Menggapai Angkasa

Jelajahi Indahnya Negeri Pecahan Surga

Saturday, 16 June 2018

PANTAI BUYUTAN; TEMPAT JATUHNYA MAHKOTA DEWA NARADA

Catatan kali ini merupakan lanjutan dari perjalanan saya sebelumnya saat mengunjungi PANTAI BANYU TIBO yang merupakan pantai paling barat kedua di Kabupaten Pacitan. Sebenarnya rencana saya usai berkunjung ke Pantai Banyu Tibo adalah segera kembali ke rumah.

Pantai Buyutan, Pacitan, Jawa Timur
Pantai Buyutan, Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Pacitan, Jawa Timur
Namun rencana saya berubah saat berkendara mengikuti jalan yang menuju Pasar Kalak. Ternyata di kanan jalan terdapat sebuah baliho besar yang bertuliskan Pantai Buyutan. Entah mengapa saya tiba-tiba tertatik untuk mengunjunginya mengingat lokasinya tidak terlalu jauh dari Pantai Banyu Tibo Sebelumnya.

Menuju Pantai Buyutan
Letak Pantai Buyutan sebenarnya tidaklah jauh dari Pantai Banyu Tibo. Jika diturut ke arah barat, usai Pantai Buyutan, maka urutannya dalah Pantai Banyu Tibo, Pantai Kijingan, dan PANTAI NAMPU. Secara administratif, letak Pantai Buyutan berada di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Surakarta-Pantai Buyutan

Jika kunjungan saya menuju Pantai Buyutan ini ditempuh melalui jalur Pantai Nampu ke arah timur yang melewati Pantai Banyu Tibo, maka sebenarnya Pantai Buyutan terletak tidak jauh dari Pasar Kalak; arah menuju PANTAI KLAYAR. Kebanyakan pengunjung Pantai Buyutan pun datang dari arah Pasar Kalak, terutama mereka yang berasal dari Kota Pacitan.
Baliho Menuju Pantai Buyutan
Namun ternyata jika keberangkata dimulai dari Kota Surakarta, maka rute tempuh tercepat adalah sama yang saya gunakan, yakni terus mengikuti jalan dari percabangan menuju Pantai Banyu Tibo. Nantinya sebelum sampai Pasar Kalak maka di kanan jalan akan ada sebuah baliho besar bertuliskan Pantai Buyutan.
Kondisi Jalan Awalnya
Masuk ke jalan yang diarahkan oleh baliho tersebut. Awalnya jalan cukup sempit dan tidak begitu baik kondisinya. Meski demikian, jalur tersebut sudah benar. Terus ikuti saja jalan tersebut yang nantinya kondisinya akan menjadi baik. Hal spesial adalah menjelang sampai, maka perjalanan akan melewati padang pertanian kedelai.
Perkebunan Kedelai Menjelang Pantai Buyutan
Perkebunan Kedelai Menjelang Pantai Buyutan
Warga di sekitar Pantai Buyutan memang menanam kedelai sebagai andalan di sektor pertanian mereka. Namun saat musim hujan, masyarakat akan menanam padi hingga awal tahun. Selepas awal tahun, curah hujan mulai berkurang sehingga komoditas berganti dari padi menjadi kedelai.
Di Tengah Kebun Kedelai
Pos retribusi menuju Pantai Buyutan nantinya akan ditemui di sini. Harga masuk Pantai Buyutan pun sangat terjangkau, yaitu hanya sebesar Rp5.000,00 per orang. Pengelolaan Pantai Buyutan dilakukan oleh Dinas Pariwisata Pacitan dan dijalankan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Pantai Buyutan
Perjalanan pun akhirnya sampai di area parkir pertama Pantai Buyutan yang diperuntukkan bagi kendaraan seperti elf dan minibus, serta bagi mereka yang tidak berani melanjutkan perjalanan dengan kendaraan karena kondisi jalannya berupa turunan cukup tajam. Tersedia jasa ojek sebesar Rp10.000,00 untuk sampai tepi pantai pulang-pergi.
Panorama Pantai Buyutan dari Ketinggian
Panorama Pantai Buyutan dari Ketinggian
Pemandangan ke arah Pantai Buyutan dari ketinggian di kawasan area parkir pertama sangatlah menawan, berupa garis pantai pasir putih yang memanjang. Siapa pun pasti akan gatal tangannya untuk mengabadikan keindahan tersebut dengan pirantinya masing-masing. Kawasan ini juga menjadi spot foto yang menarik bagi pengunjung.
Pantai Buyutan dengan Pasir Putihnya
Pantai Buyutan dengan Pasir Putihnya
Usai menuruni jalan yang menurun cukup curam, perjalanan saya akhirnya sampai di Pantai Buyutan dan langsung memarkirkan sepeda motor pada tempatnya. Garis Pantai Buyutan dengan pasir putihnya yang cukup panjang tentunya membuat banyak tersedia spot untuk bermain air.
Menikmati Suasana Pantai Buyutan
Menikmati Suasana Pantai Buyutan
Berkunjung saat cuaca cerah benar-benar membuat panorama di pantai ini begitu indah. Meski siang itu cuaca cukup panas karena sangat cerah, hal tersebut tidak membuat pesona Pantai Buyutan berkurang. Justru perpaduan kombinasi birunya langit dan air laut, pasir putih, serta hijaunya bukit menjadikan panorama terlihat begitu cantik.
Berjemur di Pantai Buyutan
Berjemur di Pantai Buyutan
Berjalan di tepi laut dari sisi timur hingga barat merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan di Pantai Buyutan, terutama mereka yang tidak ingin berbasah-basahan. Panjangnya garis pantai tentu membutuhkan fisik yang kuat untuk mengarunginya dengan berjalan kaki di atas pasir.

Mahkota Batara Narada yang Terjatuh
Ciri khas Pantai Buyutan adalah terdapatnya gugusan bebatuan di sisi baratnya yang begitu mencolok. Salah satu dari gugusan batu yang paling terkenal ada di sisi terbarat. Batu tersebut selain ujungnya lancip, bentuknya seolah mirip dengan sebuah mahkota jika diperhatikan secara baik-baik.
Watu Narada
Watu Narada, Konon Mahkota Batara (Dewa) Narada yang Terjatuh di Pantai Buyutan
Konon diceritakan bahwa batu tersebut adalah mahkota Batara (Dewa) Narada yang merupakan pemimpin para dewa di pewayangan. Saat dia terbang di atas Pantai Buyutan, secara tidak sengaja mahkotanya jatuh dan kini diyakini menjadi sebuah batu berbentuk mahkota tersebut. Oleh masyarakat, batu itu dinamai sebagai Watu Narada atau Watu Rada.
Watu Kenong yang Mirip Kenong
Watu Kenong yang Mirip Kenong
Selain Watu Narada, gugusan batu lainnya juga diberi nama oleh masyarakat setempat. Batu yang terkenal lainnya berbentuk unik seperti instrumen gamelan kenong sehingga dinamai sebagai Watu Kenong. Selain itu batu yang paling lebar dinamai Watu Pasar karena diibaratkan di atasnya terdapat pasar saking luasnya.
Watu Pasar
Watu Pasar
Sementara itu dua batu lainnya dinamakan Watu Kerun; dua batu yang bentuknya terpisah. Batu terakhir yang memanjang dan terletak paling dekat dengan pantai pasir adalah Watu Bale. Jika air laut sedang surut seperti saat saya mengunjungi Pantai Buyutan ini, pengunjung bisa naik ke atas Watu Bale.
Watu Kerun
Watu Kerun
Watu Bale
Watu Bale

Terlihat dari Pantai Nampu
Bagi mereka yang pernah mengunjungi Pantai Nampu, maka Watu Pasar dan Watu Narada sebenarnya terlihat di ujung timur. Begitu pula dari Pantai Buyutan, yang mana Pantai Nampu akan bisa dilihat di ujung timur meski terkadang pandang terhalang oleh uap air sehingga terlihat samar.
Watu Narada dan Watu Pasar Terlihat dari Pantai Nampu
Watu Narada dan Watu Pasar Terlihat dari Pantai Nampu
Fasilitas di Pantai Buyutan pun sudah cukup lengkap. Berbagai warung makan sudah siap mengantisipasi rasa lapar yang tiba-tiba menyerang. Kamar mandi pun sudah tersedia bagi mereka usai bermain air di pantai. Selain itu bagi yang membutuhkan ojek, mereka sudah stand by dekat tanjakan.
Pemandangan Pantai Buyutan yang Memesona
Pemandangan Pantai Buyutan yang Memesona
Pantai ini juga merupakan favorit kunjungan wisatawan untuk berkemah karena memiliki banyak spot datar untuk mendirikan tenda. Pada malam-malam seperti long weekend atau malam tahun baru ada banyak wisatawan yang berkemah di sini. Mereka hanya diminta retribusi sebesar Rp10.000,00 per tenda untuk dana kas desa.

Info
Jam buka
24 jam

Tarif masuk
Rp10.000,00

Tarif parkir
Rp2.000,00 (sepeda motor)

Fasilitas
Area parkir, warung makan, toilet, mushalla, jasa ojek

Waktu kunjungan terbaik
Pagi hari atau sore hari saat cuaca cerah

38 comments:

  1. Selalu takjub dengan pantai yang punya spot dari ketinggian!

    Selama ini kan orang tertariknya sama kebun bunga matahari, mawar, atau kaktus. Nah ternyata kebun kedelai gak kalah menarik loh. Sebelum baca tulisannya, saya kira malah kebun bunga kecil-kecil gitu. Super beautiful! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup.. Sama.. Bisa lihat landscape pantainya secara lebih luas jadinya.. hehe

      Kemaren juga g nyangka kalau kebun kedelai bisa bagus dan instagrammable kayak gini..
      Ternyata bagus juga ya.. haha

      Delete
  2. Wow, wow! Cantik sekali! Deburan obak besar khas pantai selatan, batu-batu karang dan langit biru yang sempurna!
    Negeri ini memang indah. Semoga tetep bersih dan terjaga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup.. Dan masih ada banyak lagi pantai-pantai keren semacam ini di Tanah Air..

      Aamiin

      Delete
  3. Pemandangannya dan pengambilan gambarnya okeh banget mas. :)

    Lebih oke klu datang kesana langsung.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul.. Yang paling bagus emang harus dateng langsung.. haha

      Delete
  4. Wow .. itu Batu Narada keren banget bentuknya !.
    Beneran kayak mahkota yang digunain tokoh wayang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Misal sekilas diperhatikan, kebanyakan g tau hlo kalau bentuknya mirip mahkota..
      Kalau unik, iya..

      Delete
  5. Pantainya indah ,tapi akses menuju pantai kurang diperhatikan. Tampak kurang lebar. Semoga saja mendapat perhatian lebih dari pemerintah setempat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya udah lumayan bagus ms.. Daripada jalan tanah.. hehe
      Tapi kalau misal ada perbaikan, itu lebih bagus nantinya.. Soalnya bus besar bisa masuk..

      Delete
  6. Dududu, km racun banget ya mas. Bikin pengen ke pantai buyutan sungguh.. Duh, kapan bisa ke pacitan lagi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah.. Racun dosis tinggi iki jenenge.. haha
      Loh.. Tinggal budhal og..

      Delete
  7. sha sampe zoom fotonya karena baru tahu kalo pohon kedelai itu kayak gitu. Sha salah satu penggemar kedelai, tempe, tahu bahkan susu kedelai. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama.. Sebelumnya juga g tau seperti apa pohon kedelai wujudnya.. hehe

      Tempe, tahu, sama susu kedelai mah saia juga suka..

      Delete
  8. Pantainya kok keren banget yah. Selama ini saya sering dapati pantai yang hanya hamparan pasir saja. Tapi entah kenapa saya selalu pensaran dengan pantai di selatan pulau jawa, kebanyakan pantainya pasti punya tebing jadi keliatan lebih indah. Ini beneran mas, harga tiket masuk dan semuanya segitu. Beneran murah ini mah, beda banget dengan di kotaku yang buat ke pantai aja udah mahal banget. Saya penasaran tuh, kalau main ke pantai ini apa boleh berenang ya mas? soalnya saya belum pernah main ke pantai di jawa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagain besar pantai di selatan Jawa masih murah-murah tiket masuknya, ada sih beberapa yang dimahalin.. Terutama yang udah terkenal..

      Kalau untuk berenang g bisa.. Ombaknya besar..

      Delete
  9. Pantainya baguuus. Bersih dan airnya biru. Semoga kapan-kapan bisa main ke sana.

    ReplyDelete
  10. Watu-watunya unik banget, cerita rakyatnya melegenda. Terus kira-kira untuk pantai buyutan gimna mas ceritanya? kenapa dinamai pantai buyutan? Kalau dalam bahasa jawa saya, buyutan itu kayak udah begetar gitu tangannya waktu megang sesuatu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah.. Itu sayangnya..
      Pas ke sana cari info mengenai kenapa namanya buyutan, g ada narasumber mumpuni yang bisa ditanyai.. Masih pada pergi kerja di kebun eh..

      Delete
  11. Eh itu perkebunan kedelainya instagrammable bangeeettt. Coba deh kamu foto di situ dengan pose jalan, diambil dari belakang, saat sunrise atau sunset. Beuh.

    Iya ya, bentuk batu karangnya unik-unik, melambungkan imajinasi kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mesti bawa temen ms kalau mau foto gitu..
      Masih banyak spot yang bisa dieksplorasi untuk foto.. hehe

      Penamaan batu karang juga karena imajinasi itu..

      Delete
  12. uwaaaa kebun kedelainya keren bangeeeet
    kuning-kuning di atas ijo royo-royo. hahaha

    kulihat-lihat, pantai buyutan ini hampir sama kayak papuma (pantai pasir putih malikan). sama-sama putih pasirnya, ada perbukitan di sekitarnya, juga ada karang-karang yang namanya khas serta sejarah penamaannya. persis dah. kayak saudara kembar

    btw, aku baru tau kalo solo mepet jatim. kukira solo ini ada di tengah-tengahnya jateng, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul.. Pertama kali lihat juga kemaren itu.. hehe

      Emm.. Kayaknya lebih murah di sini.. haha
      Berarti di Papuma sama Malikan ada nama-nama batunya juga yo..?

      Lah.. Yo ora mepet-mepet banget og.. Sesuk rag ngerti..

      Delete
  13. paling unik batu narada nya itu,, rapi banget bentuknya.. Menambah keseruan emang kalau berkunjung ke tempat wisata yang ada cerita di baliknya, seperti batu narada ini..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Jadi tambahan informasi unik tersendiri..
      Mangkanya kalau pas main ke suatu tempat mesti tanya-tanya tentang legenda tempat itu.. hoho

      Delete
  14. Hamparan perkebunan kedelainya keren bangat. Ada legendanya juga yang berasal dari kata konon, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren juga nggak nyangka bisa sekeren itu.. hehe

      Legenda gimana ms..?

      Delete
  15. Duh pantainya cakep. Biru bening gitu ya. Yang unik itu batu-batunya di pantai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuacanya pas bagus eh..
      Kalau langitnya biru gitu ya kombinasi warnanya jadi keren...

      Delete
  16. Keknya masih asri banget ini pantai... apa aku yg baru tahu...
    cocok buat libuan sekolah nanti nih... nice artikel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah cukup dibangun sih sebenernya.. Jadi g asri banget..
      Tapi masih tertata bagus..

      Delete
  17. Asli keren banget ini mah, Mas.
    Pengen kesana langsung dan nikmati pemandangannya disaat sunset. Duh, keren banget pastinya.

    Foto diatas bebatuan kitu keren ya, selain itu bisa lihat pemandangan dari ketinggian lagi. Harga cukup terjangkau lah, apalagi fasilitasnya udah memadai, keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren mau nunggu sunset tapi khawatir kemalemen eh...
      Sepertinya bagus juga...

      Betull.. pokoknya salah satu pantai yang paling bagus deh..

      Delete
  18. beneran ingin bngt deh pergi ke sana...

    ReplyDelete

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda.
Silakan tinggalkan komentar, semoga yang komen rezekinya lancar dan berkah selalu.. Aamiin