Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Keliru, Berikut 5 Perbedaan Reksadana Saham dan Investasi Saham

Jangan salah lagi, reksadana saham dan investasi saham tidaklah sama. Adanya kata “saham” membuat dua jenis investasi tersebut kerap disamakan. Bagi orang awam memang terkesan sama, tapi sebenarnya berbeda.

Mengenal Lebih Jelas Tentang Saham

Sebelum membahas lebih lanjut tentang perbedaan Reksadana saham dengan investasi saham, sebaiknya ketahui pengertian saham terlebih dahulu. Saham merupakan sebuah bukti kepemilikan nilai dari sebuah perusahaan atau surat bukti yang menyatakan bahwa seseorang memiliki hak atau bagian dari suatu perusahaan. 

Secara singkatnya, saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan. Dalam satu perusahaan, pemiliknya bisa lebih dari satu tergantung dari seberapa banyak saham perusahaan tersebut terbagi. 

sumber gambar: Canva

Seseorang yang memiliki nilai saham tertinggi dalam satu perusahaan tersebut biasanya disebut sebagai pemegang saham utama. Besarnya nilai saham yang dimiliki tersebut juga didasarkan dari nominal investasi yang dikeluarkan untuk perusahaan tersebut. 

5 Perbedaan Reksadana Saham dengan Investasi Saham

Lalu, apa perbedaan Reksadana dengan investasi saham? Agar lebih jelas, mari simak ulasannya berikut ini.

1. Pengelola Dana Investasi

Hal yang paling utama yang membedakan Reksadana saham dengan investasi saham adalah pengelola dana investasi tersebut. Semua jenis investasi Reksadana dikelola oleh manajer investasi, bukan investor atau pemodal secara langsung. 

Sebaliknya, investasi saham dikelola oleh investor langsung. Tidak mengherankan jika investor saham perlu rutin melihat pergerakan saham agar tidak salah memilih investasi. 

Guna mengetahui nilai saham yang besar keuntungannya, tidak jarang para investor tersebut berkonsultasi dengan pialang atau broker investasi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kerugian yang terjadi dan memaksimalkan keuntungan yang didapatkan. 

Sementara Reksadana saham adalah investasi yang dananya dikelola manajer investasi. Dengan demikian, kamu yang berinvestasi Reksadana tidak perlu repot memantau pergerakan saham secara berkala. 

2. Tingkat Risiko Investasi

Investasi saham bagi sebagian orang dinilai lebih menguntungkan jika dibandingkan Reksadana. Hal tersebut dikarenakan investasi tersebut memang menawarkan keuntungan besar dalam waktu cepat. Tapi, juga dibutuhkan strategi yang tepat. 

Meski demikian, investasi tersebut risiko kerugiannya tinggi pula. Untuk itu, investasi ini tidak disarankan bagi kamu yang belum profesional atau masih awam dalam dunia investasi saham.

Adapun Reksadana saham adalah jenis investasi yang dinilai minim risiko dibandingkan investasi saham. Namun, keuntungannya memang tidak langsung signifikan tetapi menjanjikan dalam jangka panjang. 

3. Modal Investasi

Ditinjau dari segi modal, investasi saham membutuhkan modal yang lebih besar dibandingkan Reksadana saham. Modal awalnya bisa jutaan rupiah, sedangkan pada Reksadana bisa dimulai cukup dengan ratusan atau bahkan puluhan ribu rupiah. 

4. Waktu Pencairan Dana

Pencairan dana pada investasi saham prosesnya tidak selama Reksadana saham. Hal tersebut dikarenakan investasi Reksadana melalui agen pengelola investasi atau manajer investasi sehingga butuh waktu beberapa hari agar dana bisa cair. 

Hal tersebut juga disesuaikan dengan tata aturan yang ditetapkan oleh platform penyedia investasi. Untuk investasi saham, proses pencarian dana lebih cepat karena tidak ada pihak ketiga. 

5. Pajak

Investasi dikenakan pajak? Tentu saja, jika kamu berinvestasi saham. Hal ini tidak berlaku pada investasi Reksadana. Hal ini memang sesuai ketentuan dari UU PPh pasal 4 ayat 3 yang menyatakan bahwa Reksadana adalah jenis investasi yang bukan objek pajak. 

Dengan demikian, Reksadana saham adalah jenis investasi yang tidak dikenakan pajak. Kamu yang berinvestasi Reksadana tersebut hanya diwajibkan untuk membuat laporan SPT tahunan untuk setiap keuntungan yang diperoleh. 

Investasi Reksadana Serba Untung dengan digibank by DBS 

Baik investasi saham maupun Reksadana saham ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebaiknya pilih investasi yang sesuai kebutuhan dan kapasitas diri. 

Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/seorang-pria-menggunakan-komputer-laptop-di-atas-meja-putih-3760368/

Buat kamu tertarik investasi Reksadana tersebut, bisa coba digibank by DBS. Kamu bisa nikmati berbagai kemudahan berinvestasi di digibank by DBS seperti berikut. 

1. Efisien dalam 1 aplikasi

Dengan memilih digibank by DBS, investasi Reksadana saham menjadi hal yang praktis dan mudah. Cukup menggunakan Aplikasi digibank by DBS, kamu dapat berinvestasi kapan saja dan di mana saja. 

Tersedia berbagai fitur pula seperti penjualan, pembelian, dan switch investasi. Kamu juga bisa daftar Single Investor Identification (SID) lewat aplikasi tersebut. Jadi, kamu dapat melakukan transaksi apapun hanya dalam 1 aplikasi tersebut. 

2. Pilihan > 50 produk Reksadana

Terdapat lebih dari 50 pilihan produk Reksadana yang dapat kamu beli. Maka, kamu tidak perlu khawatir dengan aset investasi yang terbatas karena digibank by DBS menyediakan berbagai aset menarik untuk dibeli.

3. Fitur 3 kategori Reksadana

Aplikasi digibank by DBS tersebut juga dilengkapi dengan fitur kategori produk. Ada 3 kategori produk Reksadana yang dapat kamu pilih. Mulai dari produk yang kinerjanya paling baik, terpopuler, dan scoring terbaik. 

Melalui fitur tersebut, kamu akan lebih mudah dan cepat menemukan produk Reksadana yang cocok untuk dibeli. 

4. Beli produk jadi fleksibel

Investasi Reksadana dapat dilakukan apabila kamu telah mendapatkan SID. Selanjutnya, kamu dapat menikmati fleksibilitas dalam pembelian aset seperti saham yang dapat diatur nilai investasinya per bulan. 

Tak hanya itu, kamu juga bisa mengatur tanggal pendebetan dengan bebas. Semuanya bisa dilakukan hanya melalui Aplikasi digibank by DBS sehingga berinvestasi jadi serba mudah.

5. Mulai dari Rp 100.000

Uang Rp 100.000 bisa buat investasi Reksadana, memang bisa? Tentu saja bisa, jika berinvestasi di digibank by DBS. Investasi bisa dimulai dengan modal awal Rp 100.000 saja. 

Kesimpulan

Ternyata, investasi Reksadana saham di digibank by DBS banyak menawarkan kemudahan. Lalu, tunggu apa lagi? Yuk, investasi Reksadana di digibank by DBS segera dan rasakan keuntungannya. 

Posting Komentar untuk "Jangan Keliru, Berikut 5 Perbedaan Reksadana Saham dan Investasi Saham"