Menggapai Angkasa

Jelajahi Indahnya Negeri Pecahan Surga

Sunday, 24 September 2017

MENAMBAH WAWASAN KEBANGSAAN DI MUSEUM KARST INDONESIA

Indonesia dari Sabang sampai Merauke merupakan sebuah negeri yang sangat luas dengan luas mencapai sekitar 1,9 juta kilometer persegi. Tentu saja sebagai warga negara yang baik akan sangat baik apabila memiliki wawasan yang luas mengenai negara tempat mereka dilahirkan sebagai bentuk rasa cintanya, termasuk juga bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Ada banyak cara untuk menambah wawasan kebangsaan, selain banyak membaca buku juga bisa dilakukan dengan mengunjungi museum. Postingan sebelumnya mengenai MUSEUM PURBA SANGIRAN tentu telah banyak menambah wawasan mengenai asal mula peradaban manusia di Indonesia. Tidak hanya Sangiran saja, terdapat museum lain di sebelah selatan Jawa Tengah yaitu Museum Karst Indonesia.

Museum Karst Indonesia
Museum Karst Indonesia
Menuju Museum Karst Indonesia

Museum Karst Indonesia tepatnya terletak di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Jarak tempuh jika dari Kota Surakarta adalah sekitar 73 kilometer ke arah selatan melewati Sukoharjo-Wonogiri yang mana hampir mirip dengan rute menuju SOKO GUNUNG, tetapi masih terus ke selatan lagi sampai ke Pracimantoro. Sudah banyak plang penunjuk arah menuju Museum Karst sehingga tidak perlu takut tersesat.

Solo-Museum Karst Indonesia
Solo-Museum Karst Indonesia
Sementara itu jika ditempuh dari Pusat Kota Yogyakarta, jarak tempuh adalah sekitar 65 kilometer. Rute yang ditempuh adalah melewati Wonosari kemudian perjalanan dilanjutkan dengan terus mengikuti jalan utama Wonosari menuju Pracimantoro (Kabupaten Wonogiri). Plang petunjuk arah juga telah banyak tersedia sehingga tidak perlu khawatir untuk kesulitan menemukan jalan menuju Pracimantoro.

Yogyakarta-Museum Karst Indonesia
Yogyakarta-Museum Karst Indonesia
Museum karst berada di tengah bentang pegunungan kapur selatan Jawa yaitu Geopark Gunung Sewu yang membentang dari Kabupaten Gunung Kidul hingga Pacitan di Provinsi Jawa Timur. Nantinya Museum Karst Indonesia akan dijumpai di sebelah selatan jalan dari jalan utama Pracimantoro-Gunung Kidul.

Gerbang Masuk Kawasan Museum Karst Indonesia
Gerbang Masuk Kawasan Museum Karst Indonesia
Sebuah gerbang besar di samping jalan akan menunjukkan bahwa gerbang tersebut merupakan pintu masuk ke Museum Karst Indonesia. Cukup berbelok dari jalan utama dan mengikuti jalan utama setelah memasuki gerbang tersebut.


Museum Karst Indonesia

Akan dijumpai sebuah pertigaan yang mana terdapat loket untuk masuk ke kawasan Museum Karst Indonesia. Ternyata kawasan Museum Karst tidak hanya terdiri dari bangunan museum saja karena terdapat pula goa-goa karst yang tersebar di sekitarnya. Berdasarkan panduan dari petugas di loket, tujuan pertama sekaligus yang utama adalah di Museum Karst. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk kawasan sebesar kurang-lebih Rp5.000,00 saja.

Geopark Gunung Sewu
Geopark Gunung Sewu
Plang penunjuk arah yang sudah ada serta bangunan museum yang cukup megah membuatnya dapat ditemukan dengan begitu mudah. Area parkir yang ada juga cukup luas sehingga dapat menampung banyak kendaraan mulai dari sepeda motor hingga bus besar. Kunjungan paling banyak ke museum adalah saat hari libur dan akhir pekan dengan kebanyakan pengunjung dari rombongan instansi pendidikan.

Museum Karst Indonesia
Museum Karst Indonesia
Pintu masuk museum terlihat begitu megah dengan tangga naiknya sehingga menjadi spot berfoto yang bagus berlatar belakang tulisan “Museum Kars Indonesia”. Sebuah prasasti dengan tanda tangan Bapak Presiden Republik Indonesia ke-6 yaitu Susilo Bambang Yodhoyono di tengah sebuah kolam menuju pintu masuk menandai bahwa beliau lah yang meresmikannya pada tahun 2009 silam.

Tanda Tangan Pak SBY
Tanda Tangan Pak SBY
Begitu sampai di pintu masuk pengunjung tidak diminta untuk membayar tiket masuk, tetapi hanya diminta untuk mengisi buku tamu. Jadi tarif masuk ke museum adalah gratis. Plang penunjuk arah pun juga terdapat di dalam museum untuk memandu pengunjung ke mana harus melangkah terlebih dahulu. Kondisi museum juga sangat baik dengan AC nya sehingga tidak panas, serta penerangan sudah sangat baik.

Bagian Dalam Museum Karst
Bagian Dalam Museum Karst
Sesuai dengan namanya, banyak koleksi batu-batu kapur yang disimpan di dalam kotak kaca lengkap dengan keterangannya. Replika dan miniatur goa-goa karst juga dilengkapi dengan informasi yang jelas sehingga semakin memudahkan pengunjung untuk belajar tentang geologi batuan kapur. Selain batu, koleksi fosil yang terdapat di bebatuan kapur juga turut disajikan untuk semakin menambah wawasan pengunjung mengenai asal muasal dari zona karst tersebut.

Koleksi Batuan Museum Karst Indonesia
Koleksi Batuan Museum Karst Indonesia
Koleksi Batuan Museum Karst Indonesia
Koleksi Batuan Museum Karst Indonesia
Selain berisi koleksi bebatuan, terdapat pula replika kondisi kehidupan masyarakat di kawasan karst. Replika tersebut mulai dari kehidupan masyarakat zaman pra sejarah yang tinggal di goa-goa kapur hingga kehidupan masyarakat masa kini di daerah-daerah karst yang kering. Replika dan informasi tersebut tentunya akan menambah wawasan pengunjung mengenai kehidupan sosial masyarakat di daerah karst.

Kehidupan Sosial Masyarakat Pra Sejarah Kawasan Karst
Kehidupan Sosial Masyarakat Pra Sejarah Kawasan Karst
Replika Goa Karst
Replika Goa Karst
Topografi Kawasan Karst
Topografi Kawasan Karst
Terus berjalan mengikuti petunjuk arah, maka perjalanan di museum akan sampai di pintu keluarnya. Sebelum keluar, terdapat toko suvenir untuk pengunjung jika ingin membeli kenang-kenangan. Pintu keluar ada di bagian belakang museum sehingga pengunjung harus berjalan memutar untuk sampai di bagian depan museum kembali.


Goa Tembus

Saat berjalan memutar menuju ke depan museum, maka akan dijumpai plang-plang petunjuk arah ke goa-goa di sekitar Museum Karst. Goa-goa tersebut antara lain adalah Luweng Sapen, Goa Potro Bunder, Goa Gilap, dan Goa Sodong. Tetapi letak goa-goa tersebut  terpisah dan cukup jauh dari museum sehingga seringkali hanya dikunjungi untuk penelitian. Goa yang biasanya dikunjungi untuk wisatawan adalah Goa Tembus yang letaknya di dekat pertigaan pos masuk tadi.

Pintu Masuk Goa Tembus
Pintu Masuk Goa Tembus
Cukup ambil sepeda motor dan ikuti arah keluar, maka pintu masuk Goa Tembus akan ditemukan di sebelah kiri jalan sebelum sampai kembali ke pertigaan pos masuk. Jika sepi maka sepeda motor dapat diparkir di depan pintu masuk goa kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Goa Tembus sendiri tidaklah terlalu besar seperti GOA GONG atau GOA SEPLAWAN. Cahaya matahari pun masih bisa masuk ke dalam, ditambah sudah adanya penerangan oleh lampu sehingga tidak perlu untuk membawa senter, meskipun ada satu titik yang agak remang.

Bagian Dalam Goa Tembus
Bagian Dalam Goa Tembus
Bagian Dalam Goa Tembus
Bagian Dalam Goa Tembus
Sesuai dengan namanya, Goa Tembus ini memang menembus sebuah tebing karst ke sisi sebaliknya. Apabila motor diparkir di depan pintu masuk, maka jalan kaki harus kembali dilakukan untuk kembali lagi ke pintu masuk goa.

Pintu Keluar Goa Tembus
Pintu Keluar Goa Tembus
Tak perlu khawatir karena hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk menjelajah goa dari pintu masuk-pintu keluar dan kembali ke pintu masuk. Usai menjelajahi Goa Tembus, maka kendaraan sekalian dipacu untuk meninggalkan kawasan Museum Karst Indonesia.


Info

Jam Buka
08.30 WIB – 15.30 WIB

Tiket Masuk Kawasan + Parkir
+- Rp5.000,00

Tiket Masuk Museum
Gratis

Fasilitas
Toilet, mushalla, warung makan toko suvenir, area parkir, pura

Jam Kunjungan Terbaik
Selama jam buka


15 comments:

  1. Ini sebenarnya menarik, tapi letaknya yg di pracimantoro tentu saja mikir dua kali kalo ingin kesana­čśů

    Knp ga di gunung kidul yg notabene ramai wisatawan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemerataan pembangunan wisata ms.. Kalo GK terus, nantu kasihan yg lainnya.. haha

      Delete
    2. Iya betul. Wonogiri masih tertnggal dalam hal ini dari dua tetangganya.

      Delete
  2. Waiki, marai kangen dolan-dolan... kapan-kapan ngegas ke sini lah boleh ya...

    ReplyDelete
  3. pengen kesini dari dulu tapi belum kesampaian

    ReplyDelete
  4. Kayaknya butuh nyali untuk ke situ deh....:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh.. Kenapa kok sampe butuh nyali..? hehe

      Delete
  5. Sakjane aku isin nek ngaku hurung tau mrono. Padahal ya cuma sejam doang ya. Sebagai anak muda kumerasa kurang dolan! Btw, makasih mas infonya. Bagush!

    ReplyDelete
  6. Weh lebaran kenarin aku lewat mas dab seko purworejo ke blitar via selatan, oalah ternyata isinya bagus banget nyesel gak mampir pdhl bawa anak anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti besok lagi mesti disempetin mampir bung..

      Delete
  7. wah, seru ya wisata ke museum. jd banyak tau sejarah nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, banyak informasi yang bisa dipelajari di museum..

      Delete

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda