersedia springbed yang empuk dan AC yang bisa bikin tidur nyenyak. Ada TV juga kalau mau nonton TV. Selain itu, fasilitas kamar mandi dan toiletrisnya juga lengkap. 

Pagi harinya, marilah memanfaatkan kolam renang yang ada. Berenang sama sepupu dan keponakan, pasti ramai dan heboh. Pemandangan seru seperti ini akan ditonton oleh Ayah, Ibu, Pakde, dan Bude yang sedang duduk-duduk di gazebo depan kamar. Seru banget, bukan?


Hari terakhir di Bali, saya nggak ingin melewatkan keasrian hutan Bali. Jadi saya memilih untuk jelajah hutan di Alas Kedaton. Pasti keponakan-keponakan antusias bisa beramahtamah dengan kera.

Apalagi di sini ada 2000 kera yang menjadi daya tarik tersendiri. Kera-kera ramah inilah yang menjaga sebuah pura yang suci di dalam Alas Kedaton.


Usai puas menikmati rimbunnya pohon di Bali dan menyapa fauna lokalnya, maka lengkap sudah destinasi wisata alam yang ingin dikunjungi. Saatnya kami pulang. Namun sebelum itu, marilah berbelanja duluuu.

Ada banyak wisata belanja di Bali, seperti Toko Krisna, Jalan Legian, Beachwalk Shopping Center, Mall Bali Galeria, dan lainnya. Barang-barang yang akan kami beli, pasti nggak jauh-jauh dari daster, kaos, sarung, dan aksesoris. Tak lupa juga kami membawa oleh-oleh makanan khas Bali untuk keluarga yang sedang menunggu kepulangan kami di rumah.

Yey, itulah 10+ wishlist saya bersama keluarga bila hendak travelling ke Bali setelah pandemi berakhir. Cukup padat ya jadwalnya. Ayah dan Pakde yang akan menjadi sopir di 2 mobil, semoga nggak kelelahan ya. Toh, istirahatnya sudah cukup karena tidurnya di RedDoorz yang nyaman.

Yaa, semoga pandemi segera berlalu. Supaya wishlist ini nggak hanya membuat kita jadi halu. Melainkan benar-benar terwujud secara nyata dengan penambahan anggota keluarga yang baruuu. 

Semoga dengan berakhirnya pandemi, maka perekonomian negeri bisa kembali pulih. Adapun sektor pariwisata di Bali bisa bangkit lagi. Kami pun semangat untuk travelling keliling Bali usai pandemi. Mari wujudkan wishlist yang sudah direncanakan supaya tak sekadar menjadi mimpi.

Lalu, bagaimana denganmu? Apa wishlistmu usai pandemi?



19 komentar untuk "Liburan di Bali Usai Pandemi, Ini Wishlist Kami"

  1. Yeayy, aku pun kuangeennn cuss ke Bali mbaaa
    Trakhir tuh thn 2008, anakku masih umur 2 thn :D

    Ya ampuun, aselik rindu banget jalan2 yaa
    semoga kita sehaaatt dan corona segera minggat

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... semoga lekas-lekas travelling ya kitaaaaa

      Hapus
  2. Kalo gak salah ada program pemda di Bali, tagline-nya 'Working from Bali' mba. Bisa dicoba tuh kalo kesampaian liburan lagi nanti ke sana. Hehehe.

    Bali mau sampai kapan pun tetap berkesan. Namanya juga Pulau Surga. Siapa sih yang bosan di surga, ya kan? Apalagi kalo family trip yang itinerary-nya udah terencana kayak Mba Rhos di atas.

    RedDoorz udah menjamur di Bali. Di mana-mana ada. Semuanya bagus. Kamarnya juga bagus dan rapi. Harga sangat bersahabat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bahkan udah ada RedDoorz di Nusa Penida
      Emang ya, kalau ke Bali tuh butuh seminggu liburan, hahaha

      Hapus
  3. waaa.....saya juga mauuuu.....ke Bali

    Bali emang gak ada tandingannya ya?

    tapi mungkin saya keliling jabar dulu deh ^^

    BalasHapus
  4. Kangen banget liburan ke Bali membaca artikel ini udah berasa dibawah liburan beneran

    BalasHapus
    Balasan
    1. uwiiiih makasiiiih
      semoga ntar liburan ke bali beneran yaaa

      Hapus
  5. Aku belum pernah ke Bali dan pengen banget ke sana, semoga bisa terwujud abis pandemi ini ya

    BalasHapus
  6. Pas banget pengen ajak anak-anak jalan jalan!
    Kalo ke Bali kan yang paling susah cari makannya, nah dengan liat ini aku jadi tau mbak warung yang recommended!

    BalasHapus
  7. Aku juga pengen banget nih ke Bali lagi... 2 minggu apa sebulan gitu ke Bali.. tiap hari jalan-jalan kulineran shopping... Sambil Work From Anywhere bolehlah...

    BalasHapus
  8. Wah, aku juga punya wish list jalan2 ke Bali sama keluarga plus ajak kedua orang tuaku :) Aku udah 9 tahun lebih ga main ke Pulau Dewata hehehe, kangen banget tentunya. Wisata alam dan kulinernya unik dan bikin kita terpanggil untuk kembali ke sana ya mbak.

    BalasHapus
  9. Jadi kangen Bali baca ini.Wishlistnya komplit, Kak. Dari wisata alam,budaya sampai kulineran lengkap.Apalagi kalau nginepnya di RedDoorz yang nyaman pun harganya terjangkau. Sungguh, impian bangets!

    BalasHapus
  10. Daku juga pengen traveling ke Bali, yang bener² fokus sih hehe. Soalnya waktu pertama kali hanya sejenak aja di sana

    BalasHapus
  11. Bali adalah tempat yang paling ingin saya kunjungi sejak dulu. Rasanya banyak banget tempat di sana yang ingin saya jelajahi

    BalasHapus
  12. Bali memang destinasi wisata yang bikin rindu ya kak,kemana-mana cantik banget, Lantai, resto, tempat wisata dll selalu menggoda buat dikunjungi kembali

    BalasHapus
  13. Apalah daya aku yang cuma tau keindahan Bali melalui media. Hehee.. Tapi aku berdoa moga mimpi keliling Indonesia nanti bisa tercapai. Aamiinn..

    Btw, bisikin aku donk kak, edit infografisnya pake apa? Keren😍

    BalasHapus
  14. Waktu kuliah dulu, saya pernah ke Bali saat PPL bersama teman2 kampus. Yang paling saya ingat yaitu saat berkunjung ke monkey forest, waduh dijalanan sudah banyak monyet2nya yang tapi gak nakal kok hehe...hutannya juga masih alami dengan pendopo khas Bali. Kerennnn dan kangen pengen ke sini lagi.. :)

    BalasHapus