-->

Anggara W Prasetya

I am a Writer

Anggara W Prasetya

Seorang laki-laki yang senang berpetualang. Mengabadikan setiap perjalanannya dalam bentuk tulisan dan video. Saat ini sedang semangat-semangatnya mendokumentasikan perjalanan di channel Youtube. Suka main ke gunung, ke air terjun, ke pantai, ke mana saja kaki melangkah.

  • Surakarta
  • anggarawepe@yahoo.co.id
  • www.menggapaiangkasa.com
Me

My Professional Skills

The future belongs to those who learn more skills and combine them in creative ways

Writing 90%
Editing Video 85%
Photography 80%
Translator 75%

Awesome features

Aliquam commodo arcu vel ante volutpat tempus. Praesent pulvinar velit at posuere mollis. Quisque libero sapien.

Animated elements

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sed tempus cursus lectus vel pellentesque. Etiam tincidunt.

Responsive Design

Pellentesque ultricies ligula a libero porta, ut venenatis orci molestie. Vivamus vitae aliquet tellus, sed mollis libero.

Modern design

Duis ut ultricies nisi. Nulla risus odio, dictum vitae purus malesuada, cursus convallis justo. Sed a mi massa dolor.

Retina ready

Vivamus quis tempor purus, a eleifend purus. Ut sodales vel tellus vel vulputate. Fusce rhoncus semper magna.

Fast support

Suspendisse convallis sem eu ligula porta gravida. Suspendisse potenti. Lorem ipsum dolor sit amet, duis omis unde elit.

0
mountain
0
blog post
0
video project
0
city tour
  • Menuju 3153 Mdpl

    Menuju 3153 Mdpl

    Proloque


    Hari Sabtu, tanggal 14 dari bulan terakhir di tahun 2013. Pagi itu cuaca mendung, memang lah yang namanya musim hujan cuaca selalu saja mendung dan hujan, di bawah naungan mendung inilah sebuah perjalanan yang cukup panjang akan dimulai. Pada hari menjelang penghujung tahun itu aku beserta hanya beberapa orang berencana untuk mengunjungi puncak gunung Sindoro dengan ketinggian 3153 meter di atas permukaan laut, tim kami terdiri dari:
    .
    Ane:

    Shabrina:

    Maisun + Fannani:

    Melakukan pendakian di saat – saat yang bisa dibilang sebagai “puncak musim hujan” sebenarnya sangatlah aku hindari mengingat resiko cuaca buruk seperti hujan, udara dingin, bahkan badai, tapi entah mengapa pada saat itu aku seolah tidak kuasa untuk menolak kata hatiku, hmm sepertinya ia ingin mendaki jikalau saja ini adalah pendakian terakhirku karena tidak tahu apakah aku akan bisa mendaki lagi setelah kelulusan nanti yang InsyaAllah tidak lama lagi (Aamiin), dan juga ada satu alasan tersendiri mengapa aku tetap mengadakan pendakian kali ini, tapi sayangnya itu rahasia.. Saat aku menulis kisah ini masih hanya ada dua orang di muka bumi ini yang tahu.. Well just enjoy it..  




    Menuju Sindoro
    .
    Sindoro:


  • Blank 75, Zona Maut sang Mahameru

    Blank 75, Zona Maut sang Mahameru

    Kegiatan pendakian gunung merupakan sebuah kegiatan yang banyak digemari orang. Baik tua maupun muda, laki – laki maupun perempuan telah jatuh cinta kepada kegiatan pendakian gunung. Sebuah fakta yang wajar karena dari puncak gunung terbentang keindahan ukiran alam ciptaan Allah SWT yang akan membuat kagum semua orang.

    Mahameru
    Mahameru
    Indah memang, namun kegiatan pendakian gunung juga bisa dibilang adalah sebuah kegiatan yang berbahaya, Tidak sedikit para pendaki yang kembali dengan membawa luka – luka di tubuh mereka, dari yang cuma goresan sampai yang cukup parah seperti patah tulang, bahkan banyak di antara pendaki yang tidak membawa nyawa mereka kembali ke bawah atau kembali dalam keadaan tak bernyawa, dan yang paling mengenaskan ialah mereka yang tidak kembali saat melakukan pendakian, menghilang bagaikan ditelan bumi.

    Para Korban
    Banyak gunung – gunung terkenal di dunia, terutama di Indonesia yang keindahannya sudah mendunia. Gunung – gunung seperti Rinjani, Merapi, dan Semeru selalu didaki oleh ratusan orang dari berbagai penjuru dunia terutama gunung Semeru yang makin populer mealui film 5cm yang diputar perdana Desember lalu. Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, hal inilah yang semakin membuat banyak orang ingin menginjakkan kaki di puncaknya. Selalu ada banyak orang yang mendaki gunung ini setiap tahunnya, menunjukkan bahwa Semeru sudah sangat terkenal.


    Puncak Mahameru
    Puncak Mahameru
    Semeru memang indah, mulai dari Ranu Kumbolonya yang menyajikan pemandangan matahari terbit yang eksotis hingga pemandangan di puncak abadi para dewa (julukan Mahameru) merupakan magnet yang sangat kuat bagi mereka para pecinta alam dan pendaki gunung. Namun di samping keindahannya yang menakjubkan, Semeru juga mempunyai berbagai ancaman bahaya yang selalu mengintai di sepanjang perjalanan hingga puncaknya, mulai dari bahaya tersesat di hutannya yang masih lebat, tertimpa longsoran batu menjelang Mahameru, beserta Blank 75 di area sekitar Mahameru.


    Keindahan Ranu Kumbolo
    Keindahan Ranu Kumbolo
    Bicara mengenai Blank 75, nama tersebut sudah sangat familiar di telinga para pendaki, pecinta alam, dan mereka masyarakat di sekitar Semeru. Blank 75 adalah nama dari sebuah jurang sedalam 75 meter yang terletak di sebelah timur laut dari puncak Mahameru ,diluar jalur di sebelah kanan arcopodo / kelik (dari arah puncak) dan secara administratif TNBTS letaknya di blok Tawon Songo, dusun Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Gambaran medannya adalah lereng berpasir yang jalurnya putus (blank) karena dipisahkan oleh jurang yang dalamnya sekitar 275-100m.


    Area Blank 75 Mahameru
    Area Blank 75 Mahameru
    Area Blank 75 Mahameru

    Jurang ini disebut sebagai “zona kematian” oleh mereka para pendaki Semeru dikarenakan zona ini sudah memakan korban. Salah satu peristiwa yang membuat jalur ini menjadi terkenal terjadi di bulan Juli tahun 2009 lalu di mana seorang pendaki dari UGM bernama Andika Listyono Putra ditemukan tewas di dasar jurang ini setelah sebelumnya terpisah dari rekan – rekan pendakiannya dan hilang.

    Evakuasi Andika Listyono Putra


    Peristiwa yang paling baru terjadi adalah hilangnya dua pendaki asal Jakarta bernama Aziz Fuadhi dan Muhammad Rifki Perdana. Beruntung menurut kabar yang dipublikasikan pada 12 November 2013 mereka selamat walaupun Aziz Fuadhi ditemukan dalam kondisi patah kaki di Blank 75 tersebut.  

    Kebanyakan para pendaki tersesat di Blank 75 saat melakukan perjalanan turun karena memang jika dari puncak menuju Arcopodo rutenya bercabang menjadi dua. Rute yang mengarah ke zona kematian tersebut berada di sebelah timur laut atau rute yang berbelok ke arah kanan  jika dari puncak, sementara rute yang sebenarnya mengarah agak ke barat laut. Menuju Arcopodo sebenarnya cukup mudah apabila kondisi cuaca cerah karena Arcopodo akan mudah terlihat, namun jika cuaca berkabut dan badai, risiko tersesat ke arah Blank 75 akan semakin besar sebab jarak pandang yang terbatas.


    Mahameru memang menyimpan berbagai ancaman bahaya, namun tetap saja keindahan alamnya yang mendunia akan selalu menjadi daya tarik yang kuat bagi para pendaki dan pecinta alam di seluruh dunia. Ancaman bahaya di Semeru terutama Blank 75 sebenarnya dapat dihindari dengan cara mempelajari terlebih dahulu zona – zona bahaya di Mahameru sebelum mendaki karena sudah banyak info – info yang dapat ditemukan di berbagai sumber. Well.. Selamat mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa...
  • BERKUNJUNG KEMBALI KE PUNCAK ABADI PARA DEWA

    BERKUNJUNG KEMBALI KE PUNCAK ABADI PARA DEWA


    PROLOGUE 

    Entah mengapa di tahun 2013 ini Semeru menjadi gunung yang begitu akrab denganku. Dua kali aku menginjakkan kaki puncak tertinggi pulau Jawa ini yang mana kebanyakan pendaki yang lain hanya satu kali dalam setahun. Tak bisa dipungkiri hal ini karena kegagalanku untuk merencanakan pendakian ke Rinjani karena tidak adanya orang yang bisa aku ajak ke sana, jadilah aku alihkan ke Semeru saja.

    Usai perjalananku yang kedua pada awal September yang lalu, entah mengapa aku ingin kembali lagi tentunya dengan serta mengajak teman – temanku. Hal itu disebabkan karena pada pendakian tahun lalu dan September lalu aku memang berhasil ke puncak, tapi bisa dibilang aku berhasil tanpa teman yang benar – benar sudah kukenal sehingga aku merasa kesepian saat tiba di puncak. Jadilah aku segera mencari teman dan menentukan tanggal keberangkatan yang pas.

    Semeru:

    -------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • Menyapa Kembali Kawan Lama part II

    Menyapa Kembali Kawan Lama part II

    (Lanjutan dari part sebelumnya...)

    Pendakian belum dimulai karena kami belum sampai juga ke base camp. Setelah turun dari jalan utama Salatiga – Magelang kami masih harus berjalan sampai base camp Cunthel, tapi sebelumnya kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu (waktu menunjukkan sekitar pukul 10.00 WIB). USai makan perjalanan menuju base camp pun dimulai, melewati jalan aspal dengan pemandangan kebun penduduk dan juga hutan di samping kiri – kanan kami, dari ketinggian rawa pening terlihat cukup jelas. Akhirnya setelah setengah jam menempuh perjalanan kami tiba di base camp Cunthel untuk beristirahat sambil mengurus administrasi pendakian mulai dari perizinan hingga pembayaran tiket masuk + asuransi.

  • Menyapa Kembali Kawan Lama part I

    Menyapa Kembali Kawan Lama part I

    PROLOG


    Tanggal 17 Juli 2010 lalu merupakan hari yang bersejarah bagiku. Saat itu aku dengan ditemani kedua temanku yaitu Baron yang merupakan teman kuliahku di UGM saat itu dan Eros; temanku ketika duduk di bangku SMA Negeri 4 Surakarta, untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di puncak Merbabu; sebuah gunung yang menjulang setinggi 3145 meter di atas permukaan laut.
    Merbabu:



  • BALIK SOLO LEWAT SELO

    BALIK SOLO LEWAT SELO

    Jalan menuju Solo dari Yogyakarta pastilah yang familiar ialah jalan raya Jogja – Solo, yup jalan raya yang membentang menghubungkan Solo dan Jogja tersebuat memang banyak dilalui kebanyakan para pengendara kendaraan baik yang ingin menuju kota Yogyakarta mupun mereka yang menuju kora Solo. Jalur ini memang rute yang paling cepat, namun ternyata rute menuju Solo tidak hanya jalan raya tersebut saja, ada banyak rute – rute alternatif yang bisa ditempuh jika jenuh melalui jalan raya Jogja – Solo.


    Merah: Yogyakarta-Selo-Solo
  • Sasingg Goes to Nampu, 2 July 2012

    Sasingg Goes to Nampu, 2 July 2012


    PROLOQUE

    Awal Juli 2012 – pertengahan Maret 2013. Kalau dipikir – pikir sudah terlambat lama sekali untuk menceritakan kembali sebuah kisah yang sudah lewat kurang – lebih delapan bulan lamanya. Okey, tapi apapun yang terjadi ceritanya harus tetap jalan. Here we go..!!

  • Content Placement

    Bersedia dititipi link produk/jasa

    Review

    Siap terima sesuatu untuk direview

    Speaker

    Berbagi ilmu dan pengalaman nggak ada salahnya

    Collaboration

    Kuy kerjasama bareng dan saling support