Pengalaman ke Gereja Ayam Magelang Paket Sunrise

14 komentar
Konten [Tampil]

Assalamualaikum wr wb

Pekan lalu, saya baru saja travelling ke Gereja Ayam di Magelang. Itu loh, tempat yang ikonik di film AADC. Yang saat penayangan film, eh tempat wisatanya langsung viral! Dibanjiri 3000 pengunjung.

Kali ini saya datang bersama suami. Berangkat pagi-pagi buta demi mendapatkan sunrise, karena kabarnya sunrise di Gereja Ayam Bukit Rhema ini bagus banget, apalagi menjelang musim kemarau seperti saat ini.

Lokasi dan Rute ke Bukit Rhema Gereja Ayam

Gereja Ayam ini berada di atas Bukit Rhema, tak jauh dari Candi Borobudur. Masih sama-sama berada di kecamatan Borodurur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jaraknya hanya 3.6 km dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit. Dekat kan?

HTM Bukit Rhema Gereja Ayam

Harga Tiket Masuk Gereja Ayam adalah Rp 20.000 per orang. HTM ini sama saja bagi wisatawan lokal maupun domestik. Di sini kami juga bertemu sepasang bule dari Jerman. Duh, namanya siapa ya? Lupa hehe.

Sepasang bule putih dan sepasang bule coklat

Naik Shuttle Car

Dari tempat parkir menuju Gereja Ayam, wisatawan harus berjalan menanjaki Bukit Rhema. Kurang lebih perlu berjalan kaki 15-20 menit. Tidak terlalu curam, karena sudah ada anak tangga, tapi tetap melelahkan sih, hehe.

Kabar baiknya, pengelola wisata telah menyediakan shuttle car. Cukup membayar Rp 10.000 untuk sekali jalan atau Rp 15.000 untuk pulang pergi naik shuttle car dari tempat parkir ke Bukit Rhema.

Jam Buka Gereja Ayam Bukit Rhema

Jam buka Gereja Ayam adalah mulai pukul 07.00 - 17.45 wib. Kalau datang sebagai pengunjung biasa, kamu tidak akan mendapatkan sunrise yang terbit jam 05.30. Karena sunrise hanya bisa kamu dapatkan kalau memilih Paket Sunrise. 

Paket Sunrise Bukit Rhema

Terdapat Paket Sunrise Bukit Rhema untuk kamu yang ingin menikmati sunrise dengan segala fasilitasnya. Mulai dari:

  • Melihat sunrise di mahkota Gereja Ayam
  • Include tiket masuk
  • Include shuttle car pulang pergi
  • Pemandu (tour guide)
  • Makanan dan minuman

Seluruh fasilitas ini akan kita dapatkan dengan membayar Rp 150.000/orang. Makanannya dapat pisang goreng dan tempe mendoan ukuran jumbo yang hunak banget. Beda rasanya! Kami juga dapat nasi goreng komplit dengan ayam suwir, telor dadar, dan krupuk!

Aktivitas Wisata di Gereja Ayam Bukit Rhema

Ada banyak aktivitas berwisata yang bisa kamu lakukan di Gereja Ayam Bukit Rhema. Berikut ini hal-hal yang kami lakukan selama di sana.

1. Menikmati Sunrise dari Mahkota Gereja Ayam

Kalau sudah sampai lokasi, maka kamu akan diajak naik ke Mahkota Gereja Ayam. Awalnya saya kira cuma naik ke lantai 2 atau 3, eh ternyata kita harus naik tangga hingga sampai ke lantai 7. 

Yap, betul! Ternyata mahkota gereja ayam, spot Cinta dan Rangga, berada di lantai 7. Ya Allah, rada ngos-ngosan sih, hahaha, apalagi masih pagi, belum sarapan.

Ini tangga untuk naik ke Mahkota Gereja Ayam

Sesampainya di atas, wuaah... MasyaAllah... Kita bisa melihat seluruh sudut Magelang dari atas bukit. Di depan kami tampak Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, yang di tengah-tengahnya nyempil matahari pagi.


Kemudian di sekeliling kami ada Gunung Andong, Merapi, dan Merbabu. Selain itu ada juga Pegunungan Menoreh di sisi selatan yang tampak bagaikan tembok raksasa. Masya Allah keren banget!

Dari atas sini, kamu juga bisa melihat Borobudur yang tampak kecil. Kamu akan notice kalau itu adalah Borobudur. Keren kan?

Ini saat kami Zoom. Tampak kan stupa Borobudur?

Kamu nggak akan nyesel sih kalau ambil paket sunrise ini! Keindahan ini cuma tampak di atas Bukit Rhema, khususnya di mahkota Gereja Ayam.

2. Ternyata Bukan Bentuk Ayam, Tapi Merpati

Ketika kami ngobrol sama pemandu, kami diberi tahu fakta bahwa sebenarnya bangunan ini tidak berbentuk ayam seperti yang orang-orang sangka, melainkan merpati. 

Bangunannya warnanya putih, punya ekor putih, kepala warna putih, tapi paruhnya merah dan diberi mahkota warna kuning. Sebenarnya bukan gereja ayam, tapi gereja merpati. Cuma karena paruh merah dan mahkota kuning aja dikira ayam, hahaha.

Jadi siapa yang bilang kalau ini bentuknya ayam? Kayak si Rangga dan Cinta deh, maksudnya tim produksi film AADC hehe. 



3. Bukan Gereja, Tapi Rumah Doa

Fakta lain juga, kalau sebenarnya ini tuh bukan gereja, melainkan rumah doa untuk segala umat. Jadi bukan gereja, melainkan umat apa pun boleh berdoa di sini.

Saat saya masuk ke bangunan yang lantai 2, memang ada banyak kursi panjang berderet, lalu di depannya ada semacam panggung. Saya pikir, kok kayak gereja ya?

Kirain kursi gereja, ternyata kursi tunggu buat antrian

Tapi ternyata bukan! Ini tuh real kursi tunggu, buat antri mau naik ke mahkota gereja ayam, soalnya kan dulu wisatawannya membludak ya. Jadi kursi panjang ini disediakan sebagai kursi tunggu antrian. Hoalah, hehehe...

4. Berkeliling ke Rumah Doa

Selanjutnya kami diantar ke lantai 1 yang merupakan rumah doa. Tapi kami diajak dulu untuk mampir ke museum mini, yang menceritakan asal mula Gereja Ayam.


Jadi, Gereja Ayam ini dulunya tuh nggak serta merta langsung jadi kayak gini. Dulu tuh awalnya cuma bukit biasa, terus Pak Daniel Alamsyah yang tinggal di Jakarta tuh dapat ilham untuk mendirikan sebuah bangunan di atas bukit.

Nah, pas main ke Magelang, dia ngikutin anak kecil yang lagi nyari kayu, hingga sampailah ke sebuah bukit yang wujudnya tuh mirip seperti di mimpinya. Akhirnya pelan-pelan dia bangun rumah doa ini secara mandiri. 

Nggak ada bantuan dana dari luar. Arsitekpun nggak pakai. Beneran bikin bangunan apa adanya. Dibangun secara bertahap. Sempat berhenti juga karena waktu itu sempat mengalami krisis moneter. 

Baru-baru ini, ada arsitek dari luar negeri yang menyarankan untuk memasang rangka supaya Gereja Ayam nggak ambruk tergerus waktu. Maka pas kalian masuk ke dalam bangunan, akan notice dengan rangka besar ini.

Setelahnya, kami diizinkan masuk ke Rumah Doa. Di dalam sini nggak boleh ambil foto maupun video karena bersifat privasi. Sebab di dalamnya adalah tempat orang-orang berdoa.

Kalau saya lihat, ini konsepnya seperti gua, yang di dalamnya ada kamar-kamar atau bilik-bilik khusus untuk berdoa. Kayak Nabi Muhammad yang mengasingkan diri di gua hira gitu loh. Jadi umat Islam bisa menggelar sajadah kemudian berdoa di dalamnya dengan khusyuk.

5. Menikmati Makanan Enak di Kedai Bukit Rhema

Usai puas berkeliling, saatnya kami makaaan! Di bagian ekor burung merpati bangunan ini, terdapat resto yang bernama Kedai Bukit Rhema. Ada banyak meja kursi di berbagai sudut yang bebas kamu pilih. Kami sengaja pilih di sini sambil memandang Pegunungan Menoreh yang indah.

Saat baru datang, kamu sudah disambut dengan suguhan camilan pisang goreng kipas dan tempe mendoan spesial. Wuah ini tepungnya beda loh, rasanya lebih enak dan lebih gurih! Ukurannya juga besar, jadi puas banget untuk teman nyamil sambil menikmati pemandangan.




Kami juga mendapatkan 2 porsi nasi goreng ukuran jumbo yang sudah ada suwir ayam di dalamnya, dengan telor ceplok yang kokoh di atasnya, dilengkapi timun, tomat, dan krupuk. Ini nasi goreng enak banget dan sangat spesial!

Untuk minumannya, saya memesan jus semangka tanpa gula, sedangkan suami memesan es kopi (lupa sih, hehe). 


Kami juga mendapatkan minuman yang spesial, yakni Fresh Almightea, isinya Teh Magelang dengan potongan buah strawberry, melon, jeruk, nanas, lemon, semangka, dan selasih yang disajikan secara dingin bersama daun mint. Rasanya suuuuuuuuueger banget!!! 

Kesimpulan

Setelah menghabiskan makanan enak di Kedai Bukit Rhema, lalu kami turun dan keluar dari Gereja Ayam. Kami lanjut ke tempat oleh-oleh guna mencari buah tangan untuk orang-orang terkasih.

Di dalam pusat oleh-oleh ini ada kaos dengan gambar gereja ayam, makanan khas Magelang, baju-baju unik, aksesoris lucu-lucu, dan lainnya. Harganya standar kok, masih bisa dijangkau oleh para wisatawan.


Kami puas banget main ke Gereja Ayam dan ambil paket sunrise. Kami bisa eksplor semua sudut Bukit Rhema secara maksimal. Mulai dari pemandangannya, makanannya, sejarahnya, hingga maknanya. 

Dijamin kamu nggak akan nyesel kalau ambil Paket Sunrise Gereja Ayam Bukit Rhema. Kalau kamu tertarik ambil paket sunrise, kamu bisa reservasi dulu ya di sini: 085725779520 

Nah, itulah pengalaman saya dan suami menghabiskan liburan di Gereja Ayam Bukit Rhema. Puuuuas banget! 

Lalu, kamu kapan mau main ke sini?

Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Related Posts

14 komentar

Dian Restu Agustina mengatakan…
Wishlistku ini. Suamiku dah pernah summit ke Merbabu, Sindoro, ...jadi dia pengin sunrise-an di Gereja Ayam yang ternyata bukan ayam sama sekali melainkan burung merpati. Terus bukan gereja tapi rumah doa...wah,
paket sunrise-nya terjangkau juga, apalagi lihat pisang gorengnya yang menggoda ditambah indahnya pemandangan di depan mata,,...pengiiin
hani mengatakan…
Ya ampun Mbak Rhos...bagus bangeeet tuh pemandangan sunrise. Matahari terbit di antara 2 gunung tuh keren. Mana clear banget viewnya. Waktu ngejar sunrise di Bromo, yang kelihatan kepala-kepala orang-orang...hiks...BTW...naik tangga lt ke 7? waduh kayaknya aku engga kuat tuh...
Yusriah Ismail mengatakan…
seruu travellingnya mbaa, apalagi kalau dapat kuliner yang enak ya, jadi nagih pengen travelling terus heheh
Jejak Pena Oemy Ikbar mengatakan…
Keren banget pemandangannya, wajib dikunjungi ini mah kalau kebetulan lagi ke Magelang. Kabita pengen menyaksikan sunrise sambil menikmati pisang goreng
SHalikah mengatakan…
Beberapa kali lewat magelang, sebenarnya Gereja ayam ini sering muncul jadi opsi untuk dikunjungi, tapi entah mengapa belum sempat juga. Menarik ya view dari atasnya, cantik. Ada kedainya juga lagi, bisa bersantai menikmati sarapan sambil dikelilingi indahnya alam pegunungan.
Sendy Yunika mengatakan…
Duh, cakep banget ya pemandangannya. Pasti adem sejuk. Aku ga mengira kalo lantainya sampai 7 lantai lho mb. Meskipun itu sudah rooftop jatuhnya ya. Aku kira 3 lantai aja gitu. Ternyata tinggi juga ya..
Dee_Arif mengatakan…
Wah senang sekali bisa jalan jalan ke tempat sekece ini
Apalagi bisa menikmati sunrise ya mbak
Seru juga ya berpetualang bersama.suami..bingung mau ambil paket apa nih
Uniek Kaswarganti mengatakan…
Udah berapa tahun yang lalu yaaa saat saya dan teman2 blogger main ke gereja merpati yang disangka ayam ini hehehee... Menikmati senja di sana memang sangat menyenangkan. Viewnya cantik sekali. Hanya saja ntar pulangnya kemaleman.
Han mengatakan…
Waaaa, ini dulu sempet mau kesini mbaa tapi akhirnya ga kekejar buat liat sunrise juga wkwkwkw akhirnya pindah haluan tujuannya huhu masih jadi wishlist sih
Müzeyyen Salik mengatakan…
Mungkin karena ruang tungggunya di tatq seperti gereja, jadi maybe juga sebutanya gereja. Aku pikir tadi sich real gereja gitu.
lendyagassi mengatakan…
Iya iyaa..
Aku juga suka banget sama AADC 2 karena lokasinya jadi destinasi wisata Jogja yang unik yaa.. Aku baru tahu ada tempat ibadah yang bisa dijadikan tempat wisata. Eh, borobudur juga bisa yaa..

Gereja Ayam Bukit Rhema fasilitasnya lengkap.
Menyenangkan sekalii... meski berhijab pun, bisa ke area Gereja Ayam Bukit Rhema yaa..
Hamimeha mengatakan…
masya Allah cakep ya pengambilan gambarnya mbak jadi ikut merasakan suasana di sana. btw kenapa aku galfok jika itu bukan bentuk ayam tapi ternyata merpati hehhee
Allamandawi mengatakan…
Wih unik banget gerejanya berasa pengen ke sana juga. Mana sekelilingnya asri, duh makin mantap suasananya.